MOMSMONEY.ID - Yuk, atur keuangan Ramadan 2026 dengan strategi tepat agar tak boros, kenali sumber kebocoran anggaran dan solusi praktisnya.
Ramadan selalu jadi momen spesial bagi umat Muslim di Indonesia karena aktivitas ibadah, keluarga, dan sosial meningkat sekaligus.
Di sisi lain, periode ini juga sering membuat pengeluaran melonjak tanpa terasa karena banyak kebutuhan tambahan muncul bersamaan.
Tidak sedikit orang baru sadar kondisi keuangan menipis setelah Lebaran selesai, bahkan harus menutupnya dengan tabungan darurat.
Melansir dari Halalmui, edukasi pengelolaan finansial keluarga penting dipahami sejak awal, termasuk tentang keseimbangan ibadah dan keuangan.
“Banyak orang baru sadar belum membayar zakat maal padahal asetnya sudah memenuhi syarat,” ujar Amalia K. Nisa.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Lengkap untuk Wilayah Kabupaten Gunungkidul
Zakat maal harus dihitung sejak awal
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah hanya fokus pada zakat penghasilan, padahal zakat maal juga wajib bila harta sudah mencapai batas nisab setara 85 gram emas dan dimiliki selama satu tahun. Besaran zakat maal umumnya 2,5% dari total aset yang memenuhi syarat seperti tabungan atau investasi.
Menunda perhitungan zakat sampai akhir Ramadhan sering membuat jumlahnya terasa berat. Cara lebih aman adalah mengecek aset sejak sebelum Ramadhan lalu memasukkan zakat sebagai pos utama, bukan sisa anggaran.
Melalui strategi ini, kewajiban ibadah tetap terpenuhi tanpa mengganggu kebutuhan keluarga.
Fidyah perlu dipersiapkan bagi yang tidak berpuasa penuh
Bagi sebagian orang seperti ibu hamil, menyusui, lansia sakit, atau kondisi medis tertentu, fidyah menjadi kewajiban pengganti puasa.
Nilainya setara satu kali makan untuk setiap hari yang ditinggalkan atau sekitar 675 gram beras per hari.
Kesalahan umum adalah menghitung fidyah sekaligus setelah Ramadan berakhir sehingga terasa besar. Solusi praktisnya adalah mencatat sejak awal jumlah hari yang kemungkinan terlewat lalu menyisihkan dana sedikit demi sedikit.
Langkah secara pasti dan bertahap membuat kewajiban tetap ringan dan terencana.
Sedekah Ramadhan tetap perlu batas kemampuan
Ramadhan dikenal sebagai bulan berbagi sehingga banyak orang bersemangat memberi takjil, bantuan sosial, atau donasi kegiatan keagamaan. Walau bernilai besar secara pahala, sedekah tetap perlu disesuaikan kondisi finansial.
Tanpa batas jelas, pengeluaran kecil yang berulang bisa menjadi besar di akhir bulan. Cara sehat adalah menentukan anggaran sedekah sejak awal, misalnya sebagian kecil dari penghasilan bulanan.
Dengan begitu, niat berbagi tetap berjalan tanpa membuat kondisi ekonomi keluarga terganggu.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Lengkap untuk Wilayah Kabupaten Kulon Progo
Biaya sosial Lebaran sering muncul mendadak
Selain kebutuhan ibadah, Ramadhan juga penuh agenda sosial seperti buka bersama, membeli oleh oleh, menyiapkan bingkisan, hingga THR keluarga. Banyak pengeluaran ini tidak terasa besar jika dilihat satu per satu, tetapi totalnya bisa cukup signifikan.
Solusi paling efektif adalah membuat daftar prioritas penerima dan menentukan batas nominal sejak awal. Tidak perlu selalu memilih hadiah mahal, karena nilai kebersamaan jauh lebih penting daripada harga barang.
Perencanaan sederhana ini mampu menekan pengeluaran impulsif.
Mudik menjadi pos pengeluaran terbesar
Bagi banyak keluarga, perjalanan pulang kampung menjelang Idul Fitri menjadi biaya terbesar. Tiket transportasi, bahan bakar, konsumsi perjalanan, serta kebutuhan selama di kampung harus diperhitungkan.
Jika tidak direncanakan, dana mudik bisa mengambil tabungan lain yang sebenarnya disiapkan untuk kebutuhan darurat.
Cara aman adalah membuat tabungan khusus mudik sejak beberapa bulan sebelumnya sehingga biaya terasa lebih ringan.
Strategi ini terbukti membantu menjaga kestabilan keuangan setelah Lebaran.
Tips praktis agar pengeluaran Ramadhan 2026 tetap terkendali
Agar kondisi finansial tetap sehat sampai setelah Idul Fitri, beberapa langkah sederhana berikut bisa diterapkan:
- Gunakan pakaian lama yang masih layak pakai
- Masak lebih sering di rumah dibanding berbuka di luar
- Beli kue Lebaran secukupnya sesuai kebutuhan
- Susun daftar penerima bingkisan berdasarkan prioritas
- Pisahkan dana ibadah sosial mudik dan kebutuhan harian
Kunci utamanya bukan berhenti belanja, melainkan membelanjakan uang secara sadar sesuai kebutuhan nyata.
Ramadhan dan Idul Fitri 2026 seharusnya menjadi momen penuh ketenangan, bukan periode stres karena keuangan berantakan.
Baca Juga: 5 Langkah Reset Keuangan di Awal Imlek agar Finansial Lebih Stabil dan Tidak Boncos
Memahami sumber kebocoran anggaran sejak awal lalu menyiapkan strategi sederhana, setiap keluarga bisa menjalani bulan suci dengan lebih nyaman.
Pengaturan zakat, sedekah, kebutuhan sosial, hingga biaya mudik yang disiplin terbukti membantu menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga.
Ketika keuangan terkendali, fokus beribadah dan kebersamaan keluarga pun bisa terasa jauh lebih maksimal.
Selanjutnya: Trump Akan Terlibat Secara Tidak Langsung Dalam Pembicaraan dengan Iran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News