M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Emas Spot Lampaui US$ 2.400, Rekor Harga Penutupan Tertinggi

Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga emas dunia mengakhiri pekan ini di level penutupan tertinggi sepanjang masa. Aset safe haven naik 2,32% sepekan ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (17/5), harga emas melompat 1,6% dibandingkan hari sebelumnya ke level US$ 2.415,22 per troi ons. Dengan kenaikan sepekan ini, harganya terakumulasi naik 17% pada tahun ini.

Emas menuju puncak harga tertinggi intraday yang ditorehkan pada April lalu, ketika menyentuh US$ 2.431,29 per troi ons.

Kenaikan harga emas terdongkrak oleh langkah stimulus China dan harapan penurunan suku bunga AS. Emas bergerak lebih tinggi meskipun dollar dan imbal hasil (yield) US Treasury meningkat.

"Saya pikir dalam hal ini, stimulus China telah membantu, karena kita juga melihat logam dasar lainnya berkinerja sangat baik," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Sekuritas, melansir Reuters, Jumat (18/5).

Baca Juga: Harga Emas Spot Berpotensi Jauhi Level Tertinggi

Pasar terangkat setelah Tiongkok, konsumen utama logam industri dan emas, mengumumkan langkah-langkah bersejarah untuk menstabilkan sektor properti yang terkena krisis.

Selain itu, menurut Melek, pada akhirnya emas merespons gagasan bahwa inflasi AS mungkin terkendali. Pembicaraan apa pun mengenai suku bunga tinggi yang berkepanjangan akan dimitigasi.

Para pedagang kini memperkirakan pemotongan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin pada tahun ini, dengan bulan November sebagai titik awal yang paling memungkinkan.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 11.000 per Gram Hari Ini, Jumat 17 Mei 2024

Di dalam negeri, harga emas fisik Antam merespons kenaikan harga emas spot kemarin. Mengutip logammulia.com, Sabtu (18/5), harga emas Antam pecahan 1 gram dibanderol Rp 1,35 juta, naik Rp 7.000 dibandingkan harga kemarin.

Enam hari terakhir, harga logam mulia Antam telah naik senilai Rp 17.000.

Dus, harga beli kembali atau buyback emas Antam pada hari ini mengekor naik Rp 7.000 menjadi Rp 1,241 juta per gram. Ini acuan harga apabila Anda menjual emas Antam pada hari ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​