M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Kentang Bagus untuk Diet Menurunkan Berat Badan? Ini Faktanya

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Sebenarnya, apakah kentang bagus untuk diet menurunkan berat badan? Faktanya ada di sini!

Siapa yang tidak suka kentang? Makanan ini memang digemari oleh banyak orang di seluruh dunia. Namun, ketika kita memasuki dunia diet penurunan berat badan, kentang sering kali mendapatkan reputasi buruk karena kandungan karbohidratnya yang tinggi.

Banyak orang menganggap bahwa kentang adalah makanan yang harus dihindari jika ingin menurunkan berat badan. Tapi, apakah benar demikian? Atau malah kentang bisa menjadi bagian dari diet yang sehat dan mendukung penurunan berat badan?

Baca Juga: 12 Resep Olahan Dada Ayam untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Apakah Kentang Bagus untuk Diet Menurunkan Berat Badan?

Ya, kentang bagus untuk diet menurunkan berat badan, Mengapa kentang dapat menjadi pilihan tepat untuk diet penurunan berat badan? Kunci dari efektivitas kentang terletak pada kemampuannya untuk menciptakan defisit kalori.

Kentang adalah makanan yang rendah kalori, namun kaya akan serat dan kandungan air yang membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

Dengan membatasi asupan makanan lain dan hanya mengonsumsi kentang, Anda bisa mengurangi total kalori yang masuk ke dalam tubuh, yang tentunya mendukung penurunan berat badan, terutama jika dibarengi dengan peningkatan aktivitas fisik.

Baca Juga: Apakah Buah Melon Bagus untuk Diet Menurunkan Berat Badan?

Mengutip dari LifeMD, kentang juga merupakan sumber berbagai nutrisi penting, seperti vitamin C, kalium, dan vitamin B6. Kandungan kalium yang tinggi dalam kentang dapat membantu mengurangi retensi air, sehingga dapat mengurangi pembengkakan dan memperbaiki penampilan fisik secara keseluruhan.

Serat yang terkandung dalam kentang, terutama jika dikonsumsi bersama kulitnya, sangat penting untuk mengelola berat badan. Serat ini membantu menurunkan nafsu makan dengan memperpanjang rasa kenyang dan berperan dalam menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk menurunkan berat badan.

Selain itu, kentang juga mengandung pati resisten yang berfungsi untuk memberi makan bakteri baik di usus. Hal ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan mendukung penurunan berat badan lebih lanjut.

Karena kentang adalah karbohidrat utuh yang tidak diproses, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencerna kentang. Ini berarti tubuh membakar lebih banyak kalori selama proses pencernaan kentang.

Proses ini, yang disebut efek termogenik, bisa mempercepat penurunan berat badan jika kentang dikonsumsi tanpa tambahan lemak seperti mentega atau keju.

Dengan demikian, kentang bisa menjadi pilihan yang baik untuk menjaga rasa kenyang sambil membatasi kalori, serta mendukung upaya penurunan berat badan secara efektif.

Baca Juga: Apakah Susu Kedelai Bagus untuk Diet? Ini Faktanya

Jadi, apakah kentang bagus untuk diet menurunkan berat badan? Jawabannya adalah iya. Kentang bisa menjadi pilihan yang bagus untuk diet penurunan berat badan karena rendah kalori, kaya serat, dan mengandung air yang membantu menahan rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, kandungan kalium dan pati resisten dalam kentang membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi retensi air, yang mempercepat proses penurunan berat badan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Manfaat Teh Bunga Osmanthus untuk Kesehatan Pencernaan hingga Melindungi Kulit

Teh bunga osmanthus tak hanya memiliki aroma lembut yang menenangkan, tetapi juga kaya antioksidan. Ketahui beragam manfaatnya di sini!

12 Warna Kabinet Dapur yang Bikin Rumah Terlihat Punya Karakter Kuat

Bingung memilih warna kabinet dapur? Ini 12 pilihan warna tahun 2026 yang hangat, fleksibel, dan cocok untuk beragam gaya rumah di Indonesia.​  

Cara Mengetahui Bank dari Nomor Rekening Tanpa Ribet, Cek Sebelum Transfer

Bingung rekening tersebut bank apa? Kenali cara cek bank dari nomor rekening agar transfer lebih aman dan tidak salah tujuan.

Mengapa Wanita Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun? Ini Penjelasannya

Sekitar 80% kasus penyakit autoimun dialami oleh wanita akibat faktor genetik dan hormon estrogen. Kenali penyebab, gejala umum, hingga dampaknya.

Provinsi Ini Masih Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (4/8)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 4 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Antisipasi Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Sumatra Barat Selasa (4/8) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca di Sumatra Barat pada besok (4/8) dan lusa didominasi berawan, dengan suhu 17-31 derajat Celsius.

Prakiraan Cuaca Bali Besok (4/8) dan Lusa, Waspada Udara Kabur

BMKG memprakirakan cuaca Bali pada Selasa (4/8) didominasi cerah. Namun, pada Rabu, waspadai udara kabur dan kabut asap.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (4/8) Cerah Dominan, Kabut di Sejumlah Daerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa-Rabu didominasi cerah dan berawan dengan kabut di sejumlah wilayah.

Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Selasa (4/8), Mayoritas Wilayah Cerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Selasa-Rabu didominasi cerah hingga berawan dengan suhu 15-33 °C

Levi’s Rilis Kampanye Keep it Loose, Hadirkan Gaya Preppy Klasik yang Lebih Bebas

Levi’s memperkenalkan kampanye terbaru bertajuk Keep it Loose yang menyoroti produk Loose Prep.