MOMSMONEY.ID - Gumoh pada bayi kerap membuat orang tua khawatir karena sering disalahartikan sebagai tanda penyakit.
Padahal, secara medis, regurgitasi pada bayi umumnya merupakan kondisi normal yang berkaitan dengan kematangan sistem pencernaan dan akan membaik seiring pertambahan usia.
Meski demikian, tidak semua keluhan gumoh bisa disamakan. Pada sebagian kecil kasus, kondisi ini dapat berkaitan dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yang membutuhkan perhatian medis lebih lanjut karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada anak.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi RS Premier Bintaro, Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), menjelaskan bahwa regurgitasi dan Gastroesophageal Reflux (GER) merupakan kondisi yang sering terjadi pada bayi dan umumnya tidak berbahaya.
Baca Juga: Risiko Fatal Guncangan pada Bayi: Pencegahan dan Penanganannya
Sekitar 30% bayi mengalami regurgitasi, dengan puncak kejadian pada usia 3–4 bulan, dan biasanya berkurang hingga usia 12 bulan.
“Regurgitasi dan GER itu sering dan umumnya tidak berbahaya, sedangkan GERD jarang,” ujar Prof. Badriul dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (6/1).
Ia menyebutkan, prevalensi GERD pada bayi hanya sekitar 3–8%
Menurutnya, GERD perlu dicurigai bila disertai tanda bahaya atau alarm sign, seperti gagal tumbuh, regurgitasi bercampur darah, nyeri hebat, atau gangguan neurologis. “Tanpa tanda alarm, pemeriksaan lanjutan biasanya tidak diperlukan,” jelasnya.
Prof. Badriul menambahkan, bayi yang rewel atau menangis berkepanjangan tidak selalu mengalami GERD, karena keluhan tersebut juga bisa ditemukan pada bayi sehat. Evaluasi medis tetap diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain, termasuk alergi protein susu sapi.
Terkait penanganan, ia menegaskan bahwa langkah awal regurgitasi dan GER pada bayi umumnya bersifat non-farmakologis, seperti edukasi orang tua, melanjutkan pemberian ASI, menghindari overfeeding, pengaturan posisi bayi, serta penggunaan susu formula yang ditebalkan bila diperlukan. Pemberian obat hanya dipertimbangkan pada kasus GERD yang telah terkonfirmasi.
Selanjutnya: Mitra Keluarga Siapkan Ekspansi 2 Rumah Sakit Baru di Jabodetabek & Jatim pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News