MOMSMONEY.ID - Sampah sering kali dianggap sebagai barang yang tidak lagi berguna. Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, limbah dapat diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai, mulai dari pupuk hingga bahan bangunan.
Konsep ini dikenal sebagai ekonomi sirkular, yaitu pemanfaatan kembali material agar tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain membantu mengurangi timbunan sampah, cara ini juga dapat menghemat penggunaan sumber daya baru. Salah satu contoh penerapannya dilakukan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
Perusahaan tersebut menargetkan pengalihan sedikitnya 3.000 ton limbah dari TPA setiap tahun melalui berbagai program pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah.
Di sektor perhotelan, limbah seperti botol plastik, kardus, dan minyak jelantah dikumpulkan untuk didaur ulang.
Baca Juga: Jangan Langsung Dibuang, Limbah Pertanian Kini Bisa Diolah Jadi Biomassa
Sementara sisa makanan yang masih layak konsumsi disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan guna mengurangi limbah makanan.
Untuk limbah organik, perusahaan mengembangkan program pengomposan dan budidaya maggot yang mampu mengolah sampah makanan menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Bahkan, limbah hasil pengolahan air juga sedang dikaji untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik maupun bahan baku pembuatan blok beton.
Presiden Direktur LPKR Indra Yuwana mengatakan, penerapan ekonomi sirkular menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus menciptakan nilai baru dari limbah.
"Penerapan prinsip ekonomi sirkular tidak hanya mendukung pencapaian target keberlanjutan perseroan, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," ujar Indra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News