M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apa yang Terjadi pada Tubuh ketika Kadar A1C Terlalu Tinggi?

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa yang terjadi pada tubuh ketika kadar A1C terlalu tinggi? Cari tahu selengkapnya di sini, yuk!

Tes A1C atau hemoglobin A1C adalah tes darah yang mengukur rata-rata kadar gula darah seseorang selama dua hingga tiga bulan terakhir.

A1C sering digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk mengelola diabetes dan mengidentifikasi risiko komplikasi. Namun, banyak orang yang tidak menyadari betapa pentingnya menjaga kadar A1C tetap dalam batas normal.

Baca Juga: Manfaat Biji Labu untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi

Ketika kadar A1C terlalu tinggi, hal ini bisa menyebabkan dampak serius pada kesehatan tubuh. Lantas, apa yang terjadi pada tubuh ketika kadar A1C terlalu tinggi? Mengutip dari laman Very Well Health, ini dia beberapa hal yang terjadi:

1. Pradiabetes

Pradiabetes terjadi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk disebut diabetes. A1C antara 5,7% dan 6,4% menunjukkan pradiabetes, yang berarti tubuh tidak mengelola gula darah dengan baik.

Tanpa perubahan gaya hidup, banyak orang dengan pradiabetes akan mengembangkan diabetes tipe 2 dalam beberapa tahun. Namun, dengan pola makan sehat dan olahraga, A1C bisa diturunkan, sehingga mengurangi risiko diabetes.

2. Diabetes

Diabetes adalah kondisi kronis di mana tubuh tidak cukup memproduksi insulin atau tidak bisa menggunakannya dengan efektif, yang menyebabkan kadar gula darah tinggi.

A1C 6,5% atau lebih tinggi menunjukkan diabetes. Menjaga kadar A1C tetap dalam target sangat penting untuk mengelola kondisi ini. Bagi kebanyakan orang dengan diabetes, A1C di bawah 7% dianggap sebagai kontrol yang baik. Namun, jika A1C lebih dari 9%, risiko komplikasi akan jauh lebih tinggi.

Baca Juga: 9 Gaya Hidup Sehat untuk Menurunkan Gula Darah Tinggi

3. Peningkatan risiko komplikasi

Penelitian menunjukkan bahwa kadar A1C yang tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius akibat diabetes. Kerusakan pada pembuluh darah dapat dimulai ketika A1C berada di atas 7%, dan semakin tinggi A1C, semakin besar risiko komplikasi tersebut. Berikut adalah beberapa masalah yang bisa muncul:

  • Penyakit jantung dan stroke: Diabetes merusak pembuluh darah dan saraf yang mendukung fungsi jantung, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Ini juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gagal jantung.
  • Kehilangan penglihatan: Kadar gula darah tinggi dapat merusak mata, menyebabkan kondisi seperti retinopati diabetik, katarak, dan glaukoma, yang bisa mengarah pada kehilangan penglihatan. Pemeriksaan mata rutin sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini.
  • Kerusakan saraf: Neuropati diabetik terjadi ketika gula darah tinggi merusak saraf, menyebabkan gejala seperti mati rasa, nyeri, atau kehilangan fungsi pada tangan, kaki, dan sistem pencernaan. Menjaga kadar A1C terkendali bisa mencegah atau memperlambat kerusakan saraf.
  • Penyakit ginjal: Sekitar satu dari tiga orang dengan diabetes mengalami penyakit ginjal diabetes, yang risikonya meningkat seiring dengan tingginya kadar A1C. Gula darah tinggi merusak pembuluh darah ginjal dan mengurangi kemampuannya untuk menyaring limbah. Mengelola gula darah dan tekanan darah bisa membantu melindungi fungsi ginjal.
  • Penyakit gusi: Gula darah tinggi meningkatkan kadar gula dalam air liur, yang memberi makan kuman dan plak. Ini dapat menyebabkan penyakit gusi, radang gusi, periodontitis, mulut kering, dan infeksi mulut lainnya. Gejalanya bisa termasuk gusi bengkak atau berdarah, tetapi kerusakan bisa terjadi tanpa gejala yang jelas.

Baca Juga: 6 Minuman Paling Efektif untuk Menurunkan Kadar Gula Darah yang Tinggi

Nah, itu dia ulasan tentang apa yang terjadi pada tubuh ketika kadar A1C terlalu tinggi. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Asal Terapkan Revenge Saving, Perhatikan Sejumlah Risiko Sebelum Beraksi

Tiba-tiba langsung menabung dalam jumlah besar untuk menutupi banyak pengeluaran justru mengundang beragam risiko yang perlu diperhatikan.

Hari Terakhir Promo J.CO International Coffee Day Bundling 2 Minuman Cuma Rp 50 Ribu

Jangan lewatkan hari terakhir promo J.CO International Coffee Day untuk dapatkan dua minuman seharga Rp 50.000 saja. Kunjungi outlet terdekat!

Belanja Kebutuhan Pokok Makin Ramai di Marketplace, Ngalahin Produk Kecantikan

Compas.coi.id merilis laporan perkembangan belanja online untuk periode semeste I-2026 dan makanan-minuman paling banyak dibeli.

Cek Harga Pangan di Akhir Pekan Awal Oktober, Cabai Masih Pedas

Berikut ini rincian harga-harga komoditas pangan yang tersaji untuk hari Jumat (2/10) dari PIHPS Bank Indonesia.

Indonesia Perlu Ubah Orientasi Pembangunan Industri, Ini Alasannya

Indonesia perlu mengubah orientasi pembangunan industri, dari sekadar mengejar volume produksi menuju industri bernilai tambah.

Indonesia Hadapi 4 Disrupsi Global yang Berlangsung Bersamaan, Dampaknya?

Dewan Ekonomi Nasional mengungkapkan, Indonesia menghadapi empat disrupsi global yang berlangsung secara bersamaan. 

Makan Sedikit, Berat Badan Naik? Resistensi Insulin & Gula Darah Tinggi Penyebabnya

Makan sedikit tak menjamin berat badan turun jika insulin tinggi. Cek bagaimana gangguan gula darah mengubah sisa energi jadi lemak.

Harga Emas dan Buyback Antam Hari Ini (2/10) Kompak Turun Rp 5.000, Cek Harga Terbaru

Harga emas dan buyback Antam hari ini kompak turun Rp 5.000 pada perdagangan Jumat (2/10). Simak harga emas terbaru.

Fakta Seputar Kolesterol, Kurang Gerak dan Makanan Tinggi Lemak Jadi Penyebabnya

Orang rajin bergerak ternyata tetap bisa kena kolesterol tinggi lo. Simak pemicu tersembunyi yang kerap diabaikan banyak orang ini.

Kadar Asam Urat Turun Alami, Cukup Ubah Pola Makan dengan Tips Sederhana Ini

Asam urat ternyata berfungsi menjaga saraf dan jaringan tubuh. Ketahui batas normal pria dan wanita agar tidak menjadi racun.