MOMSMONEY.ID - Yuk cek strategi reset keuangan awal tahun Imlek yang realistis supaya lebih hemat, terarah, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan Anda.
Awal tahun Imlek sering terasa seperti tombol reset untuk banyak hal, termasuk kondisi keuangan pribadi. Apakah kamu merasakannya?
Setelah melewati berbagai pengeluaran di tahun sebelumnya, banyak orang mulai sadar pentingnya mengatur uang dengan lebih bijak. Tantangannya, tidak semua tahu harus mulai dari mana agar perubahan benar benar terasa.
Di tengah kondisi ekonomi yang cepat berubah, kemampuan mengelola finansial menjadi skill penting bagi sebagian besar banyak orang.
Melansir dari laman Chubb, membangun resolusi finansial yang jelas dapat membantu seseorang memiliki hubungan yang lebih sehat dengan uang sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup secara menyeluruh.
“Mencapai tujuan finansial dapat meningkatkan kehidupan profesional dan pribadi sekaligus kesehatan emosional,” mengutip dari laman website Chubb.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Minggu 15 Februari 2026, Evaluasi Finansial
Buat anggaran sederhana yang benar benar bisa dijalankan
Banyak orang gagal menabung bukan karena penghasilannya kecil, tetapi karena tidak punya sistem pengaturan uang yang jelas. Anggaran bukan berarti membatasi hidup, melainkan memberi kendali atas arus uang.
Cara paling mudah adalah mulai dari menghitung pendapatan bersih bulanan lalu melihat kembali pengeluaran beberapa bulan terakhir. Setelah itu, kelompokkan pengeluaran menjadi kebutuhan utama, gaya hidup, dan tabungan masa depan.
Anggaran yang baik tidak harus rumit. Justru semakin simpel, semakin besar kemungkinan dijalankan konsisten. Fokus utama adalah memastikan kebutuhan penting aman terlebih dahulu sebelum uang dipakai untuk hiburan atau belanja tambahan.
Mulai siapkan dana pensiun sejak sekarang
Banyak orang merasa pensiun masih jauh sehingga menunda menabung. Padahal waktu adalah faktor paling kuat dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
Memulai dari nominal kecil jauh lebih baik dibanding menunggu mampu menyetor besar. Tabungan jangka panjang, investasi sesuai profil risiko, serta kebiasaan menyisihkan uang secara rutin bisa menjadi fondasi keamanan finansial saat usia tidak lagi produktif.
Semakin cepat memulai, semakin ringan usaha yang dibutuhkan di masa depan.
Stop satu kebiasaan boros yang paling sering terjadi
Mengubah semua kebiasaan sekaligus biasanya gagal. Pendekatan yang lebih realistis adalah memilih satu kebiasaan paling menguras uang lalu memperbaikinya terlebih dahulu.
Contohnya terlalu sering belanja spontan, terlalu rutin membeli makanan di luar, atau membeli barang karena tren sesaat. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang bisa menjadi kebocoran finansial besar tanpa disadari.
Dengan menghentikan satu sumber keborosan saja, banyak orang sudah bisa melihat perubahan signifikan pada kondisi tabungan mereka.
Cek ulang semua langganan bulanan
Di era digital, banyak layanan menggunakan sistem pembayaran otomatis. Masalahnya, tidak semua langganan benar benar masih digunakan.
Sering kali seseorang tetap membayar layanan hiburan, aplikasi, atau fitur premium hanya karena lupa menghentikannya. Padahal jika dijumlahkan selama setahun, totalnya bisa cukup besar.
Meluangkan waktu sebentar untuk mengecek mutasi rekening dan menghentikan layanan yang tidak dipakai adalah cara hemat paling cepat tanpa mengubah gaya hidup secara drastis.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Hari Senin 16 Februari 2026, Kuatkan Kerja Tim
Tingkatkan literasi keuangan agar keputusan lebih cerdas
Keuangan bukan hanya soal menabung, tetapi juga soal memahami cara uang bekerja. Tanpa literasi finansial yang cukup, seseorang lebih mudah terjebak keputusan emosional, investasi sembarangan, atau utang yang tidak terencana.
Mulai dari langkah sederhana seperti membaca buku keuangan praktis, mengikuti edukasi finansial terpercaya, atau mendengarkan pembahasan ekonomi sehari hari.
Semakin tinggi pemahaman seseorang tentang keuangan, semakin besar peluangnya membangun kestabilan finansial jangka panjang.
Mengatur keuangan tidak harus menunggu momen besar atau perubahan penghasilan. Perubahan kecil yang dilakukan konsisten justru memberi dampak paling nyata dalam jangka panjang.
Membuat anggaran sederhana, menyiapkan dana masa depan, menghentikan kebiasaan boros, mengevaluasi langganan, serta meningkatkan pengetahuan finansial, siapa pun bisa mulai membangun kondisi keuangan yang lebih sehat.
Awal Imlek adalah waktu terbaik untuk memulai, tetapi langkah pertama selalu bisa dilakukan hari ini. Stabilitas finansial bukan soal seberapa besar penghasilan, melainkan seberapa bijak seseorang mengelolanya.
Selanjutnya: Harga Minyak Bergerak Tipis di Pagi Ini (16/2), Jelang Pembicaraan Nuklir AS-Iran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News