MOMSMONEY.ID - Cinta tak selalu sesederhana rasa suka atau sayang. Di balik momen romantis, psikologi menyimpan fakta-fakta menarik tentang cinta yang sering tidak disadari pasangan.
Februari yang identik dengan bulan kasih sayang menjadi waktu yang tepat untuk melihat cinta dari sudut pandang berbeda.
Psych Central mendefinisikan cinta sebagai emosi kasih sayang yang kuat, kelembutan, atau pengabdian terhadap subjek atau objek.
Saat Anda mencintai seseorang, Anda merasakan sensasi menyenangkan di hadapannya dan peka terhadap reaksinya terhadap Anda.
Penelitian dari tahun 2022 menunjukkan bahwa sistem dopaminergik di otak adalah sumber cinta.
Namun, beberapa fakta ini bisa membuat Anda bertanya, apakah yang dirasakan selama ini benar-benar cinta? Berikut fakta psikologis tentang cinta yang jarang diketahui.
Baca Juga: Akhiri Masa Lajang, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menarik Pasangan Ideal Anda
Detak jantung sama
Bagi pasangan yang menjalin hubungan romantis ternyata bisa memiliki detak jantung sama dengan pasangannya.
Fakta ini dibuktikan dari penelitian mahasiswa dari University of California, yang dilansir dari laman The Active Times, menyatakan, jika kedua orang yang saling jatuh cinta akan memiliki detak jantung dengan irama yang sama.
Merasakan kupu-kupu
Butterfly in stomach merupakan salah satu tanda psikologis seseorang sedang dalam tahap jatuh cinta. Merasa geli pada bagian perut merupakan tanda yang kerap disebut dengan kupu-kupu beterbangan di perut.
Hal tersebut ternyata secara psikologis disebabkan karena adanya adrenalin yang meningkat di tubuh. Yang kemudian, membuat tubuh berada dalam situasi psikologis yang disebut dengan respons fight or flight.
Susah makan
Jatuh cinta dapat membuat seseorang kehilangan nafsu makan dan juga susah tidur. Tentu saja hal tersebut dikarenakan adanya keinginan untuk memikirkan orang lain yang disuka atau pasangan.
Fakta tersebut didukung juga dari hal yang dilansir dari laman The Active Times, bahwa saat sedang jatuh cinta produksi hormon dopamin, hormon kesenangan, akan meningkat. Sehingga, euphoria yang dirasakan akan menurunkan nafsu makan hingga insomnia.
Baca Juga: 6 Ciri Orang Kesepian yang Sering Disepelekan, Suka Belanja Salah Satunya
Healing pakai pelukan
Berpelukan dengan pasangan menurut laman Bored Panda juga bisa membantu produksi hormon oxytocin atau yang disebut dengan hormon cinta meningkat dan meningkatkan bonding antar pasangan.
Sehingga ketika pasangan berpelukan atau hanya sekadar melihat foto dari orang yang dicintai, hormon oxytocin akan dilepaskan dan membantu meredakan sakit kepala ataupun sakit lainnya.
Mempengaruhi tubuh
Cinta dapat melakukan lebih dari sekadar membantu menjalin ikatan dengan orang lain. Bahkan dapat berdampak pada kesehatan fisik.
Cinta dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda. Sebuah studi tahun 2019 pada laman Psych Central menemukan, jatuh cinta mengakibatkan perubahan sistem kekebalan yang mirip dengan respons protektif terhadap infeksi virus.
Ini mungkin juga melindungi terhadap kanker, menurut sebuah penelitian pada tahun 2021, jaringan dari tikus yang memiliki ikatan berpasangan lebih kecil kemungkinannya untuk menumbuhkan tumor dibanding jaringan dari tikus yang gangguan pada ikatan pasangannya.
Nah, itulah tadi beberapa fakta psikologis unik tentang cinta yang jarang disadari pasangan kekasih. Menarik, kan?
Selanjutnya: Tax Ratio Indonesia Semakin Jeblok
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News