MOMSMONEY.ID - Akhir-akhir ini, lipstick effect menjadi istilah yang hangat diperbincangkan.
Bagaimana tidak? Di tengah kondisi ekonomi yang sedang bergejolak, inflasi meninggi, nilai tukar rupiah tertekan, dan banyak orang mulai mengencangkan ikat pinggang, fakta di lapangan justru menunjukkan pemandangan yang kontradiktif.
Kafe tetap penuh, mall masih ramai pengunjung, dan antrean kopi kekinian tak pernah surut.
Baca Juga: Ekonomi Bergejolak: Dompet Terancam? 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Bertahan Hidup
Fenomena inilah yang secara psikologis dan ekonomis dikenal dengan lipstick effect. Lalu, apa sebenarnya lipstick effect itu?
Dikutip dari www.investopedia.com, efek lipstik menggambarkan tren konsumen di mana orang cenderung membeli kemewahan kecil saat ekonomi sedang terpuruk.
Ini adalah cerminan dari efek pendapatan dan substitusi. Ketika pendapatan turun, konsumen melupakan pembelian barang mewah yang harganya tinggi, seperti mobil, rumah, hingga tas branded.
Justru menggunakan sisa pendapatan mereka yang telah berkurang untuk membeli barang-barang mewah yang lebih kecil dan terjangkau. Misalnya saja ngopi di kafe kekinian, nonton film di bioskop, beli skincare, dan sebagainya.
Baca Juga: Efek Dollar Naik: Rupiah Anjlok, Ini 4 Dampak Nyata ke Kantong Anda
Inilah mengapa restoran cepat saji, kedai kopi, dan mall biasanya justru berjalan dengan baik di tengah resesi ekonomi.
Dampak lipstick effect
Kemunculan fenomena lipstick effect ini memberikan dampak pada perekonomian masyarakat. Berikut beberapa dampaknya sebagaimana dikutip dari www.treasury.id:
1. Inovasi dan adaptasi bisnis
Adanya lipstick effect membuat perusahaan harus berinovasi dan menyesuaikan produk atau jasa mereka untuk kebutuhan konsumen yang mengalami perubahan.
Di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak, konsumen akan lebih memilih produk yang memiliki nilai lebih, baik itu harga maupun manfaatnya.
Perusahaan pun mulai memutar otak untuk melakukan strategi pemasaran yang tepat. Di mana produk tersebut bisa meningkatkan kualitas hidup konsumen di tengah masa sulit perekonomian.
Baca Juga: Asia Records Beri Penghargaan Perusahaan di Asia, Gojek hingga Wardah Masuk Daftar
2. Pengalihan minat investor
DI tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, para investor akan mencari aset yang menguntungkan dan juga stabil. Untuk fenomena lipstick effect ini, investor biasanya akan memilih untuk meletakkan dananya di perusahaan yang aman dan tahan dengan fluktuasi.
3. Memperkuat ketahanan ekonomi
Dampak lipstick effect berikutnya adalah memperkuat ketahanan ekonomi. Di mana saat masyarakat belanja produk-produk kecil yang baginya bisa memuaskan dan membahagiakan, maka secara tidak langsung sudah memunculkan permintaan yang stabil di sektor industri.
Sektor tersebut akan mendapatkan keuntungan dan memerlukan tenaga kerja tambahan. Dengan begitu, terbukalah lapangan pekerjaan.
Jadi, jangan tertipu oleh keramaian mall dan kafe saat ekonomi sedang sulit. Bukan berarti ekonomi sedang baik-baik saja, melainkan itulah wajah nyata dari lipstick effect. Sebuah pelipur lara kecil bagi masyarakat yang sedang berusaha tetap waras di tengah krisis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News