M O M S M O N E Y I D
Pendidikan

Dari Membaca Jadi Karya, Begini Cara Mengembangkan Literasi Anak

Dari Membaca Jadi Karya, Begini Cara Mengembangkan Literasi Anak
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Di tengah derasnya informasi dari buku, internet, media sosial, hingga berbagai platform digital, kemampuan literasi anak bukan hanya soal bisa membaca.

Anak juga perlu belajar memahami konteks, melihat sudut pandang berbeda, dan mengolah informasi yang diterima.

Hal ini menjadi perhatian dalam Literacy Day 2026 yang digelar Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Literacy for People, the Planet, and Prosperity” sekaligus mendorong siswa mengeksplorasi literasi melalui karya.

Berdasarkan Asesmen Nasional 2025, proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi minimum literasi membaca berada di angka 55,7%. Data ini menunjukkan penguatan literasi masih perlu dilakukan sejak dini.

Maharsi Palupining Rini, National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, mengatakan kemampuan literasi perlu dibangun melalui proses belajar yang dekat dengan kehidupan siswa.

Baca Juga: Panduan Orang Tua: 5 Cara Diet untuk Anak Sekolah Tanpa Ganggu Tumbuh Kembang

“Kami ingin mengajak siswa melihat literasi bukan hanya tentang seberapa banyak anak membaca, tetapi juga tentang seberapa baik mereka memahami, menginterpretasikan, dan memaknai apa yang dibaca. Dari situ, siswa dapat memperluas wawasan, melihat perspektif baru, dan menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan di sekitarnya,” ujar Palupi dalam keterangan resmi Senin (14/9). 

Salah satu penerapannya dilakukan melalui kebiasaan “Gemar Belajar” yang merupakan bagian dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Siswa tidak hanya membaca, tetapi juga berdiskusi, berefleksi, mengeksplorasi ide, serta menuangkan pemahaman dalam tulisan dan karya kreatif.

Kemampuan tersebut juga dikembangkan melalui pendekatan STEAM dan 5C, yakni Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character.

Dengan pendekatan ini, siswa dilatih mengolah informasi, berpikir kritis, mengembangkan ide, berkomunikasi, dan bekerja sama.

Hasilnya, tiga buku karya siswa diluncurkan dalam Literacy Day 2026. Buku tersebut berasal dari Writing Competition dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan Projek Co-Curricular.

Karya terpilih kemudian dikembangkan bersama guru melalui proses pengembangan ide, penulisan, dan revisi.

Baca Juga: Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah, Ini Cara Penuhi Gizi Anak yang Tepat

Tiga buku tersebut adalah Minggu yang Menyenangkan karya Alicia Georgia Marcia Oscar untuk tingkat primary, serta Panen Kekuatan Rahasia karya Aireen Angelie Effendy dan Di antara Ombak & Bisikan karya Annabel Gladys Tjipto untuk tingkat secondary.

Bagi siswa, proses tersebut bukan hanya menghasilkan buku. Mereka juga belajar menerima masukan, menyempurnakan tulisan, serta mempertahankan karakter dan suara dalam karya.

Upaya memperluas budaya literasi juga dilakukan dengan menyerahkan buku karya siswa kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya untuk Perpustakaan Umum Surabaya dan Taman Baca Masyarakat.

“Budaya literasi membutuhkan ekosistem, di mana sekolah dan perpustakaan memiliki peran yang saling melengkapi. Sekolah membangun proses belajar yang terstruktur, sementara perpustakaan menyediakan akses terhadap sumber belajar sekaligus ruang bagi anak untuk bereksplorasi,” ujar Novelija, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya.

Menurut Novelija, karya siswa yang diterima bukan sekadar menjadi koleksi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ruang belajar dan menginspirasi anak-anak lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dorong Wisman Jajaki Destinasi Domestik Via Garuda Indonesia Stopover Program

Garuda Indonesia Stopover Program diperkenalkan untuk memperluas kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi di Indonesia.

Cuaca Jawa Tengah Besok (6/10) dan Lusa: Berawan di Hampir Semua Wilayah, Suhu 36°C

BMKG prakirakan cuaca wilayah Jawa Tengah pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan suhu mencapai 36 derajat Celsius di sejumlah daerah.

Konsultasi ke Psikolog Bahas Apa Saja? Ini Topik yang Paling Banyak Dibicarakan

Beragam persoalan bisa dibawa ke psikolog, mulai dari persoalan emosi dan hubungan keluarga hingga terjadinya depresi dan kecemasan.

Cuaca Jawa Timur Besok (6/10) dan Lusa: Berawan Mendominasi, Suhu Tembus 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok (6/10) dan lusa (7/10) didominasi berawan dan udara kabur, tanpa hujan.

Mayoritas Cuaca Jawa Barat Besok (6/10) Diprediksi Berawan, Tapi Ada Potensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan sejumlah wilayah berpotensi hujan.  

Hampir Seluruh Wilayah Diguyur Hujan, Cek Cuaca Sumatera Utara Besok (6/10)

BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah Sumatera Utara hujan besok (6/10). Hujan sedang diprediksi terjadi di Labuhanbatu dan Dairi.

Semua Wilayah Diprediksi Cerah, Pantau Cuaca Yogyakarta Besok (6/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah Yogyakarta cerah besok (6/10). Suhu udara berada di kisaran 23–32 derajat Celsius.

Ramalan Cuaca Sumatra Selatan Besok (6/10) Didominasi Udara Kabur. Suhu Tembus 37°C

Cuaca Sumatra Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu udara mencapai 37 derajat Celsius di empat wilayah. SImak tiap wilayah.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/10), Hujan Lebat Mengguyur 9 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Selasa 6 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Hujan Ringan Hingga Udara Kabur, Pantau Cuaca Sumatra Barat Besok (6/10)

BMKG memprakirakan cuaca Sumatra Barat besok (6/10) didominasi hujan ringan dan udara kabur. Cek rincian cuaca di 19 kabupaten/kota.