M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Bijak Investasi Saham, Ini 4 Jebakan Psikologis yang Perlu Diwaspadai

Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Investasi saham merupakan salah satu jalan untuk meraih kebebasan finansial. Namun, ada tantangan yang kerap dialami investor, salah satunya bias psikologis. 

Investor perlu memahami bias psikologis, karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan. Bias psikologis mencakup berbagai jebakan yang bisa mengaburkan pandangan dan mengarah pada keputusan yang kurang rasional.

SEVP Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi, mengatakan, bias seperti overconfidence dan confirmation bias, dapat memengaruhi cara investor menganalisis informasi dan membuat keputusan. Memahami bias ini adalah langkah penting untuk menjaga rasionalitas dalam berinvestasi dan mengurangi risiko. 

"Dengan mengenali jebakan-jebakan ini, kita dapat lebih percaya diri dalam membuat pilihan yang bijak," kata Teddy, mengutip artikel tertulis yang dirilis Jumat (29/11).

Berikut ini berbagai jenis bias psikologis yang dapat dialami oleh investor, serta upaya untuk menghindarinya:

1. Overconfidence alias terlalu percaya diri

Dipicu oleh rasa percaya diri yang tinggi setelah meraih kesuksesan dalam beberapa transaksi, investor cenderung meremehkan risiko dan mengabaikan analisis mendalam yang sebelumnya mereka lakukan pada transaksi berikutnya.

Teddy berpendapat bahwa investor perlu melakukan evaluasi berkala terhadap strategi investasi mereka. Penting untuk menyadari bahwa seberapa pun tinggi tingkat kesuksesan selama ini, analisis mendalam tetap diperlukan. Riset untuk setiap transaksi, baik yang kecil maupun besar, sangat penting agar dapat mengambil keputusan yang bijak.

Baca Juga: Emiten Batubara Grup Sinarmas Bagikan Dividen Rp 243, Ini Jadwal Dividen GEMS!

2. Anchoring atau terjebak pada harga pembelian

Banyak investor sering kesulitan melepaskan harga awal saat membeli saham. Ketika harga saham turun, mereka cenderung memilih untuk menahan saham tersebut dan berharap harganya kembali, meski terus mengalami kerugian. Padahal, penting untuk menganalisis kembali situasi yang sedang terjadi.

Menurut Teddy, apapun perubahan yang terjadi di pasar, investor harus secara aktif meninjau portofolio yang dimiliki. Fokuslah pada nilai saham saat ini dan terus pelajari analisis potensi saham tersebut di masa depan.  "Keputusan untuk menahan atau menjual saham seharusnya didasarkan pada analisis dan data terkini, bukan hanya pada harga beli awal,” kata dia.

3. Confirmation bias atau melihat hanya apa yang ingin dilihat

Confirmation bias terjadi ketika investor hanya mencari informasi yang mendukung keyakinan yang mereka miliki, sementara mengabaikan data yang mungkin menentang pandangan tersebut. Hal ini dapat mengarah pada keputusan investasi yang merugikan.

Investor sebaiknya terbuka terhadap berbagai perspektif yang kredibel. Saran Teddy, aktiflah berdiskusi dengan analis atau penasihat keuangan untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam. Dengan cara ini, keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan harapan pribadi, tetapi juga didukung oleh analisis dan pertimbangan dari sumber yang terpercaya.

Baca Juga: Sisa 6 Hari untuk Investasi Sukuk Tabungan ST013, Dapatkan Kupon hingga 6,5%

4. Herd behavior atau mengikuti kerumunan

Dalam investasi, kita mungkin tergoda untuk mengikuti langkah orang lain. Saat melihat banyak orang membeli saham tertentu, kita mungkin merasa ingin ikut serta. Namun, sikap ini dapat mengarah pada keputusan impulsif yang berisiko dan berujung pada kerugian.

Kata Teddy, terjebak dalam saham gorengan adalah salah satu dampak dari perilaku herd. Ketika banyak orang yang membeli dan harga saham melonjak, investor akan terdorong untuk ikut membeli tanpa melakukan analisis yang tepat. Akibatnya, mereka bisa mengabaikan informasi yang penting dan berisiko mengalami kerugian.

Nah, semoga Anda dapat lebih bijak menghadapi jebakan psikologis dalam investasi saham, ya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Makan Hemat Berdua dan Rame-Rame Lewat Promo Wingstop Gratis Sprite Nipis Mint

Manfaatkan promo Wingstop terbaru untuk menikmati paket ayam lezat berdua atau keluarga lengkap dengan gratis Sprite Nipis Mint segar.

Serbu Promo Es Teler 77 Mega Deals! Nikmati Diskon Nampol hingga 65% Pakai Qpon

Cek promo Es Teler 77 sekarang dan dapatkan berbagai paket bundle serta menu segar favoritmu dengan harga diskon yang bikin hemat.

Makan Nanas Tiap Hari Bisa Atasi Arthritis, Cek Semua Manfaatnya di Sini

Merupakan buah yang kaya nutrisi, mari ketahui apa saja manfaat buah nanas jika rutin dikonsumsi buat kesehatan.​

Punya Riwayat Asam Lambung, Hindari Makan Sayuran Ini Secara Berlebihan

Anda punya riwayat asam lambung? Ketahui sayuran yang tidak boleh dimakan penderita asam lambung secara berlebihan di sini.

7 Pilihan Makanan yang Banyak Mengandung Kolagen untuk Kulit Kencang dan Sehat

Temukan daftar makanan yang banyak mengandung kolagen mulai dari kaldu tulang, daging ayam hingga wortel untuk menjaga kesehatan sendi dan kulit.

Telur Rebus Cukupi Kebutuhan Protein Harian, Tanpa Picu Lonjakan Asam Urat

Telur rebus tergolong makanan rendah purin. Cek aturan konsumsi telur rebus yang tepat agar tidak memicu nyeri asam urat.

7 Rekomendasi Anime Persahabatan Paling Solid Bisa Ditonton di Netflix

Bagi yang ingin menonton anime dengan tema persahabatan, anime berikut ini bisa ditonton di Netflix.​

Stres Kerja Berkurang Bukan Karena Minum Kopi, Tapi Berkat Tanaman Hias Ini!

Menaruh tanaman hias di meja kerja ampuh pangkas stres. Cek jenis tanaman tangguh yang sanggup serap racun udara.

Oppo Pad Mini Dobrak Standar Lewat Baterai 8000mAh dan Layar Amoled 144Hz

Bodi Oppo Pad Mini hanya 5,3mm tapi bertenaga Snapdragon 8 Gen 5. Simak rincian spesifikasi dan varian memorinya di sini.

Fitur Privacy Display Milik Xiaomi 18 Pro Siap Geser Samsung S26 Ultra!

Xiaomi 18 Pro membawa Privacy Display berbasis hardware. Tampilan tetap jernih dari depan tanpa efek redup khas pesaingnya.