MOMSMONEY.ID - Simak panduan untuk memahami cara menghitung bunga deposito dengan tepat, lengkap contoh sederhana dan tips aman untuk pemula.
Di tengah kondisi ekonomi yang serba dinamis, banyak masyarakat Indonesia mencari cara menyimpan uang yang aman tanpa ribet.
Deposito masih menjadi pilihan favorit karena menawarkan kepastian imbal hasil dan risiko yang relatif rendah. Sayangnya, tidak semua orang benar benar memahami bagaimana cara menghitung bunga deposito secara tepat.
Padahal, kesalahan perhitungan bisa membuat ekspektasi keuntungan jadi meleset. Melansir dari OCBC, pemahaman dasar tentang bunga, pajak, dan tenor menjadi kunci agar deposito benar benar memberi manfaat optimal bagi perencanaan keuangan.
“Deposito dipilih karena memberikan kepastian pengembalian dana sekaligus membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih disiplin,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Cek Dampak Hapus Cicilan Kendaraan pada Kesehatan Finansial Jangka Panjang
Apa itu deposito dan mengapa masih diminati?
Deposito adalah produk simpanan berjangka di bank yang hanya bisa dicairkan setelah jangka waktu tertentu. Berbeda dengan tabungan biasa, dana deposito tidak bisa diambil kapan saja. Justru di situlah kelebihannya, karena bunga yang diberikan cenderung lebih tinggi.
Bagi banyak orang, deposito cocok untuk menyimpan dana darurat, uang rencana jangka pendek, atau tabungan yang ingin dijaga nilainya. Selain itu, selama memenuhi syarat tertentu, dana deposito juga dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan.
Ketentuan bunga deposito yang perlu dipahami
Besaran bunga deposito di Indonesia mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan otoritas terkait. Secara umum, kisaran bunga tahunan berbeda tergantung jenis bank.
Bank digital biasanya menawarkan bunga sekitar 4% hingga 7% per tahun. Bank umum berada di kisaran 4% per tahun. Sementara Bank Perkreditan Rakyat bisa menawarkan bunga hingga 6,5% per tahun.
Namun, perlu diingat bahwa besaran bunga bisa berubah sewaktu waktu dan tidak selalu sama di setiap bank.
Cara menghitung bunga deposito dengan mudah
Menghitung bunga deposito sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Ada dua cara yang paling sering digunakan, yaitu menghitung total dana saat jatuh tempo dan menghitung bunga bulanan.
Menghitung total dana saat jatuh tempo
Rumus dasarnya adalah setoran pokok ditambah bunga bersih setelah dipotong pajak. Pajak bunga deposito sebesar 20% berlaku untuk dana di atas Rp7.500.000.
Dengan memahami rumus ini, nasabah bisa langsung mengetahui berapa uang yang akan diterima di akhir tenor.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Menuju Finansial yang Lebih Sehat di 2026, Evaluasi Sebelum Membeli
Menghitung bunga deposito per bulan
Perhitungan bunga bulanan dilakukan dengan mengalikan suku bunga tahunan, jumlah dana, dan jumlah hari, lalu dikurangi pajak.
Cara ini membantu memperkirakan keuntungan secara lebih detail, terutama jika ingin membandingkan beberapa tenor.
Contoh simulasi bunga deposito yang realistis
Agar lebih kebayang, berikut contoh sederhana dengan dana Rp10 juta.
Pada tenor 14 hari dengan bunga 2% per tahun, bunga bersih yang diterima sekitar Rp6.137. Total dana saat jatuh tempo menjadi sekitar Rp10.006.137.
Untuk tenor 1 bulan dengan bunga 3,25% per tahun, bunga bersih sekitar Rp21.667. Total dana menjadi sekitar Rp10.021.667.
Sementara tenor 3 bulan dengan bunga 3,5% per tahun menghasilkan bunga sekitar Rp70.000 selama tiga bulan. Dana yang diterima saat jatuh tempo menjadi sekitar Rp10.070.000.
Dari simulasi ini terlihat bahwa tenor yang lebih panjang umumnya memberi hasil bunga yang lebih optimal.
Hal penting sebelum membuka deposito
Sebelum memutuskan membuka deposito, pastikan dana yang digunakan bukan untuk kebutuhan harian. Deposito paling cocok untuk dana yang memang tidak akan dipakai dalam waktu dekat. Selain itu, pahami tenor yang dipilih agar tidak tergoda mencairkan dana sebelum jatuh tempo.
Memahami pajak bunga juga penting agar perhitungan keuntungan tidak keliru. Dengan informasi yang cukup, deposito bisa menjadi alat menjaga kestabilan keuangan secara aman.
Deposito tetap relevan sebagai pilihan simpanan aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Kunci utamanya ada pada pemahaman cara menghitung bunga, pajak, dan tenor secara tepat.
Selanjutnya: Uang Terasa Cepat Habis? Hindari Risiko Ini dengan Pisahkan Rekening Anda Sekarang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News