MOMSMONEY.ID - Menurunkan berat badan sering kali dianggap sebagai urusan pribadi. Tak sedikit orang mencoba mengatur pola makan dan berolahraga sendiri, sebelum akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Padahal, penanganan obesitas tidak harus menunggu sampai muncul gangguan kesehatan. Ketika seseorang mulai menyadari adanya perubahan pada kondisi tubuh atau merasa aktivitas sehari-harinya terganggu, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bisa menjadi langkah awal yang penting.
Spesialis gizi klinik, dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, mengatakan tidak ada alasan untuk menunda konsultasi apabila seseorang sudah merasa membutuhkan bantuan.
Baca Juga: Sering Jadi Bahan Candaan karena Gemuk? Jangan Anggap Remeh Dampaknya
“Kapan saja kamu siap, go for it. Jangan nunggu sampai ada gejala,” ujar Christopher dalam acara Novo Indonesia bertajuk “Hidup Lebih Ringan” di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Christopher mengungkapkan, obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak berlebih yang dapat meningkatkan risiko penyakit penyerta atau komorbid. Salah satunya adalah gangguan gula darah yang dapat berkembang menjadi diabetes.
Karena itu, masyarakat perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh. Misalnya, aktivitas yang sebelumnya terasa ringan kini membuat tubuh cepat lelah, mudah mengantuk saat bangun tidur, atau mulai terengah-engah ketika berjalan dan menaiki tangga.
Namun, keputusan untuk menemui dokter tidak selalu mudah. Associate Director Medical & Regulatory Novo Indonesia, dr. Riyanny M. Tarliman, menyebut stigma masih menjadi salah satu penghalang.
Sebagian orang menganggap obesitas sepenuhnya terjadi karena kesalahan diri sendiri, seperti terlalu banyak makan atau kurang bergerak. Akibatnya, mereka merasa malu, frustrasi, bahkan enggan mencari bantuan karena mengira dokter hanya akan menyuruh mereka mengurangi makan dan berolahraga.
Baca Juga: Cuma Makan Sekali Sehari saat Diet? Ini Risiko yang Perlu Diketahui
Padahal, obesitas tidak sesederhana persoalan kemauan. Riyanny menjelaskan, perkembangan penelitian menunjukkan bahwa hormon dan mekanisme otak juga berperan dalam mengatur kondisi tersebut.
Selain stigma, kurangnya pemahaman mengenai pilihan penanganan medis juga dapat membuat seseorang enggan berkonsultasi. Padahal, perubahan gaya hidup dapat membutuhkan pendampingan agar sesuai dengan kondisi dan rutinitas masing-masing orang. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan obesitas tidak selalu cukup dilakukan dari sisi pola makan dan aktivitas fisik.
Dengan demikian, mencari bantuan dokter bukan berarti seseorang gagal mengatur berat badan. Justru, konsultasi dapat menjadi langkah awal untuk memahami kondisi tubuh dan menentukan cara menjaga kesehatan yang lebih tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News