M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Cukai Rokok Tak Naik Tahun Depan, Petani Tembakau Optimistis dengan Hal Ini

Cukai Rokok Tak Naik Tahun Depan, Petani Tembakau Optimistis dengan Hal Ini
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Sinyal pemerintah tidak menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) pada 2025 memberi sedikit kelegaan kepada para petani tembakau.

Kusnasi Muhdi, Sekjen DPN Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), mengatakan, realisasi keputusan pemerintah yang tidak menaikkan cukai rokok pada tahun depan memberikan secercah rasa optimistis bagi petani.

"Melihat perjuangan petani saat ini, peraturan-peraturan yang ada sangat menekan hilir dan berdampak pada kami di hulu," ungkapnya dalam keterangan tertulis. 

"Harapan kami, keputusan pemerintah yang tidak menaikkan CHT tahun depan, kiranya disertai dengan perlindungan terhadap komoditas dan pemberdayaan terhadap petani," ujar dia.

Muhdi menilai, seharusnya pemerintah dapat melihat realita di lapangan, bahwa kuantitas dan kualitas perkebunan tembakau yang digarap petani, terus meningkat. Produktivitas petani terserap dengan baik.

Kondisi ini, dia menyebutkan, harus dipertahankan dan didorong agar petani dapat semakin mandiri, sejahtera dan berdaya saing.

Tahun ini, banyak daerah yang luasan lahan tanam tembakaunya meningkat. Contohnya, Lamongan. Luas lahan tembakaunya meningkat 9.638 hektare dibanding tahun sebelumnya, 8.337 hektare. Kualitas dan harga komoditas juga kompetitif.

Baca Juga: Serikat Buruh Tembakau Desak Kemenkes Batalkan Aturan Kemasan Rokok Polo

"Ini yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kami butuh komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, baik melalui program pemberdayaan maupun peraturan yang akan datang. Termasuk kebijakan CHT 2025," papar pria asal Lamongan ini.

Muhdi menegaskan, apapun kebijakan yang disusun oleh pemerintah, baik fiskal maupun non-fiskal, kiranya tetap mempertimbangkan kondisi kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini sulit. Termasuk, lapangan pekerjaan yang semakin terbatas.

Apapun peraturannya, khususnya yang terkait dengan pengaturan tembakau, Muhdi berharap, petani bisa dilibatkan dan keberlangsungan sawah ladang bisa diperhatikan.

"Pemerintah harus mempertimbangkan matang-matang dampak dari semua peraturan ataupun kebijakan yang ada. Jangan sampai cukai tahun depan tidak naik, tapi jadi berkali-kali lipat di tahun berikutnya. Itu sama saja dengan membunuh mata pencaharian kami," katanya.

Senada, I Ketut Budhyman, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), menuturkan, kebijakan pemerintah untu tidak menaikkan CHT 2025 adalah langkah yang tepat.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah masih menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan dan stabilitas industri hasil tembakau (IHT).

Harapannya, komitmen pemerintah untuk menjaga keberlangsungan IHT dan 6 juta tenaga kerja di dalamnya juga terwujud di tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan Pengamanan Produk Tembakau & Rokok Tuai Kritik

"Jangan sampai, ketika di tahun 2026 ada lonjakan tarif yang tinggi, maka akan semakin menekan sektor manufaktur ini. Apalagi, mengingat situasi ekonomi saat ini cukup berat, lapangan pekerjaan makin sulit, beban untuk IHT bertumbuh pun semakin berat," sebut Budhyman.

Kepastian berusaha dan serapan tenaga kerja, lanjut Budhyman, adalah dua faktor penting yang harus menjadi pertimbangan utama pemerintah terkait penentuan kebijakan CHT.

Berkaca pada tahun 2019 dan 2020, di mana tidak ada kenaikan cukai di 2019, tapi diikuti oleh lonjakan kenaikan cukai lebih dari 20% di 2020 dengan alasan kompensasi cukai tidak mengalami kenaikan di 2019.

"Kemudian pandemi Covid-19 terjadi. Dampaknya, penurunan kinerja IHT secara drastis, serapan tenaga kerja minim, dan untuk bangkit memulihkan sektor ini agar dapat bertumbuh, berdaya saing dan berkontribusi maksimal bagi penerimaan negara menjadi tidak mudah," katanya.

Budhyman mengingatkan, ekosistem pertembakauan di Indonesia sangat kompleks. Setiap elemen mulai dari hulu hingga hilir berkaitan erat. Kebijakan yang menekan pada salah satu elemen-nya, akan menimbulkan dampak dan ketimpangan bagi yang lain.

"Oleh sebab itu, semua kebijakan dan peraturan, harapannya, pemerintah dapat memitigasi dampak jangka panjangnya.

"Ada petani tembakau, petani cengkeh, pekerja sektor manufaktur, pedagang, pabrik hingga konsumen yang akan terbebani ketika ada ketidakpastian mengenai kebijakan cukai. Dampak negatifnya masif," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Subway Jumat Berkah: Jangan sampai Kelewatan Diskon Rp 30 Ribu Sandwich Spesial

Promo Subway Jumat Berkah hanya berlaku hari ini 6 Maret 2026. Jangan sampai terlewat diskon Beef Teriyaki yang fantastis ini.

Jangan Lewatkan! Promo Go!Go!Curry Hari Perempuan Internasional B1G1 sampai 8 Maret

Rayakan Hari Perempuan Internasional dengan promo dari Go!Go!Curry yuk. Hanya pembeli perempuan yang bisa menikmati B1G1 spesial.

Promo A&W Weekend Deals 6-8 Maret: Makan Hemat Ramean, Gratis Burger & Chicken Chunks

Paket A&W Weekend Deals sediakan Aroma Chicken hemat. Dapatkan gratis Burger dan Chicken Chunks untuk makan bersama. Cuma sampai 8 Maret!

All England 2026: Hadapi Lawan Berat, Ini Jadwal 6 Wakil Indonesia di Perempat Final

Sebanyak 6 wakil Indonesia akan berlaga di babak perempat final dengan menghadapi beberapa pemain peringkat utama dunia. 

IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Jumat (6/3)

IHSG berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (6/3/2026).​ Berikut daftar rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas untuk hari ini.

BI Sumut Buka Layanan Tukar Uang Pecahan Baru Termin 2, Ini Lokasi & Jadwalnya

Warga Sumut buruan tukar uang pecahan baru untuk THR Lebaran! Cek jadwal dan lokasi kas keliling serta loket bank yang berpartisipasi.

Airnav Buka Lagi Mudik Gratis 2026 Part 2 Hari Ini, 550 Tiket Kereta Tersedia

Program Mudik Gratis Airnav Part 2 dibuka 6 Maret 2026! 550 tiket kereta menanti. Cek rute dan cara daftar sekarang sebelum kehabisan kuota.

Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 6 Maret

Harga emas Antam hari ini ukuran 1 gram dibanderol Rp 3.024.000 Jumat (6/3/2026), turun Rp 25.000 dibanding harga Kamis (5/3/2026).

Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Jumat (6/3) Kompak Naik

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Jumat (6/3/2026) kompak naik. Emas Galeri 24 jadi Rp 3.080.000, emas UBS Rp 3.096.000.

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Jumat (6/3)

IHSG berpeluang mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (6/3/2026)​. Berikut rekomendasi saham dari BNI Sekuritas