M O M S M O N E Y I D
Bugar

Catat! Ini Sederet Cara Mengobati Penyakit Kulit Akibat Tungau Kasur

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Inilah sederet cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati penyakit kulit akibat tungau kasur. 

Tungau kasur merupakan serangga kecil yang biasanya aktif menghisap darah pada pukul 02.00-05.00 pagi.

Selain di kasur dan sekitar tempat tidur, tungau kasur juga biasanya bersembunyi di celah-celah kursi, sofa, tirai, atau karpet. 

Gigitan tungau biasanya ditandai dengan munculnya bintik merah kecil dan gatal. Jika diperhatikan, bintik merah ini biasanya membentuk garis lurus, dilansir dari Sleep Education.

Selain gigitan, keberadaan tungau kasur umumnya juga bisa dikenali dengan munculnya bercak darah kecil, kotoran, atau kulit tungau yang terkelupas di seprai atau kasur.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu! Ini Cara Mendeteksi Penyakit Asma pada Anak

Selain itu, dapat juga muncul bau menyengat atau bau apak pada kasur akibat aroma dari kelenjar bau serangga.

Dikutip dari Healthline, gigitan tungau kasur bisa menyebabkan beberapa gangguan kulit, seperti berikut: 

1. Kemerahan dan rasa gatal yang kuat pada bagian sekitar gigitan

2. Bentol-bentol pada kulit yang mengumpul pada satu bagian

3. Iritasi kulit atau bengkak ringan

Namun, sering kali Anda tidak menyadari sudah terkena gigitan tungau kasur.  

Menurut studi pada jurnal Clinical Microbiology Review, gigitan tungau kasur ini memang tidak langsung menimbulkan gejala. 

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menangani atau meredakan rasa gatalnya, yaitu: 

1. Bersihkan bintik gigitan dengan air hangat dan sabun

2. Kompres bagian yang terkena gigitan dengan handuk yang telah dicelupkan ke dalam es atau air dingin

3. Oleskan krim antigatal, seperti calamine, hydrocortisone, atau antihistamin

4. Jangan lupa untuk tidak menggaruk gigitan tungau kasur, agar tidak menimbulkan luka lainnya dan juga bekas pada kulit

Baca Juga: Kenali Bahaya Tungau Kasur Jika Terkena Tubuh dan Cara Mengatasinya

Setelah gigitan tungau kasur berhasil diatasi, Anda mulai bisa membasmi tungau kasur dengan beberapa cara berikut: 

1. Cuci semua pakaian dan selimut dengan air hangat, lalu keringkan dalam suhu panas selama kurang lebih 30-60 menit

2. Sikat kasur menggunakan sikat yang kaku untuk menghilangkan tungau kasur dan telurnya

3. Bersihkan tempat tidur dengan alat penghisap debu untuk menghilangkan tungau kasur yang mungkin bersembunyi di sela-sela

4. Bila memungkinkan, bungkus dan simpan kasur selama kurang lebih satu tahun untuk mencegah tungau kasur menjalar ke tempat lain. Hal ini juga untuk memastikan semua tungau kasur sudah benar-benar mati

5. Panggil pembasmi hama atau serangga

Gigitan tungau kasur biasanya akan sembuh sendiri dan hilang setelah 1-2 minggu.

Namun, jika Anda demam, sesak napas, sakit dada, mual, pusing, atau wajahnya bengkak setelah digigit tungau kasur, segera bawa ke dokter.

Itulah sederet cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati penyakit kulit akibat tungau kasur. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!               

6 Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi Setelah Usia 50 Tahun agar Tetap Sehat

Yuk, cek daftar makanan yang perlu dibatasi setelah usia 50 tahun agar tetap sehat berikut ini! Apa sajakah itu?  

Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

IDAI dorong vaksinasi dini DBD pada anak karena kelompok usia 5–14 tahun catat kematian tertinggi di Indonesia