MOMSMONEY.ID - Mengetahui risiko kredit kini tak lagi hanya bergantung pada riwayat pinjaman di bank.
PT Credit Bureau Indonesia (CBI) menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison untuk menghadirkan cara baru yang lebih inklusif dalam menilai kelayakan kredit.
Lewat kolaborasi ini, penilaian risiko kredit memanfaatkan insight alternatif, termasuk indikator dari aktivitas telekomunikasi yang sudah diolah secara agregat dan anonim.
Artinya, tidak ada data pribadi yang dibagikan, namun tetap bisa memberikan gambaran profil risiko seseorang.
Pendekatan ini diwujudkan melalui Bureau Telco Score, yang melengkapi metode konvensional seperti riwayat pinjaman.
Baca Juga: Risiko Kredit Membaik, Namun Beban Pencadangan Bank Masih Berpotensi Meningkat
Dengan begitu, masyarakat yang belum punya rekam jejak kredit, seperti pelaku UMKM atau pekerja informal, tetap bisa dinilai kelayakannya secara lebih komprehensif.
“CBI sedang membangun generasi berikutnya dari infrastruktur biro kredit di Indonesia, yang cepat, andal, dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi digital,” ujar Anton Adiwibowo Anton Adiwibowo, Presiden Direktur, Credit Bureau Indonesia, Jumat (24/4).
Ia menambahkan, kemitraan ini memperluas cakupan analisis kredit, terutama bagi kelompok yang selama ini kurang terlayani.
“Hal ini memberikan lembaga keuangan alat yang lebih baik untuk melayani masyarakat unbanked dan underbanked secara bertanggung jawab, sekaligus mendorong agenda inklusi keuangan Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, seluruh proses diklaim dilakukan dengan prinsip keamanan dan privasi, sesuai regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan ketentuan OJK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News