M O M S M O N E Y I D
Bugar

Bukan Obat! Inilah Bahaya Konsumsi Kecubung dan Cara Mengatasi Efeknya

Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Beberapa waktu lalu, sempat viral di Indonesia perihal kematian yang disebabkan oleh kecubung. Buah satu ini rupanya memang berbahaya dan sebaiknya tidak untuk dikonsumsi. Apa saja bahaya konsumsi kecubung sebenarnya?

MomsMoney akan mengulas terkait bahaya konsumsi kecubung dan cara mengatasi efeknya pada kesempatan kali ini. Yuk, simak selengkapnya!

Bahaya Konsumsi Kecubung untuk Kesehatan

Merangkum dari laman Halodoc dan Hello Sehat, di bawah ini adalah alasan bahaya konsumsi kecubung untuk kesehatan:

1. Halusinasi dan Euforia

Buah kecubung dikategorikan sebagai tanaman opioid, yang mirip dengan ganja dan katinon, berpotensi menimbulkan halusinasi dan perasaan euforia sementara.

Konsumsi buah ini juga bisa menyebabkan pusing dan muntah yang berkepanjangan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Efek memabukkan dari buah kecubung sangat kuat, hingga bisa menyebabkan penggunanya kehilangan kesadaran selama tiga hari. Penggunaan berkelanjutan bahkan bisa berujung pada keracunan hingga kematian.

Baca Juga: Apakah Daun Salam Bisa Menurunkan Kolesterol? Yuk, Cek Faktanya

2. Kecanduan

Kecubung dapat menyebabkan euforia yang membuatnya sering disalahgunakan sebagai zat adiktif. Efek rasa senang yang dihasilkan oleh alkaloid tropana dalam kecubung mendorong keinginan untuk mengulangi pengalaman tersebut, yang dapat berujung pada kecanduan.

3. Delirium

Salah satu efek dari keracunan sistem saraf oleh kecubung adalah delirium, yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan fokus dan berpikir jernih, menjadi gelisah, dan sering kali kesulitan mengenali orang-orang di sekitar mereka.

Baca Juga: Manfaat Minum Rebusan Daun Kelor untuk Tubuh, Bisa Usir Berbagai Penyakit lo

4. Efek Pengeringan pada Tubuh

Buah kecubung mengandung senyawa kimia yang dapat mengeringkan tubuh. Pengaruhnya tidak hanya pada kulit, tetapi juga dapat mempengaruhi otak dan jantung. Gejala yang muncul akibat efek ini termasuk kulit kering, pusing, tekanan darah rendah, dan detak jantung yang cepat.

5. Dehidrasi

Keracunan oleh alkaloid tropana juga bisa menyebabkan dehidrasi, yang ditandai dengan rasa haus yang ekstrem, mulut kering, kulit kering, dan mata yang terasa kering. Ini terjadi karena gangguan dalam keseimbangan cairan tubuh akibat efek toksik pada sistem saraf.

6. Takikardia

Konsumsi kecubung juga bisa memicu takikardia, kondisi di mana detak jantung seseorang bisa melebihi 100 kali per menit. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius seperti serangan jantung dan stroke.

Baca Juga: Solusi untuk Turun BB, Ini 10 Sayur yang Bagus untuk Diet Anda

7. Dikenal Sebagai “The Devil’s Breath”

Buah kecubung mendapat julukan "the devil's breath" atau "napas setan" karena mengandung skopolamin, suatu zat yang dapat memiliki efek sangat berbahaya, terutama pada dosis tinggi. Zat ini bisa mengubah seseorang menjadi seperti zombi, merusak memori, dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

8. Pengaruh Terhadap Sistem Saraf

Buah kecubung juga berdampak pada sistem saraf pusat. Zat katinona yang terkandung di dalamnya dapat merangsang ujung saraf, menyebabkan euforia tinggi, meningkatkan energi, kepercayaan diri yang berlebihan, dan peningkatan gairah seksual.

Efek ini biasanya berlangsung selama 4-6 jam, dan setelah itu, pengguna biasanya merasa lebih lemas, mengantuk, dan depresi.

Cara Mengatasi Efek Setelah Konsumsi Kecubung

Adapun cara mengatasi efek setelah konsumsi kecubung sebagai berikut:

1. Detoksifikasi

Detoksifikasi adalah langkah awal yang dilakukan untuk mengurangi penyerapan zat beracun dalam tubuh. Prosedur ini sering melibatkan penggunaan arang aktif yang dicampur dengan cairan, yang dapat membantu menyerap racun sebelum lebih banyak diserap oleh tubuh.

Baca Juga: Mengulik 10 Khasiat Daun Katuk untuk Kesehatan yang Tak Terduga

2. Pemberian Obat-obatan

Untuk mengatasi gejala keracunan spesifik seperti delirium yang disebabkan oleh kecubung, dokter mungkin akan memberikan obat seperti fisostigmin salisilat. Obat ini biasanya diberikan melalui infus untuk menetralkan efek racun yang telah masuk ke dalam sistem tubuh.

Cara di atas dapat dilakukan oleh dokter setelah Anda memeriksakan diri. Demikianlah ulasan lengkap terkait bahaya konsumsi kecubung untuk kesehatan. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Thailand Open 2026: Comeback Sempurna, Leo/Daniel Juara!

Hasil Thailand Open 2026, ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyempurnakan comeback dengan menjadi juara.

Ini Program Wellness yang Diminati Orang Indonesia di BDMS Wellness Clinic

Pasar Indonesia jadi salah satu pasar utama dan menunjukkan pertumbuhan yang kuat di BDMS Wellness Clinic​

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (18/5), Siaga Hujan Sangat Lebat di Provinsi Berikut

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Senin 18 Mei 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Waspada Hujan Lebat, Ini Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (18/5) di Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Senin (18/5) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di daerah berikut ini.

Salah Minum Susu Kambing? Nutrisi Bisa Terbuang, Hindari Kesalahan Ini.

Banyak yang belum tahu, kesalahan konsumsi susu kambing bisa sia-siakan nutrisi. Cari tahu cara tepat agar tak merugi!

Privasi DM Instagram Terancam, Ini Cara Amankan Pesan

Mulai Mei 2026, privasi DM Instagram berubah. Pelajari langkah-langkah penting untuk melindungi data sensitif dari pengawasan platform.

Solusi Masalah Haid, 5 Manfaat Kelapa Muda Redakan Nyeri hingga Atasi Diare

Nyeri, diare, atau sembelit saat haid? Kelapa muda hadir sebagai solusi. Temukan cara alami atasi semua masalah menstruasi Anda di sini.  

Sepatu Lari Skechers untuk Kaki Lebar: Model Ini Jamin Lari Bebas Nyeri

Membeli sepatu lari bisa jadi tantangan bagi kaki lebar. Temukan 5 rekomendasi model terbaik yang jamin kenyamanan tanpa rasa sakit. 

6 Makanan yang Jika Dikonsumsi Bisa Meningkatkan Risiko Kanker, Hindari ya!

Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang jika dikonsumsi bisa meningkatkan risiko kanker, lho. Apa saja?

HP Android Honor X6c: Rahasia Layar 120Hz Nyaman untuk Mata

Layar Honor X6c bukan cuma 120Hz, ada teknologi khusus cegah mata lelah. Cari tahu detailnya agar tak salah pilih!