M O M S M O N E Y I D
Bugar

5 Alasan Wanita Cepat Naik Berat Badan saat Usia 50 Tahun ke Atas

5 Alasan Wanita Cepat Naik Berat Badan saat Usia 50 Tahun ke Atas
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ada beberapa alasan wanita cepat naik berat badan saat usia 50 tahun ke atas. Apa sajakah itu?

Memasuki usia 50 tahun sering menjadi momen ketika perubahan tubuh mulai terasa lebih nyata. Pola makan mungkin masih sama seperti beberapa tahun sebelumnya, tetapi pakaian mulai terasa lebih sempit dan angka di timbangan bergerak naik. Kondisi ini cukup umum terjadi dan bukan semata-mata karena makan lebih banyak.

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan alami yang memengaruhi cara membakar energi, menyimpan lemak, hingga mengatur rasa lapar. Memahami penyebabnya dapat membantu Anda mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga berat badan tetap sehat.

Baca Juga: 17 Daftar Makanan Diet yang Bikin Kenyang Lebih Lama biar Berat Badan Turun

Alasan Wanita Cepat Naik Berat Badan saat Usia 50 Tahun ke Atas

Melansir dari laman Verywell Health, di bawah ini beberapa alasan wanita cepat naik berat badan saat usia 50 tahun ke atas:

1. Perubahan hormon saat menopause

Pada usia ini, banyak wanita memasuki masa menopause, yaitu kondisi ketika menstruasi berhenti setelah 12 bulan. Rata-rata menopause terjadi di usia sekitar 52 tahun, namun proses peralihannya bisa dimulai lebih awal.

Selama fase ini, kadar estrogen menurun. Kondisi ini dapat meningkatkan nafsu makan dan mendorong penumpukan lemak, terutama di area perut. Selain itu, Anda juga bisa mengalami gejala lain seperti rasa panas mendadak, gangguan tidur, dan kekeringan pada area intim.

2. Metabolisme melambat

Seiring bertambahnya usia, tubuh membakar kalori lebih sedikit, bahkan saat sedang beristirahat. Sebagian besar kalori yang dibakar tubuh berasal dari metabolisme dasar, yaitu energi yang digunakan untuk menjalankan fungsi tubuh sehari-hari.

Ketika metabolisme melambat, tubuh tidak lagi membutuhkan kalori sebanyak sebelumnya. Jika pola makan tidak disesuaikan, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak.

Baca Juga: 6 Minuman Penurun Berat Badan Alami Selain Air Putih

3. Berkurangnya massa otot

Setelah usia 30 tahun, massa otot perlahan menurun setiap 10 tahun. Otot berperan penting karena mampu membakar kalori lebih banyak dibandingkan lemak.

Ketika jumlah otot berkurang, pembakaran kalori juga ikut menurun. Selain itu, penurunan estrogen dapat membuat tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak dan kehilangan massa otot, meskipun berat badan terlihat tidak banyak berubah.

4. Perubahan gaya hidup

Aktivitas fisik sering menurun di usia 50 tahun ke atas. Hal ini bisa dipengaruhi oleh rasa lelah atau nyeri sendi. Di sisi lain, kebutuhan kalori juga ikut berkurang, sehingga penting untuk lebih memperhatikan kualitas makanan.

Beberapa kebiasaan yang dapat memicu kenaikan berat badan antara lain kurang asupan protein, terlalu sering mengonsumsi karbohidrat atau gula olahan, serta tetap makan dengan porsi lama meski kebutuhan energi sudah menurun.

Selain itu, kualitas tidur juga sering terganggu. Sekitar 40 hingga 50% wanita mengalami masalah tidur saat menopause. Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar, meningkatkan keinginan makan, dan membuat tubuh terasa lelah.

Stres juga berperan besar. Pada fase ini, tekanan dari pekerjaan atau kehidupan keluarga bisa meningkat. Stres memicu hormon kortisol yang dapat menyebabkan penumpukan lemak. Dalam kondisi ini, Anda mungkin lebih sering memilih makanan praktis atau menjalani aktivitas yang minim gerak.

Baca Juga: 4 Manfaat Tersembunyi Konsumsi Madu untuk Bantu Menurunkan Berat Badan

5. Kondisi kesehatan dan efek obat

Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi berat badan, seperti depresi yang bisa memicu makan berlebihan dan kurang aktivitas.

Selain itu, penggunaan obat tertentu seperti antidepresan atau obat tekanan darah juga dapat memengaruhi nafsu makan dan metabolisme tubuh, sehingga berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Itu tadi beberapa alasan wanita cepat naik berat badan saat usia 50 tahun ke atas. Semoga bermanfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Hylo Open 2026: Jonatan dan Amri/Nita ke Perempatfinal

Hasil Hylo Open 2026 babak 16 besar, Kamis (29/10), Jonatan Christie dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melenggang ke perempatfinal.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (30/10): 8 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Deras

Peringatan dini BMKG cuaca besok Jumat (30/10), Waspada hujan lebat di sejumlah wilayah Jabodetabek berikut ini.

Hujan Lebat Guyur 26 Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (30/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok 30 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi ini.

Apakah Anda Termasuk? Cek 7 Kelompok Orang yang Sebaiknya Stop Minum Kopi

Mulai dari anak-anak hingga orang dengan masalah pencernaan, kebiasaan minum kopi justru bisa memicu kondisi yang lebih serius.

Stop Takut Ngemil pas Diet! Ini Manfaat Cokelat Hitam yang Bantu Turunkan Berat Badan

Kata siapa diet tidak boleh makan cokelat? Manfaat cokelat hitam justru efektif cegah penumpukan lemak dan bikin kenyang jika dikonsumsi benar.  

Empat Langkah Yang Perlu Diperhatikan Menyikapi Kondisi Pasar Saham Saat ini

Rencana MSCI untuk mereklasifikasi pasar saham Indonesia imbas tidak adanya transparansi perlu diantisipasi oleh para investor.

Bra Terlalu Longgar? Jangan Dipakai, Ini 5 Efek Sampingnya bagi Payudara

Kali ini MomsMoney akan membagikan informasi tentang 5 efek samping bra yang terlalu longgar. Simak sampai akhir, Moms.

Anak Remaja Anda Sedang Stres? 4 Teknik Relaksasi Sederhana Ini Bisa Membantu Moms

Untuk membantu anak remaja Anda mengatasi stres akibat berbagai tekanan hidup, ajarkanlah mereka untuk melakukan 4 teknik relaksasi sederhana ini.

Risiko Diabetes Tipe 2 Meningkat, 4 Jenis Makanan Ini Biang Keroknya!

Ada 4 jenis makanan yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Apa saja? Cari tahu informasinya di sini.

Asuransi Mobil Masih Jadi Pertimbangan, Literasi Jadi Tantangan

Asuransi Astra mendorong peningkatan literasi asuransi kendaraan agar masyarakat lebih memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko.