MOMSMONEY.ID - Film Seni Merayu Tuhan yang diproduksi oleh Wahana Kreator akan segera tayang di bioskop. Film ini diadaptasi dari buku berjudul sama karya Habib Jafar.
Uniknya, buku buatan Habib Jafar ini merupakan kumpulan esai yang memuat motivasi dan refleksi ringan bertema spiritualitas hingga cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun, film ini malah menghadirkan kisah perjalanan anak muda bernama Hikmah (diperankan Ari Irham), yang jatuh ke titik terendahnya saat sang ibu (diperankan Rieke Diah Pitaloka) meninggal dunia.
Produser film Seni Merayu Tuhan, Salman Aristo pun bercerita mengenai proses pengembangan buku ini hingga bisa menjadi sebuah film.
Dia bilang, di Wahana Kreator, setiap buku atau original story yang akan diadaptasi menjadi film harus melalui proses development lebih dulu. Naskah film yang ditulis oleh dirinya bersama Rino Sarjono dan Gina S. Noer ini pun sama, dan mengalami proses pengembangan yang panjang.
“Salah satu yang kami lakukan tentu saja adalah menghadirkan Habib Jafar selama proses development. Bukan cuma untuk menggali banyak pemikiranyang mungkin belum tertuang dan sebenarnya menjadi dasar dari bukunya, tetapi lebih kepada ini dibicarakan kepada siapa, penggaliannya seperti apa, membentuk ceritanya ke mana, arahnya mau apa,” kata Salman, Selasa (4/8).
Baca Juga: Ini Alasan Produser Pilih Genre Coming of Age dalam Film Seni Merayu Tuhan
Dia pun mengaku bahwa proses pengembangan cerita ini cukup berliku, khususnya untuk menentukan karakter yang akan diangkat di dalam film dan seperti apa masalah yang mereka hadapi.
Bahkan dia bilang, selaku produser, mereka pernah memutuskan untuk rehat dari proses development, karena sudah kelimpungan dengan banyak sekali pilihan yang ada.
Dalam proses pengembangan itu pun, beberapa pihak, khususnya para produser harus membuat esai. “Jadi dibalik, kami bikin esai dulu tentang merayu Tuhan itu menurut kami seperti apa,” tuturnya.
Dari esai tersebut pun muncul berbagai pilihan hingga akhirnya mendapatkan draft naskah yang mereka ingin kerjakan.
Hal senada pun disampaikan oleh penulis naskah, Rino Sarjono. Dia mengatakan, proses pengembangan yang cukup panjang ini memang jadi salah satu tantangan pengerjaan naskah film ini. “Karena kami semua mempunya makna yang berbeda tentang merayu Tuhan, sehingga akhirnya harus disamakan dulu,” kata dia.
Sementara itu, sutradara film Seni Merayu Tuhan, Cesa David Luckmansyah mengatakan bahwa ada tiga hal yang diambil dari buku dan dimunculkannya dalam film ini. Mulai dari ikhtiar, keikhlasan, juga akhlak.
“Jadi tiga hal itu yang saya ambil dari buku itu dan bagaimana ketiganya muncul di dalam karakter di dalam film,” kata Cesa.
Habib Jafar dalam keterangan tertulis juga membenarkan bahwa turut terlibat dalam pengembangan dan supervisi skenario bersama dengan tim Wahana Kreator dalam ruang penulisan. Ia juga memastikan karakter utama dalam film ini tidak digambarkan sebagai sosok suci tanpa cela.
Sebaliknya, film ini mengangkat tokoh yang hancur, kelelahan dengan tuntutan hidup, dan merasa jauh dari agama. Sebab, sosok-sosok seperti itulah yang biasanya Habib Jafar temui, anak muda yang berjuang dengan kesehatan mentalnya hingga masalah keluarga, yang juga bisa disebut pemuda tersesat.
"Pesan saya saat awal ketika mengembangkan ide film ini adalah, tolong, jangan bikin tokoh utamanya itu orang yang sudah suci dari awal. Karena itu tidak relatable buat anak muda zaman sekarang. Anak muda sekarang itu lagi capek. Capek di-judge, capek dituntut macam-macam,” ungkap Habib Jafar.
Menurut Habib Jafar, kegelisahan yang dirasakan generasi muda saat ini adalah jembatan yang sebenarnya bisa digunakan untuk ‘merayu’ Tuhan dengan cara yang jauh lebih romantis dan intim.
“Tokoh utama di film ini adalah representasi anak-anak yang mungkin tatonya banyak, mungkin jarang ke masjid, tapi di dalam kamarnya, jam 3 pagi, dia menangis dan ngobrol sama Tuhan. Nah, obrolan jam 3 pagi itulah bentuk rayuan paling indah,” jelas Habib Jafar.
Adapun, Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy.
Film Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem, dan akan tayang di bioskop pada 13 Agustus 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News