MOMSMONEY.ID - Berikut ini tips strategi bisnis bagi pelaku usaha ritel untuk tetap unggul menghadapi konsumen yang berbasis kecerdasan buatan atau AI ya.
Masyarakat kini semakin lumrah menggunakan teknologi AI untuk mendukung perjalanan belanja mereka, mulai dari riset produk, menafsirkan ulasan, hingga mencari promosi.
Seiring AI mengubah cara konsumen membuat keputusan, brand dan pelaku ritel perlu mengantisipasi perubahan dan merancang pengalaman yang lebih relevan untuk para konsumen.
Baca Juga: Masyarakat Kini Memanfaatkan Teknologi AI untuk Membantu Kegiatan Belanja
Dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2), IBM memberikan tips strategi cara brand dan pelaku ritel tetap unggul menghadapi konsumen berbasis AI. Baiknya para pengusaha ritel fokus pada:
Mendesain ulang perjalanan pelanggan dengan berfokus pada momen-momen keputusan di masa depan
Identifikasi titik di mana konsumen memanfaatkan AI untuk melakukan riset, membandingkan pilihan, dan mencari nilai, serta pastikan setiap momen tersebut terhubung secara mulus hingga tahap pembelian.
Memanfaatkan agen untuk mengurangi ketidakpastian sejak tahap awal
Dengan menempatkan pencarian promo, interpretasi ulasan, serta dukungan untuk pembelanjaan personal yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen, bukan hanya sekedar untuk menurunkan beban layanan.
Menjadikan kesiapan data dan pengujian sebagai prioritas.
Dengan 54% eksekutif brand yang melaporkan tantangan lintas kanal dan sistem, penyelarasan informasi produk dan kebijakan serta uji menyeluruh end-to-end menjadi hal yang bersifat krusial.
Menonjolkan keunggulan dari brand tersebut
Memanfaatkan AI untuk meningkatkan relevansi dan mengurangi hambatan, sekaligus menjaga kreativitas serta keaslian identitas brand.
Berinvestasi pada kapabilitas dan kemitraan AI
Sebanyak 51% eksekutif mengidentifikasi keterbatasan keahlian AI sebagai tantangan, sehingga penguatan kompetensi internal perlu diimbangi dengan kemitraan strategis untuk memastikan penerapan AI yang efektif dan bertanggung jawab.
Baca Juga: AI Membantu Menyusun Tujuan Keuangan 2026 dengan Lebih Mudah dan Realistis
Juvanus Tjandra, Managing Director IBM Indonesia, mengatakan, bagi pelaku ritel saat ini, fokus utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan AI secara strategis untuk memperkuat, bukan melemahkan, hubungan brand dengan pelanggan.
Studi tersebut menunjukkan, brand yang memandang AI bukan sekadar sebagai pendorong produktivitas, melainkan sebagai penggerak utama inovasi, akan mampu menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang.
Studi IBM menyimpulkan, kunci keberhasilan tidak hanya terletak pada pemanfaatan AI, tetapi pada integrasinya yang tepat dalam operasional ritel, tanpa menghilangkan kedekatan budaya dan hubungan personal yang menjadi kekuatan ritel di Indonesia.
Momen hari raya ini tidak hanya menjadi momentum peningkatan aktivitas belanja, tetapi juga menandai dimulainya babak baru inovasi ritel di Indonesia.
Selanjutnya: Indo Premier Rilis LADI, Indikator Trading Saham Real-Time untuk Investor Ritel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News