M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Begini Cara Cepat Mengatasi Rambut Lepek saat Malas Keramas

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Saat cuaca panas terik, rambut jadi mudah lepek. Apalagi, jika Moms memiliki jenis rambut yang berminyak. Lalu bagaimana cara mengatasi ramput lepek dengan cepat? 

Melansir berbagai sumber, salah satu penyebab rambut mudaj lepek adalah produksi minyak yang berlebihan pada kulit kepala. Nah, biasanya minyak akan banyak muncul saat udara panas atau Moms sering melakukan kegiatan berat hingga banyak mengeluarkan keringat. 

Sebenarnya, solusi paling tepat mengatasi rambut lepek adalah Moms harus segera keramas untuk membersihkan minyak di kepala. Namun kerap kali padatnya kegiatan membuat kita merasa malas keramas karena memakan banyak waktu.

Lalu, bagaimana cara cepat mengatasi rambut lepek? 

Baca Juga: Tips Mempersiapkan Masa Pensiun Tanpa Membebani Anak

Menggunakan dry shampoo

Dry shampoo adalah salah satu solusi paling cepat mengatasi rambut lepek. Jenis, shampoo ini digunakan dengan cara menyemprotkannya ke bagian akar rambut dan sisir hingga rapi.

Moms bisa menemukan berbagai merek dry shampoo di toko yang menyediakan produk perawatan tubuh dan rambut. 

Menggunakan bedak bayi

Cara ini sebenarnya sudah cukup populer, yaitu menaburkan bedak bayi pada bagian akar rambut. Cara kerjanya sama seperti saat bedak ini ditaburkan ke wajah agar bebas minyak. 

Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Drama Korea Populer dan Banyak Diminati, Bikin Ketagihan?

Nah, bedak bayi dipercaya bisa menyerap minyak dari kulit kepala sehingga bisa mengatasi rambut lepek. Namun, kekurangannya adaah sering kali bedak bayi ini meninggalkan noda putih pada rambut. 

Selain itu, Moms juga bisa melakukan tindakan pencegahan rambut mudah lepek. Moms sebaiknya menggunakan clarifying shampoo untuk pembersihan secara menyeluruh.

Gunakan shampoo ini hanya 1-2 kali seminggu. Jenis shampoo ini memiliki kandungan yang kuat untuk membersihkan minyak kepala. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Update Peringatan Dini BMKG Cuaca Hari (14/4) Jabodetabek Siaga Hujan Sangat Lebat

Update peringatan dini BMKG cuaca hari Selasa (14/4) di Jabodetabek dengan status Siaga hujan sangat lebat di daerah berikut ini.

Buruan Serbu! Promo Krispy Kreme Buy 1 Get 1 Dozen Donat Lebih Hemat Hanya 4 Hari

Donat gratis dari Krispy Kreme siap meramaikan harimu! Promo Buy 1 Get 1 ini berlaku 14-17 April 2026. Jangan sampai ketinggalan!

Apa Itu ADHD? Ketahui Ciri-cirinya pada Anak, Remaja, & Dewasa yang Harus Diwaspadai

Gejala ADHD tak sama di setiap fase hidup. Dari anak sulit fokus hingga dewasa bermasalah hubungan, kenali tandanya untuk dukungan terbaik.

Serum Anti Aging Ini Kunci Glowing Tanpa Kerutan: Kulit Awet Muda

Moms, masalah mata panda hingga jerawat bisa diatasi serum anti aging. Lihat daftar 5 serum anti aging yang transformatif untuk kulit sehatmu.

Film Animasi Garuda di Dadaku Tayang Juni 2026, Indofood Ikut Ambil Bagian

​PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk terlibat dalam kolaborasi film animasi Garuda di Dadaku yang menyasar penonton anak dan keluarga.

HP Vivo Y31d Pro: Tawarkan Kamera AI, Performa Ngebut & Baterai Monster

Membeli Vivo Y31d Pro pekan ini, Anda akan dapat baterai 7000mAh yang awet 6 tahun. Charger 90W siap mengisi daya super cepat. 

Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (14/4) Melonjak Rp 45.000, Cek Daftar Selengkapnya

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Selasa (14/4) melonjak Rp 45.000 dari perdagangan sebelumnya.

BMKG Peringatkan Kemarau Panjang, Masyarakat Diimbau Lakukan 4 Hal Ini

Puncak kemarau panjang El Nino diprediksi Agustus 2026. BMKG berikan strategi mitigasi yang harus Anda lakukan sekarang.

Menu Baru Pizza Hut: Sourdough Pizza Hadir dengan Topping Pilihan Terbaik

Pizza Hut berinovasi dengan Sourdough Pizza, tersedia dalam Authentic & Specialty Toppings. Temukan menu favorit Anda sekarang!

Kemarau Mulai Meluas, Ini Wilayah di Indonesia yang Sudah Alami Musim Kering

Musim kemarau mulai meluas di wilayah Indonesia. BMKG mencatat, per 13 April 2026, 7,8% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.