MOMSMONEY.ID - Festival kreatif kini tak lagi sekadar menjadi tempat berburu kuliner atau produk lokal.
Sejumlah penyelenggara mulai menghadirkan konsep yang memadukan hiburan dengan dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga edukasi pengelolaan sampah, sehingga memberi pengalaman yang lebih bermakna bagi pengunjung.
Tren tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Semasa Piknik 2026. Melalui Rumah Indofood, perusahaan tidak hanya menghadirkan berbagai aktivitas kuliner, tetapi juga membuka kesempatan bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produknya kepada puluhan ribu pengunjung.
Bogasari, misalnya, mengajak tiga UMKM binaannya, yakni Loafjkt, Mie Bebek by Cha Kitchen, dan Pukis Kota Baru, untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama generasi muda.
Sementara itu, Sambal Indofood menggandeng Bakso Ajo sebagai mitra food service guna memperkenalkan pengalaman kuliner yang lebih beragam.
Baca Juga: Ubah Botol Plastik Jadi Bernilai, Mesin Daur Ulang Aquviva Kini Ada di Tangerang
Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Andrew Hallatu, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem kuliner kreatif di Indonesia.
"Dukungan kami terhadap UMKM dalam ajang Semasa Piknik 2026 merupakan bentuk upaya membangun ekosistem kuliner kreatif Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan sekaligus menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Indofood untuk terus membuka ruang kolaborasi, memperluas akses pasar, untuk pertumbuhan UMKM kuliner tanah air," ujarnya dalam keterangan resmi Minggu (28/6).
Tak hanya memberi ruang bagi pelaku usaha, festival ini juga mengangkat isu keberlanjutan melalui kerja sama dengan Rekosistem.
Selama tiga hari penyelenggaraan, tersedia 13 titik pengumpulan sampah yang akan dipilah dan disalurkan ke mitra daur ulang sesuai jenis materialnya.
Pengunjung pun diajak mengikuti Recycling Creative Workshop dengan mengubah kemasan pascapakai, seperti botol Club serta kemasan Indomie dan Chitato, menjadi produk upcycle yang memiliki nilai guna.
Edukasi tersebut diperkuat oleh tim Rekomentor yang memberikan informasi mengenai langkah sederhana mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Berkaca dari penyelenggaraan sebelumnya, pengelolaan sampah selama festival diperkirakan dapat mencapai lebih dari 700 kilogram.
Kegiatan ini juga berpotensi mengedukasi lebih dari 45.000 pengunjung mengenai pentingnya praktik reduce, reuse, dan recycle.
"Keberlanjutan adalah perjalanan yang dibangun bersama. Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat terinspirasi untuk memulai langkah sederhana dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab demi lingkungan yang lebih baik," kata Andrew.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News