M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Ubi Cilembu Bagus untuk Dikonsumsi saat Diet Menurunkan Berat Badan?

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Banyak ditanyakan, apakah ubi Cilembu bagus untuk dikonsumsi saat diet menurunkan berat badan atau tidak?

Saat membicarakan makanan untuk diet, mungkin yang pertama terlintas di benak Anda adalah salad, oatmeal, atau dada ayam rebus. Tapi bagaimana dengan makanan lokal seperti ubi Cilembu?

Ubi manis yang terkenal dari Jawa Barat ini memiliki rasa legit dan tekstur lembut setelah dipanggang. Bahkan, sebagian orang menyebutnya permen alami karena manisnya yang khas.

Baca Juga: Apakah Bagus Minum Kopi Hitam untuk Diet Menurunkan Berat Badan?

Lantas, apakah ubi cilembu bagus untuk dikonsumsi saat diet menurunkan berat badan? Jawabannya, bisa iya. Salah satu alasannya adalah karena ubi Cilembu mengandung serat tinggi, yang bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Jenis serat yang ada dalam ubi ini adalah serat larut yang membentuk gel di saluran pencernaan dan memperlambat proses pencernaan. Hasilnya, Anda jadi tidak mudah lapar dan cenderung makan lebih sedikit. Hal ini penting dalam proses penurunan berat badan.

Menurut Healthline, menurunkan berat badan bisa berhasil jika Anda menciptakan defisit kalori, yaitu mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar oleh tubuh. Karena ubi Cilembu membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, makanan ini bisa membantu mengurangi asupan kalori secara alami.

Ubi jalar mentah, termasuk ubi Cilembu, mengandung sekitar 77% air dan 13% serat, yang menjadikannya makanan rendah kalori namun mengenyangkan dan bisa memberi energi tahan lama.

Beberapa studi juga mendukung manfaat ini. Satu penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat selama setahun bisa menurunkan berat badan hingga 5%.

Studi lain menemukan bahwa orang yang mengganti salah satu waktu makan dengan makanan berbasis ubi jalar putih mengalami penurunan berat badan, pengurangan lemak tubuh, dan lingkar lengan hingga 5%.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Sayur yang Cocok untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Jadi, apakah ubi Cilembu bagus untuk dikonsumsi saat diet menurunkan berat badan? Ya, ubi Cilembu bisa jadi pilihan yang tepat. Karena kandungan seratnya, Anda akan merasa lebih kenyang dan cenderung mengurangi porsi makan, yang mendukung penurunan berat badan.

Namun, penting juga memperhatikan cara memasaknya. Ubi Cilembu rebus lebih dianjurkan karena lebih sehat dan memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih rendah dibanding yang dipanggang atau digoreng.

Indeks glikemik mengukur seberapa cepat suatu makanan bisa menaikkan kadar gula darah. Skala GI berkisar dari 0–100. Nilai di bawah 55 dianggap rendah, 56–69 sedang, dan di atas 70 tinggi.

Jika ubi direbus selama 30 menit, GI-nya bisa serendah 46 (tergolong rendah). Namun, jika dipanggang selama 45 menit, GI-nya bisa naik hingga 94 (tergolong tinggi). Ini berarti cara memasak bisa memengaruhi dampaknya terhadap gula darah, dan tentu saja, terhadap efektivitas diet.

Menggoreng ubi Cilembu tidak disarankan jika Anda sedang menurunkan berat badan. Proses menggoreng menambah kandungan lemak dan kalori karena minyak terserap ke dalam makanan. Bila ingin hasil diet optimal, sebaiknya hindari makanan yang digoreng, termasuk ubi goreng.

Meski begitu, perlu diingat bahwa mengonsumsi apa pun secara berlebihan, termasuk ubi Cilembu, tetap bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Diet akan lebih efektif jika disertai dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang rutin.

Semoga penjelasan ini membantu Anda mempertimbangkan apakah ubi Cilembu bisa menjadi bagian dari menu diet Anda.

Baca Juga: Begini Cara Diet IF yang Benar, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan lo

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.