M O M S M O N E Y I D
Santai

Cara Mudah Bikin Rumah Lebih Tenang Tanpa Renovasi, Cukup Ubah Kebiasaan Ini

Cara Mudah Bikin Rumah Lebih Tenang Tanpa Renovasi, Cukup Ubah Kebiasaan Ini
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Ingin rumah lebih tenang? Yuk, simak cara sederhana untuk menciptakan suasana hunian nyaman tanpa perlu renovasi besar!

Banyak orang mengira rumah yang tenang hanya bisa didapat dari desain mahal atau renovasi besar. Padahal, kenyamanan justru sering datang dari hal sederhana yang sering kita abaikan sehari hari. 

Melansir dari Real Simple, desainer interior Young Huh membagikan pendekatan praktis yang bisa langsung diterapkan siapa saja di rumah. 

Cara ini tidak hanya soal tampilan, tapi juga bagaimana ruang memengaruhi pikiran dan perasaan kita. Melalui langkah yang tepat, rumah bisa berubah menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat dan mengisi energi.

“Singkirkan barang barang yang mengganggu ketenangan pikiran Anda terutama yang membawa energi negatif,” mengutip dari laman Real Simple.

Baca Juga: Begini Cara Menjaga Nilai Aset Tetap Aman dari Inflasi di Tahun 2026

Mulai dari satu pertanyaan sederhana

Kalau ingin rumah terasa lebih tenang, Anda tidak perlu langsung beli barang baru atau dekorasi mahal. Justru, langkah awalnya adalah bertanya ke diri sendiri, apa yang sebenarnya bisa disingkirkan.

Pertanyaan ini terlihat sepele, tapi dampaknya besar. Banyak barang di rumah yang tanpa sadar justru bikin pikiran terasa penuh dan tidak nyaman. 

Saat Anda mulai memilah, Anda akan lebih sadar mana yang benar benar dibutuhkan dan mana yang hanya menambah beban visual.

Pilih barang yang benar benar memberi rasa nyaman

Setiap benda di rumah seharusnya punya nilai, entah itu fungsi atau makna emosional. Kalau sebuah barang justru memicu stres atau kenangan tidak enak, sebaiknya mulai dipertimbangkan untuk disingkirkan.

Contohnya seperti tumpukan kertas yang tidak pernah dibereskan, barang dari masa lalu yang menyisakan emosi negatif, atau dekorasi yang sebenarnya tidak Anda sukai. Semakin sedikit distraksi visual, semakin ringan juga pikiran Anda.

Beri ruang kosong agar pikiran lebih lega

Rumah yang terlalu penuh sering kali membuat suasana terasa sesak. Sebaliknya, ruang yang lebih lega bisa memberikan efek menenangkan secara instan.

Tidak perlu langsung mengosongkan satu ruangan. Mulai saja dari meja kerja atau meja ruang tamu. Sisakan beberapa benda penting saja, lalu biarkan sisanya kosong.

Ruang kosong ini membantu otak untuk beristirahat dan memberi Anda kesempatan untuk berpikir lebih jernih.

Gunakan warna sesuai kenyamanan pribadi

Tidak ada aturan baku soal warna yang menenangkan. Memang banyak yang menyarankan warna netral, tapi kenyataannya setiap orang punya preferensi berbeda.

Ada yang merasa tenang dengan warna lembut, tapi ada juga yang justru nyaman dengan warna yang lebih gelap atau kuat. Yang terpenting adalah bagaimana perasaan Anda saat berada di dalam ruangan tersebut.

Jadi, jangan hanya ikut tren. Pilih warna yang benar benar membuat Anda merasa nyaman.

Baca Juga: Ide Gaya Tirai Modern 2026 yang Bikin Ruangan Lebih Estetik dan Nyaman

Atur pencahayaan supaya lebih hangat

Pencahayaan punya pengaruh besar terhadap suasana rumah. Lampu yang terlalu terang bisa membuat ruangan terasa kaku dan kurang nyaman.

Coba gunakan lampu dengan cahaya hangat agar suasana terasa lebih santai. Anda juga bisa menambahkan lampu kecil di sudut ruangan untuk menciptakan efek yang lebih lembut.

Kalau ingin suasana lebih rileks, menyalakan lilin di waktu tertentu juga bisa jadi pilihan sederhana yang efektif.

Bangun hubungan emosional dengan rumah

Rumah yang nyaman bukan hanya enak dilihat, tapi juga terasa dekat secara emosional. Ketika Anda merasa terhubung dengan ruang di sekitar, suasana tenang akan datang dengan sendirinya.

Mulai dari hal kecil seperti memilih dekorasi yang bermakna atau menata ulang ruang sesuai kebutuhan pribadi. Dengan begitu, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga tempat untuk benar benar beristirahat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Update Peringatan Dini BMKG Cuaca Hari (14/4) Jabodetabek Siaga Hujan Sangat Lebat

Update peringatan dini BMKG cuaca hari Selasa (14/4) di Jabodetabek dengan status Siaga hujan sangat lebat di daerah berikut ini.

Buruan Serbu! Promo Krispy Kreme Buy 1 Get 1 Dozen Donat Lebih Hemat Hanya 4 Hari

Donat gratis dari Krispy Kreme siap meramaikan harimu! Promo Buy 1 Get 1 ini berlaku 14-17 April 2026. Jangan sampai ketinggalan!

Apa Itu ADHD? Ketahui Ciri-cirinya pada Anak, Remaja, & Dewasa yang Harus Diwaspadai

Gejala ADHD tak sama di setiap fase hidup. Dari anak sulit fokus hingga dewasa bermasalah hubungan, kenali tandanya untuk dukungan terbaik.

Serum Anti Aging Ini Kunci Glowing Tanpa Kerutan: Kulit Awet Muda

Moms, masalah mata panda hingga jerawat bisa diatasi serum anti aging. Lihat daftar 5 serum anti aging yang transformatif untuk kulit sehatmu.

Film Animasi Garuda di Dadaku Tayang Juni 2026, Indofood Ikut Ambil Bagian

​PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk terlibat dalam kolaborasi film animasi Garuda di Dadaku yang menyasar penonton anak dan keluarga.

HP Vivo Y31d Pro: Tawarkan Kamera AI, Performa Ngebut & Baterai Monster

Membeli Vivo Y31d Pro pekan ini, Anda akan dapat baterai 7000mAh yang awet 6 tahun. Charger 90W siap mengisi daya super cepat. 

Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (14/4) Melonjak Rp 45.000, Cek Daftar Selengkapnya

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Selasa (14/4) melonjak Rp 45.000 dari perdagangan sebelumnya.

BMKG Peringatkan Kemarau Panjang, Masyarakat Diimbau Lakukan 4 Hal Ini

Puncak kemarau panjang El Nino diprediksi Agustus 2026. BMKG berikan strategi mitigasi yang harus Anda lakukan sekarang.

Menu Baru Pizza Hut: Sourdough Pizza Hadir dengan Topping Pilihan Terbaik

Pizza Hut berinovasi dengan Sourdough Pizza, tersedia dalam Authentic & Specialty Toppings. Temukan menu favorit Anda sekarang!

Kemarau Mulai Meluas, Ini Wilayah di Indonesia yang Sudah Alami Musim Kering

Musim kemarau mulai meluas di wilayah Indonesia. BMKG mencatat, per 13 April 2026, 7,8% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.