M O M S M O N E Y I D
Bugar

Asosiasi Kritisi Kebijakan Tarif Cukai Rokok

Asosiasi Kritisi Kebijakan Tarif Cukai Rokok
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Rencana pemerintah untuk menyederhanakan struktur tarif cukai rokok dikritisi kelompok industri. Gabungan Pabrik Rokok Surabaya (Gaperosu) menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan simplifikasi cukai tembakau. Dalam pandangan mereka, kebijakan ini tidak hanya merugikan industri kecil-menengah, tetapi juga bisa mengakibatkan berbagai dampak negatif yang lebih luas.

Menurut Gaperosu, kebijakan simplifikasi yang berfokus pada penyederhanaan tarif akan memberikan beban besar bagi industri, terutama bagi pabrik-pabrik kecil. 

"Pendekatan setiap golongan dengan tarif lebih tinggi akan menaikkan harga jual rokok. Ini bisa menyebabkan konsumen beralih ke rokok ilegal yang lebih murah," ujar Ketua GaperoSurabaya, Sulami Bahar. 

Selain itu, Gaperosu juga menyoroti beban pajak yang harus ditanggung oleh industri tembakau. Saat ini, pajak yang dibayarkan oleh produsen rokok mencapai 78 sampai 81 persen dari harga jual sebelum rokok dijual. Mereka menegaskan, kebijakan ini dapat menurunkan pendapatan cukai yang diterima pemerintah.

"Rokok ilegal tidak terbebani pajak ini, sehingga mereka bisa menjual dengan harga yang jauh lebih rendah, yang tentunya merugikan industri yang legal," tambahnya.

Gaperosu menyatakan bahwa mereka telah memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan cukai yang diterapkan harus mempertimbangkan empat aspek penting: penerimaan negara, keberlanjutan industri, kesejahteraan petani, dan pemberantasan rokok ilegal.

"Kami berharap kebijakan cukai yang dibuat mempertimbangkan keberlangsungan industri dan daya beli masyarakat," kata Sulami.

Baca Juga: 5 Tanda Paru-Paru Bermasalah, Salah Satunya Sesak Napas

Masifnya Peredaran Rokok Ilegal

Di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat, banyak masyarakat yang mulai beralih ke rokok ilegal sebagai alternatif lebih murah untuk memenuhi kebiasaan merokok mereka. Fenomena ini terutama terlihat di kalangan berpendapatan rendah, di mana jumlah perokok jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok berpenghasilan tinggi.

Mengutip data Ditjen Bea dan Cukai, tingkat peredaran rokok ilegal pada 2023 mengalami peningkatan menjadi 6,86 persen. Angka itu menunjukkan ada potensi penerimaan negara yang tidak terselamatkan senilai Rp15,01 triliun.

Akademisi Universitas Padjadjaran Wawan Hermawanmengungkapkan, faktor utama yang mendorong peningkatan konsumsi rokok ilegal adalah tingginya harga rokok yang tidak sebanding dengan pendapatan masyarakat. Ditambah dengan lemahnya penegakkan hukum di Indonesia, peredaran rokok ilegal dikhawatirkan menjadi semakin masif.

"Menurut saya, yang utama adalah harga rokok yang sangat tinggi relatif terhadap pendapatan masyarakat. Ini di-drive oleh prevalensi merokok yang masih tinggi dan budaya rokok sebagai alat sosial di masyarakat. Selain itu, penegakan hukum terhadap produsen rokok juga masih lemah," kata Wawan.

Baca Juga: Soroti Dampak PP Cukai Tembakau, Petani Tembakau Kirim Surat Terbuka ke Jokowi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Senin (12/1)

IHSG punya peluang menguat terbatas pada perdagangan Senin (12/1/2026).​ Simak rekomendasi saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas​ hari ini.

Meroket, Harga Emas Antam Hari Ini Senin 12 Januari 2026 Cetak Rekor Baru

Harga emas Antam hari ini ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.631.000 Senin (12/1/2026), melonjak Rp 29.000 dibanding hari sebelumnya.

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Senin (12/1)

IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (12/1/2026). Berikut daftar saham pilihan BNI Sekuritas ​untuk hari ini.

Rahasia Hidup Tenang, 6 Tontonan Netflix Ini Ubah Pola Pikir Anda

Dari tata krama di meja makan hingga berbenah, rekomendasi tontonan ini akan meningkatkan kesadaran diri dan etiket Anda.

Promo Mako Bakery Semua Whole Cake & Menu Baru Korean Salt Bread Serba Hemat Sekarang

Promo Mako Bakery Whole Cake diskon besar-besaran, Black Forest dan Chantilly turun harga. Ada juga menu baru Korean Sald Bread.

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas untuk Senin (12/1)

IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (12/1). Cek rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas​ hari ini.

6 Drakor Ini Bongkar Kisah Nyata Hidup Kaum Difabel

Pengacara autis IQ 164, hingga sindrom Asperger. Drakor ini menyajikan perspektif unik perjuangan difabel lo.

Daftar HP Samsung Turun Harga Januari 2026: Galaxy S, A, dan Z Diskon Besar

Awal 2026 jadi momen tepat beli HP baru. Simak daftar lengkap HP Samsung Galaxy S, A, dan Z Series yang mengalami penurunan harga di Januari.

Promo Flavor Saver Wingstop 12–18 Januari, 14 Ayam Goreng Harga Bersahabat

Beli ayam di Wingstop pekan ini jauh lebih hemat. Promo Paket Flavor Saver isi 14 ayam hanya Rp 70.000 saja. Cek masa berlakunya.

Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Senin (12/1/2026) Stagnan

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Senin (12/1/2026) kompak stagnan. Emas Galeri 24 tetap di Rp 2.622.000, emas UBS Rp 2.676.000.