MOMSMONEY.ID - Kemampuan berbahasa Inggris kini bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar anak untuk menghadapi dunia global.
Salah satu ajang yang kerap menjadi tolok ukur penguasaan bahasa Inggris anak adalah Kompetisi Nasional Spelling Bee yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-18.
Diselenggarakan di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (10/1), kompetisi ini menjadi ajang perdana English 1 setelah melakukan rebranding dari EF Kids & Teens.
Dari ajang ini, orang tua bisa belajar sejumlah pendekatan yang relevan untuk mendampingi anak agar semakin mahir berbahasa Inggris.
Baca Juga: Dari Permainan hingga Proyek Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengatur Uang
Berikut langkah-langkah yang bisa dipetik dari penyelenggaraan Spelling Bee Nasional ke-18:
1. Mengenalkan bahasa Inggris lewat Tantangan, bukan tekanan
Spelling Bee bukan sekadar lomba mengeja kata, tetapi sarana melatih anak menghadapi tantangan secara bertahap.
Proses seleksi dimulai dari tingkat regional hingga nasional, sehingga anak terbiasa belajar konsisten dan terukur.
Tahun ini, sebanyak 19.500 murid dari 58 kota mengikuti kompetisi regional, sebelum akhirnya 1.300 murid terpilih ke tingkat nasional.
Pendekatan ini menunjukkan, pembelajaran bahasa Inggris akan lebih efektif jika dikemas sebagai proses bertahap dan menantang, bukan paksaan.
2. Membiasakan anak berkompetisi secara sehat sejak dini
Kompetisi membantu anak belajar percaya diri, fokus, dan berani tampil.
Menurut President Director English 1 Matthew Kenley, Spelling Bee bukan sekadar ajang lomba semata.
“Tahun ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah momen penting yang menandai awal dari era baru English 1. Setelah tiga dekade hadir sebagai EF Kids & Teens, kami membawa energi baru, cara pandang baru, dan komitmen yang lebih kuat untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi dunia global,” ungkap Matthew Sabtu (10/1).
Lingkungan kompetitif yang sehat membuat anak lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun sosial di masa depan.
Baca Juga: 30 Ucapan Selamat Kelahiran Anak Laki-Laki dan Perempuan dalam Bahasa Inggris
3. Mengaitkan prestasi bahasa dengan pengakuan akademik
Salah satu terobosan penting dalam Spelling Bee ke-18 adalah pendaftaran sertifikat pemenang ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Academic Operations Manager English 1 Chris Patton menjelaskan, pengakuan ini memberi nilai tambah nyata bagi anak.
“Pendaftaran sertifikat peserta ke Puspresnas adalah terobosan terbesar kami tahun ini. Dengan pengakuan resmi ini, sertifikat kompetisi nasional Spelling Bee dari English 1 berada pada level yang sama dengan sertifikat kompetisi prestasi lain yang tercatat di Puspresnas,” ujarnya.
Menurut Chris, sertifikat ini dapat dimanfaatkan untuk jalur prestasi, seleksi sekolah, hingga peluang beasiswa di masa depan.
4. Memberi pengalaman belajar di luar kelas
Ajang seperti Spelling Bee memperluas pengalaman belajar anak di luar ruang kelas.
Anak tidak hanya menghafal kosakata, tetapi juga belajar mengelola emosi, fokus di bawah tekanan, serta tampil di depan publik.
Ini menjadi pengingat bagi orang tua bahwa pembelajaran bahasa Inggris tidak selalu harus terbatas pada buku dan ujian tertulis.
Baca Juga: 5 Podcast Belajar Bahasa Inggris yang Bikin Anda Mahir Seperti Penutur Asli
5. Melibatkan ekosistem pendukung anak
Spelling Bee Nasional ke-18 juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari orang tua, sponsor, hingga mahasiswa sebagai relawan. Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita menilai kolaborasi ini memberi dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
“Inisiatif ini tidak hanya memperkuat acara, tetapi juga membuka ruang pembelajaran baru bagi generasi muda yang tertarik pada dunia pendidikan dan manajemen acara,” jelas Rhea.
Lingkungan belajar yang suportif membantu anak berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga sosial.
6. Memberi akses merata untuk anak dari berbagai daerah
Dengan 123 center dan 95 ribu murid aktif, jangkauan English 1 terus meluas Hal ini memungkinkan lebih banyak anak dari berbagai daerah mengikuti ajang berstandar nasional.
“Kami kini dapat menghadirkan peluang yang lebih merata bagi anak-anak di seluruh Indonesia untuk ikut serta dalam ajang seperti Spelling Bee,” ungkap Rhea.
Selanjutnya: Valas Komoditas 2026 Variatif, CAD dan AUD Dinilai Lebih Solid dari NZD
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News