MOMSMONEY.ID - Tampil prima selama beberapa hari lalu, rupanya indeks harga saham gabungan (IHSG) di akhir pekan ditutup loyo. Pada penutupan perdagangan Jumat (6/8), IHSG turun 0,03% atau 1,99 poin ke 6.203,43.
Dari data perdagangan saham, tercatat 11 indeks sektoral, yang mana empat sektor yang menguat hingga tutup pasar. Sektor itu adalah, sektor teknologi yang melesat 3,16%. Sektor perindustrian menguat 1,02%. Sektor barang konsumsi primer menguat 0,43%. Sektor barang konsumsi nonprimer menguat 0,40%.
Sisa tujuh indeks sektoral lainnya turun di akhir perdagangan hari ini. Ada Sektor keuangan mencatat penurunan paling dalam, yakni 0,86%. Sektor kesehatan melemah 0,52%. Sektor transportasi dan logistik turun 0,30%. Sektor properti dan real estat tergerus 0,16%. Sektor energi terkoreksi 0,09%. Sektor infrastruktur dan barang baku melemah masing-masing 0,04% dan 0,03%.
Untuk total volume transaksi di bursa mencapai 27,82 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 15,90 triliun. Sebanyak 262 saham turun harga. Ada 214 saham yang menguat dan 171 saham flat.
Baca Juga: 5 Kunci Sukses Bangun Bisnis ala Pemilik Dapur Solo
Asrul Huni, CSA, Analis Teknikal PT Ciptadana Sekuritas, mengatakan pelemahan IHSG di akhir perdagangan hanya disebabkan faktor ambil untung atau profit taking. Dan penurunan IHSG juga terbilang tipis karena terjadi koreksi teknikal.
Awal perdagangan mendatang, Asrul meyakini aada potensi IHSG menguat. Hal ini karena pergerakan IHSG minggu ini berhasil menembus resistance line dan keluar dari fase konsolidasinya sejak bulan Juni 2021.
"Hal ini mengindikasikan peluang arah indeks membentuk tren bullish untuk jangka menengah menuju level resistance yaitu 6.395 dan harga tertinggi tahun ini 6.505," ujarnya, Jumat (6/8).
Sentimen positif lain yang mempengaruhi IHSG pekan depan yaitu pengumuman pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang tumbuh 7,0% (YoY), dan 3,31 secara kuartalan. Di sisi lain, rupiah juga menguat terhadap dolar.
"Kalau faktor eksternal, data ekonomi di Amerika Serikat (AS) yaitu producer price index (PPI)," ungkapnya.
Asrul memproyeksikan hari Senin, (9/8) akan bergerak di rentang 6.166 dan 6.395.
Baca Juga: Seberapa Menarik Saham Bukalapak?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News