MOMSMONEY.ID - Hubungan antarsaudara kandung perlu dikelola dengan baik. Sebab, seringkali konflik yang terjadi bisa berkepanjangan dan berdampak hingga dewasa. Yuk, kenal, apa itu fenomena sibiling rivalry berikut ini.
Siapa di sini yang memiliki saudara kandung? Kakak, adik, baik laki-laki maupun perempuan. Coba kita kilas balik ke masa kecil bersama, momen bermain, makan, tidur, bahkan pertikaian-pertikaian yang pernah dialami.
Apakah kalian tahu, bahwa ada fenomena yang bernama sibling rivalry? Bukan sekedar pertengkaran biasa, tapi fenomena ini merupakan bentuk kompetisi, rasa cemburu hingga timbul permusuhan antar saudara kandun.
Mengutip laman Kayrossconsulting, fenomena ini sebenarnya cukup umum dan bersifat universal, namun jika tidak dikelola dengan baik, dapat berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan dan berdampak hingga dewasa.
Baca Juga: Jenis-Jenis Stres Menurut Psikologi, Ini Bedanya Stres Akut dan Stres Kronis!
Sibling rivalry biasanya lebih sering terjadi pada saudara kandung dengan jarak usia yang tergolong dekat (kurang dari 3 tahun). Sebab, mereka berbagi milestone perkembangan yang kurang lebih setara. Sehingga sisi rivalitas antar satu sama lain dalam berkegiatan cenderung lebih tinggi.
Fenomena yang sering terjadi bisa berbentuk saling mengejek (verbal), memukul dan mendorong (fisik) serta berbentuk upaya mencari perhatian terus menerus kepada orang tua (psikologis). Unik ya, bagaimana anak-anak sedari kecil sudah memiliki dinamika fenomena yang sangat kompleks.
Gender juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi, lo! Siblings rivalry lebih intens dialami pada saudara kandung dengan jenis kelamin yang sama.
Biasanya, dalam pencapaian di kegiatan yang sama atau kepemilikan benda. Namun, tipe siblings rivalry terjadi pada saudara kandung dengan jenis kelamin berbeda. Mereka akan cenderung berusaha merebutkan perhatian dari orang tua dengan pembuktian peran gender mereka masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News