M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Perang Iran Pecah, Saham Energi dan Emas Akan Melambung?

Perang Iran Pecah, Saham Energi dan Emas Akan Melambung?
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Media pemerintah Iran telah mengonfirmasi pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal setelah serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel. 

Serangan terhadap Iran juga turut membahayakan calon pengganti potensial. Kini Iran masuk masa transisi yang krusial. 

Di tengah eskalasi konflik, Iran menutup Selat Hormuz, jalur pengangkutan paling strategis dunia. Mengutip Aljazeera, jalur ini menjadi rute pengangkutan sekitar 30% pasokan migas dunia. Jalur ini juga juga membawa sekitar 20% pasokan bahan bakar jet, serta 16% bensin dan naphta. 

Serangan terhadap Iran sebagai salah satu raksasa migas dunia dan ditutupnya Selat Hormuz akan mempengaruhi saham-saham minyak dunia, tak terkecuali di Indonesia. 

Tim Riset Sinarmas Sekuritas menyebutkan, harga minyak mentah diperkirakan bisa melonjak signifikan jika konflik terus meluas. Selat Hormuz adalah "urat nadi" energi dunia dengan 20% pasokan minyak dan 25% LNG (gas) dunia lewat setiap harinya. 

Hal ini diperkirakan bisa mempengaruhi saham-saham migas dan pendukungnya di bursa seperti PT Medco Energi Internasional (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).

Katalis untuk harga emas

Emas, sebagai aset lindung nilai juga diyakini akan terus menguat. Saat perang pecah, investor kabur ke emas untuk mengamankan aset mereka dari ketidakpastian. Sementara harga perak atau silver mengekor penguatan emas sebagai aset pelapis. 

Saham yang bisa diperhatikan investor antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)  

Dampak ke komoditas lain

Tim Riset Sinarmas Sekuritas memperkirakan, eskalasi perang di Timur Tenah pada 1 Maret 2026 ini menciptakan efek domino ke berbagai industri lainnya. Gangguan pada jalur perdagangan Selat Hormuz akan memicu lonjakan biaya energi. Komoditas lain yang terdampak antara lain:

1. Baja (Steel).  Iran adalah produsen baja besar dunia (31 juta ton/tahun), kini terancam terganggu akibat serangan udara.
2. Batu Bara (Coal): Batu bara menjadi substitusi energi saat harga minyak dan gas dunia meledak
3. Tembaga (Copper): kekhawatiran gangguan distribusi global akibat konflik
4. CPO (Kelapa Sawit): Harga CPO bisa ikut naik karena sering kali bergerak searah dengan kenaikan harga minyak bumi (sebagai bahan baku biodiesel).
 
Dampak negatif juga akan berimbas pada sektor perbankan dan properti, yang terkena risiko kenaikan inflasi yang bisa memicu suku bunga tinggi. 

Dampak ke Indonesia secara keseluruhan juga perlu diwaspadai.  "Kenaikan harga minyak dunia berisiko menekan APBN dikarenakan potensi lonjakan harga BBM subsidi dan non-subsidi (seperti Pertalite dan Solar)," tulis riset Sinarmas Sekuritas. 

Dengan riset ini, Sinarmas Sekuritas tidak mengajak untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investor bisa mempertimbangkan hal ini sebagai informasi sebelum mengambil keputusan investasi. Namun, keuntungan dan risiko dari keputusan investasi ada di tangan masing-masing. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.