M O M S M O N E Y I D
Santai

Cara Mengolah Kulit Pisang Jadi Pupuk Tanaman, Mudah dan Praktis!

Reporter: Nur Afitria Cika  |  Editor: Nur Afitria


MOMSMONEY.ID - Kulit pisang ternyata bisa bermanfaat untuk tanaman. Kulit pisang bisa membantu tanaman tumbuh dengan lebih baik, lho.

Mengutip Balcony Garden Web, kulit pisang mengandung 42% kalium. Jumlah ini sangat tinggi dibandingkan dengan pupuk kandang yang hanya 0,5%. 

Selain itu, kulit pisang memiliki sekitar 3% fosfor dan beberapa nutrisi penting tanaman seperti kalsium, zat besi, dan magnesium dalam jumlah yang banyak. 

Nah, bagaimana cara mengolah kulit pisang menjadi pupuk? Berikut cara mengolah kulit pisang yang kering untuk dijadikan pupuk.

Baca Juga: Cara Menanam Daun Bawang di Air, Gampang Banget! Yuk Ikuti 3 Langkah Ini

1. Keringkan Kulit Pisang 

Kamu bisa mengeringkan kulit pisang yang sudah dipotong-potong di bawah sinar matahari. 

Kemudian setelah kering, potongan kulit pisang tersebut bisa disebarkan di tengah tanaman dan jangan lupa untuk disirami.

Kulit Pisang
Kulit Pisang

2. Bubuk Kulit Pisang

Kulit pisang yang sudah dikeringkan bisa digiling sampai menjadi bubuk. 

Setelah mencapai tekstur yang mirip dengan bubuk kopi, kemas dalam kantong plastik.

Kemudian simpan di dalam kulkas. Setelah itu, kamu bisa menambahkan pupuk kulit pisang ke tanamanmu. 

Baca Juga: Tetap Perlu Diberi Pupuk, Yuk Simak Tips Merawat Kaktus agar Tumbuh Subur

3. Pupuk Cair dari Kulit Pisang 

Buatlah pupuk organik menggunakan dua sendok makan kulit pisang kering dalam bentuk bubuk, serta masing-masing satu sendok makan kulit telur dan garam. 

Campur semua bahan bersamaan dalam blender dan tuangkan campuran akhir ke dalam botol. 

Tambahkan 2 liter air dan aduk rata. Tuangkan pupuk ini langsung pada media tanam atau kebun. 

Nah itulah tiga cara mengolah kulit pisang yang bisa dijadikan pupuk organik. Pupuk dari kulit pisang ini akan membantu menyuburkan tanamanmu!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

BMKG: El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Datang Terlambat dan Lebih Singkat

BMKG memprediksikan, awal musim hujan periode 2026-2027 di 529 Zona Musim atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran. 

4 Warna Beige Benjamin Moore untuk Rumah yang Terasa Hangat dan Modern

Inilah 4 warna beige Benjamin Moore pilihan desainer ini untuk rumah yang hangat dan modern, lengkap dengan tips biar interior krem tidak monoton.  

6 Kebiasaan Pagi biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Buang Waktu Banyak

Ini 6 kebiasaan pagi untuk menjaga rumah tetap rapi, nyaman, dan teratur tanpa menghabiskan banyak waktu sebelum beraktivitas.

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan Bikin Transaksi QRIS Lebih Praktis

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan memudahkan akses fitur serta pengisian nominal QRIS agar transaksi harian terasa lebih praktis.

7 Cara Ubah Pendapatan Biasa Menjadi Aset Jangka Panjang untuk Masa Depan

Ubah pendapatan biasa menjadi aset jangka panjang lewat 7 cara sederhana, dari mengelola uang, investasi, utang, bisnis hingga dana darurat.  

IHSG Anjlok 1,69% Jelang Keputusan BI, Waspada Volatilitas Tinggi

Investor perlu tetap berhati-hati, tanpa bereaksi berlebihan terhadap pergerakan jangka pendek.     

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Susul Tim Putri ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak perempat final, Selasa (22/9), Tim Putra Indonesia menyusul Tim Putri ke semifinal.

Diluncurkan Sejak 2019, Begini Capaian QRIS dari Domestik hingga Rambah Mancanegara

Begini perkembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ​sejak diluncurkan tahun 2019.    

Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ini Katalis yang Mendorong Penguatan

Arus dana institusional, perkembangan regulasi aset digital AS, dan turunnya harga minyak menjadi sejumlah katalis penguatan Bitcoin.

Peringatan Dini Cuaca Besok (23/9), Hujan Sangat Lebat Masih Turun di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 23 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi ini.