M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Nasi Merah Bagus untuk Penderita Diabetes atau Tidak? Ini Jawabannya

Apakah Nasi Merah Bagus untuk Penderita Diabetes atau Tidak? Ini Jawabannya
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Banyak ditanyakan, apakah nasi merah bagus untuk penderita diabetes atau tidak? Yuk, simak jawabannya di sini.

Diabetes adalah gangguan metabolisme yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula darah. Untuk penderita diabetes, sangat penting memilih makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah.

Makanan dengan IG rendah dicerna lebih lambat, sehingga membantu mencegah lonjakan gula darah yang berisiko.

Nasi putih yang menjadi makanan utama banyak orang memiliki IG tinggi dan dapat memicu lonjakan gula darah. Karena itu, banyak penderita diabetes beralih ke alternatif yang lebih sehat, seperti nasi merah.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Daun yang Dapat Mengontrol Gula Darah Penderita Diabetes

Namun, apakah nasi merah bagus untuk penderita diabetes? MomsMoney akan membahasnya di sini. Simak, ya!

Apakah nasi merah bagus untuk penderita diabetes?

Dikutip dari laman The Medic Channel, diabetes adalah kondisi di mana kadar gula dalam darah (glukosa) lebih tinggi dari normal. Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin atau tidak bisa menggunakan insulin dengan baik.

Insulin berfungsi seperti kunci yang membuka sel-sel tubuh agar glukosa dari makanan dapat masuk dan digunakan sebagai sumber energi.

Salah satu cara untuk membantu mengontrol kadar gula darah adalah dengan mengonsumsi beras merah. Beras merah memiliki indeks glikemik rendah yang membantu menjaga kadar gula tetap stabil, sehingga baik untuk penderita diabetes.

Baca Juga: Mengulik Manfaat Daun Insulin untuk Penderita Diabetes, Selengkapnya di Sini

Makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti nasi merah, sangat bermanfaat untuk mengelola gula darah. Melansir dari laman Sugar Fit, inilah manfaat nasi merah untuk penderita diabetes:

  • Membantu mengatur sekresi hormon, terutama insulin, yang berperan penting dalam mengontrol kadar gula darah.
  • Mendukung kesehatan jantung agar tetap optimal.
  • Serat dan mineral dalam nasi merah membantu mengurangi nafsu makan, sehingga mencegah konsumsi makanan tidak sehat dan menjaga gula darah tetap stabil.

Berapa banyak nasi merah yang boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes?

Penderita diabetes tahap awal sebaiknya mengonsumsi nasi merah dalam porsi kecil. Bagi orang dengan gula darah yang sangat tinggi, disarankan untuk membatasi konsumsi nasi merah hanya sekitar 100 hingga 150 gram per hari.

Namun, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan ahli gizi terlebih dahulu untuk mendapatkan saran yang sesuai sebelum membuat perubahan pada pola makan Anda.

Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Diabetes yang Harus Anda Batasi Konsumsinya

Cara memasak nasi merah yang tepat

Untuk memasak nasi merah, gunakan perbandingan 1 cangkir nasi dengan 3 gelas air. Sebelum dimasak, pastikan nasi merah dicuci dengan benar. Ikuti empat langkah berikut untuk menyajikan nasi merah yang lezat:

  1. Cuci beras merah tiga kali, lalu rendam dalam air selama satu jam.
  2. Setelah direndam, tiriskan airnya dan masukkan beras ke dalam panci yang memiliki penutup.
  3. Didihkan air di dalam panci, lalu tutup panci dan masak nasi dengan api sedang selama sekitar 30 menit.
  4. Matikan api setelah semua air terserap oleh nasi. Periksa tekstur nasi dengan menekan beberapa butir untuk memastikan sudah cukup lunak. Diamkan hingga nasi sedikit dingin sebelum disajikan.

Baca Juga: Makanan Cepat Saji Meningkatkan Risiko Diabetes, Ini Penjelasannya

Demikianlah pembahasan tentang apakah nasi merah bagus untuk penderita diabetes atau tidak. Jawabannya adalah ya, nasi merah bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan nasi putih bagi penderita diabetes.

Indeks glikemik yang lebih rendah serta manfaat kesehatan lainnya membuat nasi merah layak dipertimbangkan sebagai bagian dari diet sehat.

Namun, konsumsi nasi merah harus tetap diimbangi dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pengelolaan stres.

Jika Anda ragu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kapan Tanggal Merah di Januari 2026? Ada Long Weekend di Pertengahan Bulan

Di Januari 2026 ini, Anda masih bisa menikmati momen libur tanggal merah. Bahkan, momen itu adalah long weekend yang ada di pertengahan bulan.

Promo A&W WednesDeal Januari 2026, 2 Double Cheeseburger Mulai Rp 37 Ribuan

Promo A&W WednesDeal hadir kembali selama Januari 2026. Anda bisa mendapatkan 2 Double Cheeseburger mulai Rp 37.000-an saja.

Jadwal Sassuolo vs Juventus di Serie A, Rabu 7 Januari 2026: Jay Idzes Main?

Simak jadwal pertandingan Sassuolo vs Juventus pekan ke-19 Serie A 2025/2026, Rabu 7 Januari 2026 pukul 02.45 WIB di Mapei Stadium.

Biru Dingin Diprediksi Akan Jadi Tren Utama di 2026, Ini Cara Menggunakannya

Simak tren warna biru dingin yang diperkirakan akan mendominasi interior dan gaya hidup di tahun 2026 serta cara untuk mengaplikasikannya.

Tren Dekorasi Jendela 2026 yang Membuat Rumah Lebih Hangat dan Berkarakter

Yuk, simak tren dekorasi jendela 2026 yang lebih hangat, detail, dan fungsional untuk rumah modern agar terlihat rapi, estetik, dan nyaman.

8 Tren Desain Dapur 2026 yang Lebih Fungsional dan Nyaman untuk Hunian Modern

Yuk, kita lihat tren desain dapur 2026 yang mengutamakan fungsi, warna hangat, bahan alami, dan fitur kesehatan untuk rumah modern kamu.&l

Produk Herbal Mirip dengan Medis, Benarkah?

Ada anggapan penggunaan produk herbal yang dianggap sama dengan obat medis. Benarkah hal itu?       

Kebiasaan Hemat di 2026 yang Membuat Keuangan Lebih Aman Tanpa Terlihat Pelit

Berikut kebiasaan hemat di 2026 yang bisa bantu jaga keuangan tetap stabil, tenang, dan adaptif di tengah biaya hidup yang terus meningkat.  

Awas dengan Link Pembatalan Transaksi Palsu, Ini Cara Aman Hindari Modusnya

Yuk, simak link pembatalan transaksi palsu semakin banyak dan mengincar pengguna perbankan digital. Kenali ciri-cirinya supaya tidak jadi korban.  

8 Mitos tentang Kolesterol yang Tidak Perlu Dipercaya

Ini, lho, beberapa mitos tentang kolesterol yang tidak perlu dipercaya. Apa saja, ya? Intip selengkapnya di sini!