M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Deloitte Perkuat Transformasi Audit Global lewat Generative AI dan Agen Cerdas

Deloitte Perkuat Transformasi Audit Global lewat Generative AI dan Agen Cerdas
Reporter: Muhammad Alief Andri  |  Editor: Muhammad Alief


MOMSMONEY.ID - Deloitte mengumumkan pembaruan besar pada platform audit berbasis cloud mereka, Omnia.

Pembaruan ini dengan menyematkan sederet kapabilitas baru berbasis kecerdasan buatan atau AI termasuk teknologi generative AI (GenAI) dan jaringan agen cerdas (agentic AI).

Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat pengalaman audit secara global dan menjawab kebutuhan klien yang kian dinamis di tengah lanskap bisnis yang cepat berubah.

Lee Boon Teck, Managing Partner Regional Audit & Assurance Deloitte Southeast Asia, mengatakan, AI merupakan pemacu kuat dalam mendorong inovasi di profesi audit.

Melalui investasi berkelanjutan dalam teknologi yang canggih dan adaptif, Deloitte memberdayakan para profesional untuk memperluas cakupan dan kedalaman kapabilitas mereka.

Yakni, "Dalam menghadapi dinamika kebutuhan yang terus berkembang, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kualitas dan kepercayaan," ujarnya  dalam siaran pers, Rabu (30/7).

Baca Juga: Cara Mengenali Gambar Buatan AI yang Membanjiri Internet di Tahun 2025

Transformasi teknologi ini menyentuh langsung jantung proses audit. Dengan bantuan GenAI, auditor kini dapat menelaah dokumen lebih cepat dan memberikan masukan untuk memperbaiki kejelasan serta konsistensi isinya.

Proses navigasi dalam laporan keuangan juga dibuat lebih luwes, memungkinkan auditor menelusuri informasi spesifik dan mengajukan pertanyaan mendalam dalam waktu yang lebih singkat.

Kemampuan mengekstrak dan merangkum informasi dari dokumen-dokumen kompleks pun menjadi lebih efisien, mempercepat proses penyusunan kesimpulan audit yang solid.

Tak hanya itu, GenAI juga mendukung penyusunan dokumen lanjutan seperti memo audit dan komunikasi akuntansi. Fitur riset yang diperbarui membuat auditor dapat merespons isu teknis secara cepat, bahkan menyederhanakan topik akuntansi yang rumit.

Di saat yang sama, Deloitte juga tengah mengembangkan teknologi untuk mengidentifikasi potensi risiko dari sumber informasi eksternal, guna memperkuat pendekatan audit yang lebih proaktif.

Omnia sendiri bukan nama baru dalam ekosistem audit Deloitte. Sejak diluncurkan pada 2015, platform ini telah digunakan secara luas oleh lebih dari 85.000 profesional audit dan assurance di seluruh dunia.

Baca Juga: Daftar Pekerjaan yang Terancam Hilang dengan Kehadiran Kecerdasan Buatan di 2025

Tahun lalu, Omnia bahkan diganjar penghargaan AI Innovation Initiative of the Year’ dari International Accounting Forum and Awards berkat pengembangan kapabilitas GenAI-nya.

Dalam tahun pertama peluncuran chatbot internal berbasis AI, tercatat lebih dari tiga juta permintaan yang masuk dari para profesional audit Deloitte secara global.

Salah satu langkah strategis Deloitte dalam perluasan ini adalah peluncuran Global Agentic Network, jaringan agen AI siap pakai yang dirancang untuk membantu praktisi dalam menyusun strategi penerapan teknologi AI berskala besar bagi klien.

Agen-agen digital ini bekerja seperti spesialis virtual: menjalankan tugas spesifik, mengingat konteks penting, dan bahkan berkolaborasi satu sama lain dalam sistem yang saling terhubung.

Deloitte menyebut bahwa seluruh pengembangan AI ini tetap berpijak pada kerangka kerja Trustworthy AI, yang menjamin tata kelola, kepatuhan, dan kontrol sepanjang siklus hidup teknologi, sekaligus menjaga kepercayaan pengguna.

"Platform Omnia merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memberdayakan talenta audit," kata Juntira Juntrachaichoat, Audit & Assurance Transformation Leader Deloitte Southeast Asia.

Yaitu, dengan solusi yang melengkapi keahlian mereka dan mendukung mereka untuk terus unggul dalam lingkungan yang dinamis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Thailand Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Final, Segel 2 Gelar Juara

Hasil Thailand Masters 2026 Babak Semifinal Sabtu (31/1), 6 wakil Indonesia menembus partai final dan menyegel 2 gelar juara.

Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Volatilitas tinggi menandakan pasar belum sepenuhnya tenang setelah gelombang jual atau likuidasi besar. 

Aset Kripto Ini Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers saat Pasar Rontok

Kripto Canton, salah satu yang bertahan naik dan menghuni kripto top gainers 24 jam terakhir.       

Harga Emas Pekan Ini Ditutup Ambles di bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!

Pada perdagangan intraday Jumat, emas sempat ambles 12%, penurunan terbesar dalam empat dekade atawa awal 1980-an.

Musikal Perahu Kertas Resmi Berlayar, Tampil hingga 15 Februari di Ciputra Artpreneur

Musikal Perahu Kertas resmi berlayar, tampil hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur Jakarta dengan total 21 pertunjukan.​

Samsung Galaxy A55: Desain Mewah Mirip S24, Performa Ngebut di Kelas Menengah

Samsung Galaxy A55 hadir dengan desain bingkai logam dan layar OLED adaptif 120Hz, sangat mirip S24+.  

7 Khasiat Konsumsi Buah Melon untuk Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa

Ternyata ini, lho, khasiat konsumsi buah melon untuk kesehatan tubuh yang luar biasa. Apa saja?        

Rekomendasi HP Kamera 200 MP: Pilihan Terbaik Januari 2026, Foto Sejernih DSLR

HP kamera 200 MP menjanjikan lompatan kualitas foto. Ketahui bagaimana teknologi ini akan mengubah pengalaman fotografi Anda.

Harga Emas Antam Sabtu 31 Januari 2026 Turun

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.860.000 Sabtu (31/1/2026), turun Rp 260.000 dibanding harga Jumat (30/1/2026).

Anjlok Parah Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Sabtu (31/1/2026)

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Sabtu (31/1/2026) kompak turun. Emas Galeri 24 1 gram jadi Rp 3.171.000, emas UBS Rp 3.186.000