MOMSMONEY.ID - Fenomena open marriage sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang yang menjalani hubungan di masa kini.
Meski jadi istilah yang populer dalam dunia kencan dan rumah tangga, sudah tahu tentang open marriage belum?
Open marriage atau pernikahan terbuka, menurut Wikipedia, adalah hubungan non-monogami di mana sepasang suami istri sama-sama setuju untuk melibatkan pihak lain dalam aktivitas seksual.
Tak ketinggalan, laman Oprah Daily juga menekankan, open marriage hanya melibatkan pihak eksternal dalam aktivitas seksual saja. Sedangkan perasaan emosional dengan pihak lain tidak terlibat dalam hubungan ini.
Baca Juga: Detak Jantung Pasangan Bisa Sama Persis, Cek 5 Tanda Anda Benar-Benar Jatuh Cinta
Open marriage berbeda dengan berselingkuh. Karena dalam open marriage kedua belah pihak menyetujui ada pihak eksternal di antara hubungan pernikahan mereka. Sehingga, alasan ini lebih dipilih oleh pasangan daripada berselingkuh.
Karena hubungan pernikahan utama masih menjadi prioritas dalam hubungan open marriage, hubungan seksual dalam open marriage hanya berlangsung sekali atau beberapa kali tanpa melibatkan perasaan emosional dan romantis dengan pihak eksternal.
Sebelum memulai hubungan open marriage ada baiknya untuk mengutarakan terlebih dahulu alasan mengapa menginginkan hubungan tersebut. Ini agar tidak ada kesalahpahaman antara suami dan istri.
Melansir dari laman Healthline, open marriage bisa terjadi karena ada faktor perasaan yang terpuaskan ketika melakukan hubungan ini.
Selain itu, alasan lain adalah karena keinginan untuk mengeksplor hasrat seksual dengan orang lain.
Kebanyakan pelaku hubungan open marriage percaya bahwa dengan melakukan hubungan ini bisa membantu membawa kebahagiaan, kepuasan, dan cinta yang semakin kuat di antara suami istri.
Hubungan open marriage bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu ada komitmen dan persetujuan di antara pihak-pihak yang bersangkutan.
Baca Juga: Rahasia Durasi Seks Tahan Lama, Terapkan 6 Cara Ini untuk Seks Lebih Membara
Maka dari itu, landasan penting dari open marriage adalah untuk menjaga komitmen atau perjanjian yang telah disetujui bersama.
Open marriage juga tentunya bisa memancing rasa cemburu antar pasangan, maka, penting untuk menetapkan aturan sebelum mempertimbangkan apakah bisa untuk menjaga batasan masing-masing pasangan.
Jangan lupa juga untuk mengutarakan perasaan sebelum dan setelah melakukan hubungan ini dengan pasangan. Hal tersebut berguna sebagai proses evaluasi dalam hubungan open marriage.
Sehingga, pasangan mengetahui hal apa yang mereka sukai dan bisa membantu untuk lebih mengenal pasangan dalam hubungan seksual.
Karena semakin berkembangnya zaman, open marriage ini banyak diterapkan dalam hubungan pernikahan. Banyak juga buku-buku ataupun website yang membahas tentang pernikahan terbuka ini.
Tentu saja, semua bisa digunakan sebagai bahan referensi untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan hubungan open marriage dalam rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News