M O M S M O N E Y I D
Bugar

BD & RDK Dharmais Sediakan Skrining Kanker Serviks Metode Pengambilan Sampel Mandiri

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Becton Dickinson (BD), perusahaan teknologi medis global, memperingati Hari Kartini dengan meluncurkan inisiatif untuk mendorong deteksi dini kanker serviks.

Upaya ini terinspirasi oleh semangat R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak dan pendidikan bagi perempuan Indonesia.

Melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI, BD memperkenalkan pendekatan pengambilan sampel human papillomavirus (HPV)-DNA secara mandiri.

Ini dirancang untuk memperluas akses perempuan terhadap skrining yang dapat mencegah kanker serviks.

Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat komitmen BD dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi perempuan di Indonesia.

Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Raden Soeko Werdi Nindito Daroekoesoemo, MARS menegaskan pentingnya deteksi dini dalam pencegahan kanker serviks.

"Masih banyak perempuan yang belum memahami risiko infeksi HPV serta peran penting deteksi dini dalam pencegahan kanker serviks," kata dr. Raden dalam keterangan tertulis, Kamis (24/4). 

Baca Juga: Allianz Indonesia Beri 5 Tips Pencegahan Kanker Lewat Gaya Hidup

Dengan mengintegrasikan metode pengambilan sampel mandiri untuk uji skrining HPV DNA, tenaga kesehatan bisa menjangkau lebih banyak perempuan dan memastikan penanganan yang cepat dan tepat.

Inisiatif ini memperkuat langkah dalam menurunkan beban kanker serviks di Indonesia dan mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatannya.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua pada perempuan di Indonesia, dengan 36.633 kasus baru tercatat pada 2021.

Sebanyak 95% kasus kanker serviks terkait dengan infeksi HPV, namun angka skrining masih rendah akibat rasa tidak nyaman, kurangnya kesadaran, dan keterbatasan akses.

Infografik HPV
Infografik HPV

Menanggapi tantangan tersebut, BD menghadirkan teknologi pengambilan sampel mandiri yang memungkinkan perempuan melakukan pemeriksaan dengan lebih nyaman dan fleksibel.

Metode ini sudah diadopsi di berbagai negara seperti Belanda, Denmark, dan Swedia, dan terbukti membantu negara-negara tersebut mencapai target skrining yang ditetapkan World Health Organization (WHO).

Baca Juga: Perempuan Wajib Tahu Cara Mendeteksi Kanker Payudara Sejak Dini, Ini Caranya

Acara peringatan Hari Kartini yang digelar di Jakarta Barat menjadi simbol pemberdayaan perempuan melalui skrining berbasis populasi, diskusi interaktif bersama pakar medis, serta edukasi tentang pentingnya skrining HPV dan deteksi dini.

Peserta juga diperkenalkan pada manfaat dari pengambilan sampel HPV-DNA secara mandiri yang  lebih nyaman dan mudah dibandingkan metode konvensional.

"Kami senang dapat bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, rumah sakit milik negara maupun swasta, serta pakar medis global dalam menghadirkan upaya pencegahan kanker serviks yang lebih dekat dengan masyarakat," ujar Hari Nurcahyo, Country Business Leader, BD Indonesia.

"Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami dalam mendukung target eliminasi kanker serviks Indonesia pada 2030," imbuh dia.

Survei terbaru dari BD juga mengungkap masih besarnya kesenjangan dalam pengetahuan dan akses. Meski 92% perempuan Indonesia tahu bahwa kanker serviks bisa dicegah melalui pemeriksaan rutin, 70% di antaranya menunda kunjungan ke dokter kandungan karena takut atau tidak nyaman. 

Bahkan, 95% belum menyadari bahwa Pap smear bukan metode paling akurat untuk mendeteksi kanker serviks. Sekitar 75%  perempuan menginginkan metode pemeriksaan yang lebih nyaman, dan 81 persen memilih opsi pengambilan sampel mandiri di rumah. 

Baca Juga: Lewat 10 Kulkas Artistik, Bosch Beri Dukungan untuk Anak Pejuang Kanker

BD Indonesia bekerja sama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais untuk memperkuat upaya skrining secara nasional, dengan menghadirkan teknologi pengambilan sampel mandiri HPV-DNA yang dilengkapi teknologi extended genotyping dan sistem otomasi pra-analitik penuh.

Teknologi tersebut memungkinkan analisis risiko kanker serviks dengan identifikasi tipe HPV yang lebih rinci dan spesifik, serta memberikan efisiensi akurasi proses pengolahan sampel dalam proses laboratorium. 

RSK Dharmais memastikan bahwa setiap perempuan yang hasil tesnya positif akan segera mendapatkan penanganan medis dan perawatan lanjutan secara menyeluruh.

Untuk memperluas jangkauan, BD Indonesia bersama Kementerian Kesehatan dan Rumah Sakit Kanker Dharmais menargetkan skrining terhadap 8.000 perempuan di seluruh Indonesia.

Ini sebagai dukungan nyata terhadap peningkatan angka skrining nasional dan upaya eliminasi kanker serviks pada 2030.

"Melalui peningkatan akses terhadap skrining inovatif dan edukasi tentang pengambilan sampel mandiri untuk uji skrining HPV-DNA, kami berharap lebih banyak perempuan dapat mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatannya," ungkap Hari. 

"Kolaborasi dan inovasi menjadi kunci menuju masa depan bebas kanker serviks bagi perempuan Indonesia," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.