BisnisYuk

Digitalisasi Asia Tenggara Terkendala Penipuan, Ini Solusi dari 1datapipe

Digitalisasi Asia Tenggara Terkendala Penipuan, Ini Solusi dari 1datapipe

MOMSMONEY.ID - Pertumbuhan ekonomi digital yang pesat di Asia Tenggara, 1datapipe menyatakan, membawa tantangan besar bagi sektor keuangan, yakni peningkatan kasus penipuan digital.

Carey Anderson, CEO 1datapipe, menekankan, meskipun transformasi digital membawa keuntungan besar, ancaman penipuan kini semakin merajalela. 

Menurut laporan TransUnion, upaya penipuan di kawasan Asia Tenggara meningkat 65% dalam dua tahun terakhir, dengan penipuan identitas sintetis menjadi yang paling berkembang.

"Negara-negara seperti Thailand, Filipina, dan Indonesia mengalami tingginya penipuan akibat celah dalam sistem verifikasi identitas nasional," kata Anderson dalam keterangan resmi, Kamis (27/3).

Baca Juga: Riset Ipsos: Transaksi Bank Digital Tahun Ini bakal Tumbuh 52,3%

Penipuan identitas sintetis, yang menggabungkan data asli dengan informasi palsu untuk menciptakan identitas baru, kini menjadi ancaman utama.

Modus operandi ini memungkinkan pelaku penipuan untuk melakukan transaksi kecil, menghindari deteksi, dan akhirnya menyebabkan kerugian besar bagi lembaga keuangan.

Anderson menyebutkan, masalah terbesar adalah kurangnya data identitas berkualitas yang terus-menerus diverifikasi.

"Tanpa data yang tepat, lembaga keuangan berjuang melawan penipuan tanpa arah yang jelas," imbuhnya. 

Thailand, dengan sektor perbankan digital yang berkembang pesat, mencatatkan kerugian signifikan akibat penipuan.

Baca Juga: Atasi Kejahatan Digital, Bank Neo Ajak Masyarakat Terapkan 5 Langkah Cyber Hygiene

Di Filipina, banyak orang dewasa yang belum memiliki akses perbankan, membuat mereka rentan terhadap penipuan fintech. Singapura juga menjadi target utama sindikat internasional dengan peningkatan kasus pengambilalihan akun.

Untuk melawan ancaman ini, Anderson mengusulkan solusi berbasis intelijen identitas yang lebih kuat

"Lembaga keuangan harus berinvestasi pada data identitas yang terstruktur, terus diverifikasi, dan sulit dimanipulasi oleh pelaku penipuan," ungkapnya.

Ke depannya, ekonomi digital Asia Tenggara akan bergantung pada penguatan sistem verifikasi identitas yang canggih dan terintegrasi untuk mencegah kerugian finansial dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Selanjutnya: Asuransi Kredit Fintech Lending Segera Hadir, Ini Skema yang Dikaji

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Survei KG Media