M O M S M O N E Y I D
AturUang

Ekonomi Bergejolak: Dompet Terancam? 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Bertahan Hidup

Ekonomi Bergejolak: Dompet Terancam? 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Bertahan Hidup
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Tips mengelola keuangan di tengah gejolak ekonomi kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak. Apalagi di tengah kenaikan dollar yang membuat rupiah semakin terhimpit.

Saat ini, Indonesia sedang berada dalam tekanan ekonomi yang sangat tidak stabil. Inflasi merangkak naik, harga kebutuhan pokok berfluktuasi, dan daya beli masyarakat tergerus. 

Hari ini, Rabu, 20 Mei 2026, nilai tukar dollar Amerika Serikat secara mengejutkan menyentuh angka Rp 17.739,35.

Baca Juga: Efek Dollar Naik: Rupiah Anjlok, Ini 4 Dampak Nyata ke Kantong Anda

Lonjakan ini bukan sekadar angka di papan kurs, melainkan pukulan langsung terhadap dompet harian. Harga barang impor melambung, biaya produksi meningkat, dan tabungan yang dulu terasa aman kini cepat tergerus.

Dalam kondisi seperti ini, tips mengelola keuangan yang biasa kita anggap sederhana, seperti mencatat pengeluaran atau memisahkan kebutuhan dan keinginan, harus naik kelas menjadi strategi bertahan hidup.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Berikut beberapa tips mengelola keuangan di tengah naiknya dollar yang perlu Anda terapkan, dikutip dari mediakeuangan.kemenkeu.go.id:

Baca Juga: Kombinasi Tekanan Domestik, Risiko Terburuk Rupiah Tembus Rp 18.000 per dollar

1. Mengamankan dana darurat

Hal yang perlu Anda lakukan adalah mengamankan dana darurat. Karena inilah prioritas pribadi Anda di tengah gejolak ekonomi yang tidak stabil.

Adanya dana darurat adalah sebagai penolong di saat Anda dalam kondisi mendesak. Jika Anda sudah berkeluarga, usahakan untuk menyisakan sekitar lima persen dari penghasilan setiap bulannya untuk dana darurat.

2. Mengoptimalkan asuransi

Kondisi kesehatan seseorang memang terkadang tidak terduga. Namun, penting untuk mengoptimalkan asuransi yang Anda miliki.

Jika Anda sudah memiliki BPJS Kesehatan dan dirasa perlu mendapatkan perlindungan yang lebih, maka tidak ada salahnya untuk menambah asuransi kesehatan Anda.

Di samping itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan. Hal ini adalah bentuk pencegahan agar tubuh Anda tetap sehat. Misalnya dengan olahraga rutin, mengonsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.

Baca Juga: Rupiah Anjlok! Posisi ke-5 Mata Uang Terlemah Dunia pada 2026, Ini Daftarnya

3. Jangan menambah utang

Tips mengelola keuangan berikutnya adalah jangan menambah utang di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil seperti ini. 

Jika Anda ingin membeli suatu barang dengan harga yang lumayan mahal, akan lebih baik jika Anda bersabar dengan menabung daripada memanfaatkan pinjaman.

Jika Anda tidak memiliki utang, maka prioritaskan cicilan yang sedang Anda jalani saja, misalnya saja cicilan KPR dan jangan menambah utang baru yang justru akan membebani keuangan Anda.

4. Cek biaya langganan

Coba Anda cek kembali langganan apa yang Anda jalankan setiap bulannya. Meski bulanan, namun hal ini tetap akan berpengaruh pada keuangan Anda.

Pengecekan ini bertujuan untuk mempertimbangkan kembali langganan mana yang benar-benar digunakan dan mana yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Dengan begitu, pengeluaran langganan Anda setiap bulannya menjadi lebih efisien karena sesuai dengan kegunaan yang jelas.

Baca Juga: Asing Catatkan Net Buy, Saham Komoditas Ini Paling Banyak Dibeli (19/5)

5. Disiplin menabung dan investasi

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, maka Anda perlu untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menabung dan berinvestasi.

Alangkah baiknya jika 10% penghasilan bulanan Anda untuk ditabung dan investasi. Dana itulah yang menjadi persiapan dengan beragam kebutuhan Anda di masa depan.

Misalnya saja membeli rumah, pendidikan, dana pensiun, dan sebagainya. Sedangkan untuk investasi, sebaiknya pilih investasi dengan risiko yang rendah, seperti emas, reksadana, dan Surat Berharga Negara (SBN).

Di tengah ketidakpastian yang terus bergerak, hanya mereka yang disiplin menerapkan tips mengelola keuangan yang bisa tetap menjaga stabilitas, melindungi keluarga dari krisis, dan tetap survive tanpa harus panik menghadapi badai ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Moms Bisnis Makanan Siap Saji Masih Punya Potensi Besar

Potensi bisnis makanan siap saji tersebut terlihat dari data BPS yang menyebutkan makin banyak masyarakat mengeluarkan dana untuk makan di luar.

Harga Buyback Emas Hari Ini Kompak Naik, Antam Tertinggi Rp 2,37 Juta

Harga buyback emas hari ini, Jumat, 16 Oktober 2026, kompak naik. Buyback emas Antam tetap tertinggi.

Cek Prakiraan Cuaca Banten di Akhir Pekan, Hujan Guyur Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca Banten pada Sabtu (17/10/2026) dan Minggu (18/10/2026) didominasi cuaca cerah dan berawan.

Ramaikan Industri Musik, Solois Igan Baswara Rilis Single Baru Ikut Aku Pulang

I Gusti Agung Ngurah Andhika Baswara Dewa ini kembali menunjukkan kematangannya dalam bermusik lewat perilisan single "Ikut Aku Pulang".

Cuaca DKI Jakarta di Akhir Pekan Diramal Cerah, Begini Suhunya

BMKG memperkirakan cuaca di akhir pekan ini, Sabtu (17/10/2026) dan Minggu (18/10/2026) akan didominasi cuaca cerah. ​

Penyematan Barcode di Produk UMKM Permudah Tembus Pasar Ekspor

Kemendag dan Hippindo sudah memfasilitasi pemberian barcode terhadap sebanyak 4.100 produk UMKM untuk bisa tembus pasar ritel modern.

Imbas Reklasifikasi MSCI ke Pasar Saham & Obligasi, Begini Saran Strategi Portofolio

Mirae Asset Sekuritas menyarankan pendekatan yang lebih selektif di tengah volatilitas pasar yang tinggi. 

Harga Emas Dunia Stabil di US$ 4.180, Pasar Cerna Sinyal Terbaru The Fed

Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh meredakan spekulasi kenaikan suku bunga pada Oktober, meski inflasi AS membayangi pergerakan harga emas.

Masih Ada Hujan, Simak Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu (17/10)

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan akan turun di Enrekang Sulawesi Selatan dengan suhu udara berada di kisaran 19–26 °C.

Kalori Dubai Chewy Cookie Ternyata Setara Semangkuk Nasi lo, Awas Risiko Obesitas

Mengombinasikan krim pistachio, kunafa, dan marshmallow, kalori Dubai Chewy Cookie tergolong padat gula dan lemak. Ini dampaknya buat kesehatan.