MOMSMONEY.ID - Jangan asal konsumsi anti nyeri, obat asam urat ini bisa memicu gagal ginjal. Penggunaan jangka panjang atau rutin dapat menyebabkan kerusakan ginjal, karena obat-obatan ini dapat memengaruhi aliran darah ke ginjal.
Uday Khosla, dokter spesialis ginjal, memaparkan, penggunaan sesekali dengan resep dokter tidak akan menimbulkan ancaman besar bagi ginjal. Namun, jika digunakan dalam jangka waktu lama dan penggunaan berlebihan atau penyalahgunaan dapat menimbulkan risiko besar bagi kesehatan ginjal.
Dilansir dari Remixhq.com, beberapa risiko tersebut salah satunya adalah mengganggu aliran darah ke ginjal. Penggunaan NSAID dapat mengurangi aliran darah ke ginja, memblokir prostaglandin yakni zat kimia yang menjaga pembuluh darah ginjal tetap melebar.
Baca Juga: Manfaat Olahraga Jalan Kaki & Berenang Mampu Tekan Risiko Serangan Asam Urat
Tanpa pasokan darah yang memadai, ginjal akan mengalami tekanan lebih besar untuk menyaring limbah. Hal ini dapat menyebabkan Cedera Ginjal Akut.
Selain itu, berikut ini alasan mengapa obat anti nyeri bisa merusak ginjal:
1. Nefropati analgesik
Nefropati analgesik adalah kerusakan kronis yang disebabkan oleh penggunaan NSAID atau obat kombinasi dalam jangka waktu lama. Obat-obatan ini menyebabkan jaringan ginjal mengalami jaringan parut dan mengakibatkan Penyakit Ginjal Kronis.
2. Tekanan darah tinggi
Konsumsi obat penghilang rasa sakit yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Obat-obatan ini membantu menahan garam dan air dalam tubuh, menyebabkan tekanan darah tinggi.
Dalam jangka waktu tertentu, hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak fungsi ginjal.
3. Ketidakseimbangan elektrolit
Obat penghilang rasa sakit dapat mengganggu kadar elektrolit dalam tubuh. Kadar kalium tinggi dalam darah (hiperkalemia) atau kadar natrium rendah dalam darah (hiponatremia).
4. Kerusakan hati
Penggunaan parasetamol secara terus-menerus dapat membahayakan hati. Hal ini menambah beban pada ginjal untuk menghilangkan racun dari aliran darah.
Beban berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ginjal dalam jangka panjang.
Mengenal obat NSAID untuk penderita asam urat
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) adalah jenis obat pereda nyeri. Beberapa obat pereda nyeri yang paling populer dan dijual bebas seperti ibuprofen, aspirin, dan naproxen.
Kebanyakan orang menggunakannya untuk mengobati berbagai hal, mulai dari radang sendi akibat asam urat, sakit kepala, demam hingga kram menstruasi. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin dalam tubuh.
Prostaglandin adalah lipid yang dapat menyebabkan peradangan dan nyeri, tetapi juga membantu menjaga aliran darah ke ginjal. Ketika mengonsumsi NSAID, hal itu dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan berpotensi menyebabkan kerusakan.
Penggunaan NSAID jangka panjang secara perlahan mengurangi fungsi ginjal dan dapat menyebabkan penyakit ginjal. Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terhadap kerusakan ginjal:
- Sudah memiliki masalah ginjal
- Berusia di atas 60 tahun
- Memiliki tekanan darah tinggi
- Menderita diabetes
- Tanda-tanda masalah ginjal
Kerusakan ginjal bisa terjadi secara tiba-tiba karena gejalanya tidak muncul langsung.
Alternatif obat lain yang lebih aman
Jika NSAID bukan pilihan terbaik, ada cara lain untuk mengatasi nyeri tanpa membahayakan ginjal:
- Asetaminofen bisa menjadi alternatif yang baik untuk meredakan nyeri tanpa risiko yang sama terhadap ginjal.
- NSAID topikal gel atau krim yang dioleskan langsung ke area yang sakit. Obat ini dapat membantu meredakan nyeri tanpa memengaruhi ginjal.
- Jika mengalami nyeri kronis, perubahan gaya hidup atau terapi fisik dapat membantu mengelola nyeri tanpa perlu minum obat setiap hari.
- Pakai bantalan penghangat atau pijat dapat membantu meredakan nyeri asam urat secara alami.
Baca Juga: Penurunan Hormon Estrogen Jadi Ancaman Fatal Penumpukan Asam Urat di Sendi
Tips untuk menghindari kerusakan ginjal akibat obat pereda nyeri
Berikut beberapa tips untuk melindungi ginjal dari obat pereda nyeri:
1. Minumlah obat pereda nyeri hanya jika diperlukan
Jangan minum obat pereda nyeri setiap kali merasa nyeri ringan. Minumlah obat pereda nyeri hanya jika nyeri tersebut tak tertahankan dan diresepkan oleh dokter.
Gunakan dosis obat pereda nyeri yang lebih rendah dari dosis efektif yang disarankan.
Jangan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dosis tinggi karena bisa merusak ginjal, pilihlah dosis yang lebih rendah yang efektif.
2. Tetap terhidrasi
Minumlah air dalam jumlah yang cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Langkah ini akan mengurangi beban pada ginjal yang disebabkan oleh dehidrasi.
3. Jangan mencampur obat penghilang rasa sakit.
Mencampur dua jenis obat penghilang rasa sakit atau mengonsumsinya bersama alkohol dapat menyebabkan risiko toksisitas yang kompleks. Jika rutin mengonsumsi obat pereda nyeri, pastikan untuk melakukan tes fungsi ginjal secara teratur sesuai anjuran dokter.
Itulah penjelasan mengenai konsumsi obat anti nyeri untuk asam urat yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News