M O M S M O N E Y I D
Santai

Bukan Cuma Riwayat Bank, Ini Cara Baru Menilai Risiko Kredit

Bukan Cuma Riwayat Bank, Ini Cara Baru Menilai Risiko Kredit
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Mengetahui risiko kredit kini tak lagi hanya bergantung pada riwayat pinjaman di bank. 

PT Credit Bureau Indonesia (CBI) menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison untuk menghadirkan cara baru yang lebih inklusif dalam menilai kelayakan kredit.

Lewat kolaborasi ini, penilaian risiko kredit memanfaatkan insight alternatif, termasuk indikator dari aktivitas telekomunikasi yang sudah diolah secara agregat dan anonim. 

Artinya, tidak ada data pribadi yang dibagikan, namun tetap bisa memberikan gambaran profil risiko seseorang.

Pendekatan ini diwujudkan melalui Bureau Telco Score, yang melengkapi metode konvensional seperti riwayat pinjaman.

Baca Juga: Risiko Kredit Membaik, Namun Beban Pencadangan Bank Masih Berpotensi Meningkat

Dengan begitu, masyarakat yang belum punya rekam jejak kredit, seperti pelaku UMKM atau pekerja informal, tetap bisa dinilai kelayakannya secara lebih komprehensif.

“CBI sedang membangun generasi berikutnya dari infrastruktur biro kredit di Indonesia, yang cepat, andal, dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi digital,” ujar Anton Adiwibowo  Anton Adiwibowo, Presiden Direktur, Credit Bureau Indonesia, Jumat (24/4).

Ia menambahkan, kemitraan ini memperluas cakupan analisis kredit, terutama bagi kelompok yang selama ini kurang terlayani.

“Hal ini memberikan lembaga keuangan alat yang lebih baik untuk melayani masyarakat unbanked dan underbanked secara bertanggung jawab, sekaligus mendorong agenda inklusi keuangan Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, seluruh proses diklaim dilakukan dengan prinsip keamanan dan privasi, sesuai regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan ketentuan OJK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait

TERBARU

Nobel Run 2026 Ajak Masyarakat Gaungkan Setara Satu Lintasan

Dukung anak berkebutuhan khusus dalam beraktivitas, Nobel Run 2026 gaungkan setara satu lintasan di pagelaran lari.

Bukan Cuma Sawit, Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Ikut Naik

​Harga minyak goreng naik perlahan sejak awal tahun. Salah satu faktor utamanya adalah mahalnya kemasan plastik imbas konflik Timur Tengah.

Kata CEO SAP soal Masa Depan AI, Software Tak Tergantikan

​CEO SAP Christian Klein mengungkap masa depan AI yang ternyata sangat bergantung pada software, bukan menggantikannya dalam bisnis modern.

7 Pola Hidup Ini Jadi Biang Keladi Penyebab Kanker Ginjal, Segera Ubah Sekarang

Mengonsumsi gula dan garam berlebih adalah penyebab kanker ginjal yang jarang disadari. Temukan 7 pemicu lainnya untuk perlindungan optimal.

IHSG Berpotensi Melemah, Cek Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (24/4)

IHSG masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (24/4). Cek rekomendasi dari BRI Danareksa Sekuritas hari ini.

IHSG Masih Rawan Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (24/4)

IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan Jumat (24/4/2026).​ Berikut rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Dibuka Turun 0,3% ke Posisi 7.354 Pada Jumat Pagi (24/4)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung merosot ke zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat, 24 April 2026.

Vivo Y600 Pro: Baterai 10.200mAh Siap Guncang Pasar Smartphone

Ponsel Vivo Y600 Pro hadirkan baterai 10.200mAh, terbesar di kelasnya, dengan fast charging 80W. Ketahui tanggal rilis dan spesifikasi lengkapnya.

Ini 4 Penyebab Pori-pori Membesar yang Sering Terlewat

Pori-pori membesar bukan hanya karena kotoran. Ada 4 faktor lain yang harus diwaspadai. Pahami penyebabnya dan cegah sebelum terlambat!

Harga Naik Tujuh Kali Lipat, BEI Kunci Lagi Saham WBSA

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).