M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ramadan Bikin Mudah Impulsif di Media Sosial, Begini Penjelasan Psikolog

Ramadan Bikin Mudah Impulsif di Media Sosial, Begini Penjelasan Psikolog
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Ramadan dikenal sebagai bulan menahan diri. Namun, di ruang digital, banyak orang justru lebih cepat bereaksi. Jempol gesit berkomentar, emosi mudah terpancing, bahkan sebelum informasi dipahami utuh.

Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat, masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas rata-rata menghabiskan 7 jam 22 menit per hari di internet. Dalam arus secepat ini, respons instan terasa normal.

Psikolog Klinis Rika Ermasari, S.Psi. dari ACC menjelaskan, paparan digital yang intens membuat otak mengalami overstimulasi.

“Paparan digital yang intens membuat otak mengalami overstimulasi sehingga rentang perhatian menjadi lebih pendek,” ujarnya dalam keterangan resmi Senin (2/3). 

Banyaknya keputusan kecil seperti scroll, klik, atau balas komentar juga memicu decision fatigue.

“Saat energi menurun, kapasitas mental ikut turun sehingga keputusan lebih mudah didasari emosi dan menjadi lebih impulsif,” jelas Rika.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Newsfluencer, Wajah Baru Pemberitaan di Era Media Sosial

Kondisi puasa, mulai dari perubahan jam tidur hingga fluktuasi emosi, bisa membuat respons makin emosional, termasuk mudah terpancing isu viral atau tergoda promo.

Agar tidak reaktif, Rika menyarankan beberapa langkah sederhana:

  1. Berhenti sejenak sebelum klik atau kirim

  2. Tarik napas perlahan saat emosi naik

  3. Lakukan peregangan singkat

  4. Tunda share atau checkout beberapa detik

“Refleksi membutuhkan jeda. Dengan memberi ruang untuk berhenti sejenak sebelum bertindak, kita membantu diri kembali lebih sadar dan tidak semata reaktif,” tutupnya.

Di tengah budaya serba cepat, kemampuan untuk berhenti justru jadi kunci kendali, termasuk saat Ramadan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.