MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed to lower, hari ini Jumat, 6 Februari 2026. Selain proyeksi indeks, simak juga rekomendasi saham dari Mirae Asset Sekuritas.
Kemarin Kamis (5/2), IHSG ditutup berbalik melemah, dengan penurunan 0,53% ke level 8.103. Penurunan ini disertai aksi jual oleh asing dengan net sell Rp 469,75 miliar di seluruh pasar.
M. Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas melihat, secara teknikal, IHSG diperkirakan mixed to lower sehingga akan uji “wave ii”. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, disertai penurunan volume.
Jika turun, maka IHSG akan menguji support 8.054 & 7.945. Sedangkan resistance di 8.210 & 8.303.
Dari eksternal, adapun pelemahan data tenaga kerja AS memberikan sentimen negatif bagi investor karena adanya kekhawatiran terkait prospek pertumbuhan ekonomi semakin meningkat. Kekhawatiran ini diperberat oleh penundaan jadwal perilisan nonfarm payroll per Januari 2026 akibat government shutdown AS sebelumnya.
Sementara itu, setelah dinamika kebijakan interim freeze MSCI terhadap indeks saham Indonesia, akhirnya Moody’s mengubah outlook kredit Indonesia dari Stable menjadi Negative pada 5 Februari 2026, meskipun sovereign credit rating tetap di Baa2 yang merupakan level investment grade dengan risiko menengah tentunya.
Baca Juga: Moody's Pangkas Outlook Indonesia Menjadi Negatif, Apa Dampaknya ke Dalam Negeri?
"Ke depannya, bila tidak terjadi downgrade pada peringkat utang Indonesia, maka diharapkan arah kebijakan fiskal dan moneter yang bersifat pro-market, peningkatan good governance demi efektivitas kebijakan, peningkatan transparansi di market, serta reformasi peran Danantara harus diperkuat," ujar Nafan dalam risetnya.
Rekomendasi saham
Pagi ini, Mirae juga membagikan sejumlah saham yang bisa dilirik investor dan trader. Namun perlu diingat, rekomendasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.
1. CMRY – Breakout attempt and escalating
ACTION: ACCUMULATIVE BUY (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 5375 - 5575.
TP1: 5675 (+2.71%)
TP2: 5800 (+4.98%)
TP3: 6275 (+13.57%)
Support: 5375 & 5250
Baca Juga: EXCL Paling Disukai, Ini Pilihan Saham Telekomunikasi dari Indo Premier Sekuritas
2. MDKA – Uptrend
ACTION: ADD (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area at 2840 - 3140.
TP1: 3210 (+4.90%)
TP2: 3380 (+10.46%)
TP3: 3720 (+14.81%)
Support: 2840 & 2620
3. UNTR – Pushing towards the gap zone
ACTION: ADD (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 26200 - 27900.
TP1: 28425 (+3.75%)
TP2: 30000 (+9.49%)
TP3: 30950 (+12.96%)
Support: 26200 & 24825
Selanjutnya: Bisnis Paylater Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 75,05% hingga Akhir 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News