M O M S M O N E Y I D
AturUang

Berikut Cara Meminimalisir Risiko Volatilitas Pasar dengan Diversifikasi Portofolio

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID - Moms, kita jangan sampai terlewat kondisi pasar dan ekonomi saat ini. Karena perkembangan ekonomi dan kondisi pasar dapat berubah akibat kejadian yang tidak terduga. Hal ini dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk kelas aset.

Misalnya, ketika pandemi COVID-19 mengakibatkan banyak perusahaan mengalami kerugian bahkan kebangkrutan. Kinerja perusahaan yang mulai menurun mengakibatkan penurunan pada harga saham perusahaan terutama yang bergerak di sektor travel dan consumer. Sebaliknya, ada beberapa perusahaan yang justru diuntungkan dengan adanya pandemi seperti perusahaan yang bergerak di sektor healthcare.

Contoh lainnya, perang Rusia-Ukraina di tahun 2022 membuat harga komoditas naik signifikan sehingga harga saham perusahaan yang bergerak di sektor energi dan komoditas turut diuntungkan. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut menyebabkan terjadinya inflasi sehingga bank sentral mulai menaikkan suku bunga secara signifikan. Alhasil, harga obligasi turun secara drastis.

Lalu bagaimana cara menghadapi kondisi pasar yang selalu berubah tak menentu? Menurut PT Bank Central Asia Tbk (BCA), portofolio investasi yang terkonsentrasi hanya di satu instrumen tertentu saja mempunyai risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan portofolio yang terdiversifikasi ke beberapa instrumen investasi yang berbeda. Karena setiap instrumen investasi digerakkan oleh faktor yang berbeda-beda, potensi keuntungan dari satu instrumen bisa menutupi atau bahkan melampaui kerugian yang terjadi di instrumen lainnya.

Baca Juga: Adira Finance Punya Fasilitas Dana Tunai Dengan Plafon Hingga Rp 500 Juta

Untuk itu, Anda perlu melakukan diversifikasi. Kapan Diversifikasi Perlu Dilakukan? Diversifikasi perlu dilakukan terutama ketika:

1.           Kondisi ketidakpastian ekonomi dan pasar relatif tinggi

2.           Portofolio investor terlalu terkonsentrasi di aset tertentu saja

3.           Jumlah dana yang dialokasikan untuk investasi besar

Sederhananya, diversifikasi bertujuan untuk mengoptimalkan alokasi portofolio dengan cara memaksimalkan total return sambil meminimalisir risiko ketika pergerakan pasar tidak dapat diprediksi.

Baca Juga: Berikut Syarat Kredit Motor di BCA

Menerapkan diversifikasi dalam berinvestasi bisa dilakukan dengan membeli reksa dana. Tiap jenis reksa dana menjawab bentuk diversifikasi yang berbeda-beda. Diantaranya :

  • Reksa dana campuran menjawab strategi diversifikasi karena terdiri dari berbagai kelas aset yakni pasar uang, obligasi, maupun saham sekaligus. Berbagai kelas aset ini akan saling tambal silang, misalnya bila pasar obligasi terkoreksi dan kondisi pasar saham justru sedang naik maka risiko kerugian investor dari obligasi dapat ditutupi dari potensi kenaikan sahamnya.
  • Selain reksa dana campuran, pembelian reksa dana lainnya juga menjawab strategi diversifikasi dari segi sektor industri dan jangka waktu.
    • Reksa dana pasar uang menjawab strategi diversifikasi dari aspek sektor industri karena terdiri dari beberapa jenis perusahaan meskipun sama-sama berisikan produk deposito/kelas aset pasar uang.
    • Reksa dana saham mendiversifikasikan investasi ke kelas aset saham dari beberapa perusahaan yang bergerak di sektor yang berbeda dan memiliki kapitalisasi pasar yang berbeda pula.
    • Reksa dana pendapatan tetap mendiversifikasikan investasi di kelas aset obligasi dengan berbagai seri, mulai dari tenor pendek hingga panjang.

Diversifikasi tidak menghilangkan melainkan hanya meminimalisir risiko kerugian investor. Kerugian tetap dapat terjadi seandainya pergerakan kelas aset seluruhnya mengalami koreksi. Oleh karena itu, penting untuk selalu up to date dengan kondisi ekonomi terkini dan bijak dalam memilih produk investasi.

Sudah semakin mengertikan strategi untuk memaksimalkan investasi kamu? Ayo diversifikasikan investasi kamu dengan berbagai pilihan produk investasi yang tersedia di Welma myBCA!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Suka Memotret Satwa? IAPVC 2026 Buka Kompetisi hingga September

​Kompetisi foto dan video satwa IAPVC kembali digelar. Pendaftaran dibuka hingga 30 September 2026. 

Begini Cara Kumpul Bantu Pelaku Usaha, Termasuk Pengusaha Perempuan

Kumpul mendampingi pelaku usaha melalui pengembangan kapasitas, akses pasar, hingga koneksi pembiayaan.​

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 11-13 Agustus 2026, Teh-Pasta Beli 2 Gratis 1

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat periode 11-13 Agustus 2026 untuk belanja hari ini.

Bahaya Konsumsi Obat Asam Urat NSAID Jangka Panjang Picu Gagal Ginjal Akut

Penggunaan obat asam urat anti nyeri jangka panjang dapat memicu cedera ginjal akut. Ketahui bahaya terselubung di balik konsumsi NSAID.

Selisih Harga Jual-Buyback Emas Ada yang Tembus Rp 300.000, Cek yang Paling Tipis

Rata-rata spread harga jual-buyback emas kini di atas Rp 130.000 per gram. Pegadaian mencatat selisih paling tipis.

Kerja Hybrid Makin Fleksibel, Kantor Pun Mulai Mendekat ke Pekerja

​Perkembangan teknologi dan masuknya Gen Z ke dunia kerja membuat perusahaan mulai mempertimbangkan lokasi kantor di luar pusat bisnis Jakarta.

Peringkat Harga Buyback Emas Bergeser, Antam Tertinggi Rp 2,54 Juta

Harga buyback emas hari ini naik pada seluruh merek logam mulia yang dipantau. Antam menyalip Galeri 24 menjadi harga buyback tertinggi.

Promo Indomaret Harga Spesial Periode 11-24 Agustus 2026, Nivea-Emeron Diskon 30%

Promo Indomaret Harga Spesial Periode 11-24 Agustus 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat, Moms.

Promo Hypermart Weekday Periode 11-13 Agustus 2026, Beli 1 Gratis 1 Aneka Ikan Asin

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Weekday periode 11-13 Agustus 2026 untuk belanja di awal pekan.

Prakiraan Cuaca Bali Besok Rabu (12/8), Berawan hingga Cerah

BMKG memprakirakan cuaca Bali besok Rabu (12/8) didominasi berawan. Simak prakiraan cuaca lengkap di 9 kabupaten/kota.