MOMSMONEY.ID - Berikut informasi biaya dokter gigi terbaru dan tips mengatur anggaran agar keuangan tetap aman. Yuk, cek sebelum sakit gigi mendadak.
Biaya ke dokter gigi belakangan ini semakin sering jadi topik pembicaraan. Banyak orang mengaku kaget saat melihat total tagihan, padahal awalnya hanya berniat periksa ringan.
Kondisi ini umum terjadi karena perawatan gigi kerap dianggap bukan prioritas sampai rasa sakit muncul. Padahal, kesehatan gigi dan mulut punya peran besar terhadap kondisi tubuh secara keseluruhan.
Melansir dari OCBC, perawatan gigi sebaiknya dipersiapkan secara rutin agar tidak menimbulkan beban keuangan mendadak.
“Jika perawatan gigi ditunda, biaya yang harus dikeluarkan bisa jauh lebih besar,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak
Biaya dokter gigi sering dianggap sepele
Sebagian masyarakat masih mengira biaya dokter gigi hanya mahal jika melakukan tindakan besar. Faktanya, biaya konsultasi dan pemeriksaan awal saja sudah berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp600.000.
Jumlah ini bisa bertambah ketika dokter menemukan masalah lanjutan yang membutuhkan penanganan khusus. Tidak heran jika banyak orang merasa pengeluaran ke dokter gigi terasa berat.
Kisaran biaya layanan perawatan gigi
Setiap tindakan di klinik gigi memiliki tarif berbeda tergantung tingkat kesulitannya. Scaling atau pembersihan karang gigi umumnya berkisar Rp200.000 sampai Rp700.000. Untuk pembersihan karang gigi yang lebih dalam, biayanya bisa mencapai Rp2.000.000.
Tambal gigi memiliki kisaran harga Rp150.000 hingga Rp1.200.000 per gigi. Jika sudah menyentuh saraf, perawatan saluran akar bisa membutuhkan biaya Rp1.500.000 sampai Rp4.000.000.
Cabut gigi biasa dikenakan biaya sekitar Rp350.000 hingga Rp750.000, sementara cabut gigi bungsu dapat mencapai Rp5.000.000 per gigi.
Untuk perawatan jangka panjang, pemasangan behel berkisar Rp8.000.000 hingga Rp20.000.000. Sedangkan implan gigi menjadi prosedur dengan biaya tertinggi, yakni hingga Rp30.000.000 per gigi.
Mengapa biaya perawatan gigi relatif tinggi
Perawatan gigi membutuhkan dokter dengan keahlian khusus, peralatan medis modern, serta bahan yang aman dan berkualitas. Banyak prosedur juga tidak bisa selesai dalam satu kali kunjungan.
Jika perawatan dilakukan saat kondisi sudah parah, risikonya lebih besar dan biaya pun ikut meningkat. Karena itu, pencegahan sejak dini jauh lebih hemat dibandingkan pengobatan.
Baca Juga: Cara Membuat Anggaran Bulanan Realistis biar Keuangan Terkendali di Tahun 2026
Pentingnya menyiapkan dana khusus perawatan gigi
Masalah gigi bisa dialami siapa saja, termasuk mereka yang rajin menyikat gigi setiap hari. Inilah alasan mengapa dana khusus perawatan gigi penting dimiliki. Idealnya, sisihkan sekitar 2 sampai 5% dari penghasilan bulanan.
Jika penghasilan Rp10.000.000, maka dana yang dialokasikan sekitar Rp200.000 hingga Rp500.000 per bulan.
Dengan dana ini, Anda tidak perlu panik atau mengganggu kebutuhan lain ketika harus ke dokter gigi secara mendadak.
Perawatan gigi sebagai langkah menjaga kesehatan menyeluruh
Perawatan gigi bukan hanya soal penampilan atau kenyamanan saat makan. Infeksi pada gigi dan gusi dapat menjadi pintu masuk bakteri ke dalam tubuh.
Pemeriksaan rutin setiap enam bulan membantu mendeteksi masalah lebih awal sehingga penanganannya lebih sederhana dan biaya lebih terkendali.
Memahami pilihan fasilitas kesehatan dan perlindungan kesehatan yang dimiliki juga membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih aman dan terencana.
Mahalnya biaya dokter gigi bukan alasan untuk mengabaikan perawatan. Dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi, pemeriksaan rutin, serta perencanaan anggaran yang disiplin, risiko pengeluaran besar bisa ditekan.
Merawat gigi sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan tubuh dan ketenangan finansial di masa depan.
Selanjutnya: Cara Buka Rekening BRI Online Lewat BRImo, Praktis dan Bisa dari Manapun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News