MOMSMONEY.ID - Mengira semua cicilan sama? Anuitas dan angsuran menurun punya beda signifikan. Pahami risikonya sebelum terlambat, cek perhitungannya di sini!
Kondisi ekonomi yang dinamis membuat masyarakat Indonesia semakin selektif dalam mengambil keputusan kredit. Kenaikan kebutuhan hidup, cicilan, dan biaya rutin menuntut sistem pembayaran yang mudah diprediksi.
Karena itu, memahami metode cicilan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan finansial. Salah satu sistem yang banyak digunakan karena memberi kepastian adalah anuitas.
Melansir dari Sahabat Pegadaian, metode anuitas dinilai membantu masyarakat menjaga kestabilan arus kas bulanan.
“Dengan cicilan yang konsisten, anuitas memudahkan masyarakat menyusun anggaran tanpa khawatir perubahan nominal setiap bulan,” mengutip dari laman Sahabat Pegadaian.
Apa itu anuitas dan kenapa penting dipahami?
Anuitas adalah metode pembayaran kredit dengan jumlah cicilan yang sama dari awal hingga akhir tenor. Meski nominal cicilan tidak berubah, komposisi di dalamnya terus bergeser.
Pada awal masa kredit, porsi bunga lebih besar, sementara pembayaran pokok masih kecil. Namun seiring waktu, beban bunga menurun dan pelunasan pokok meningkat.
Bagi masyarakat usia produktif, sistem ini memberi rasa aman karena pengeluaran bulanan bisa diprediksi sejak awal. Hal ini sangat membantu dalam menyusun anggaran rumah tangga, terutama bagi mereka yang memiliki pendapatan tetap.
Baca Juga: Cek Dampak Hapus Cicilan Kendaraan pada Kesehatan Finansial Jangka Panjang
Perbedaan anuitas dan angsuran menurun
Masih banyak orang mengira semua cicilan kredit itu sama, padahal sistem perhitungannya bisa berbeda. Dua yang paling umum adalah anuitas dan angsuran menurun.
Pada anuitas, jumlah cicilan selalu sama setiap bulan. Sistem ini cocok bagi mereka yang ingin kestabilan pengeluaran tanpa kejutan nominal.
Sementara itu, angsuran menurun memiliki cicilan yang semakin kecil setiap bulan karena bunga dan pokok sama sama berkurang. Keuntungannya, total bunga bisa lebih ringan, tetapi cicilan awal biasanya lebih besar.
Memilih sistem terbaik sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan jangka panjang.
Jenis jenis anuitas yang sering digunakan
Anuitas tidak hanya satu bentuk. Ada beberapa jenis yang digunakan dalam berbagai produk keuangan.
1. Anuitas jatuh tempo
Pembayaran dilakukan di awal periode. Pola ini sering digunakan pada transaksi yang mensyaratkan pembayaran lebih dulu sebelum manfaat dirasakan.
2. Anuitas langsung
Cicilan dibayar secara rutin sejak periode pertama tanpa jeda. Ini adalah bentuk anuitas yang paling sering ditemui pada kredit barang konsumtif.
3. Anuitas sederhana
Pembayaran atau manfaat diterima setelah periode tertentu berakhir. Umumnya digunakan pada produk yang memberikan hasil di akhir periode.
4. Anuitas tertunda
Pembayaran cicilan dimulai setelah masa penundaan tertentu. Skema ini memberi ruang bernapas bagi arus kas di awal masa perjanjian.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Menuju Finansial yang Lebih Sehat di 2026, Evaluasi Sebelum Membeli
Rumus anuitas dan cara kerjanya
Anuitas menggunakan perhitungan khusus agar cicilan tetap stabil meski bunga dan pokok berubah.
Rumus dasar bunga anuitas menghitung saldo pokok dikalikan suku bunga dan waktu dalam setahun. Sementara rumus pengembangan digunakan untuk menentukan besarnya cicilan tetap berdasarkan pokok pinjaman, bunga per periode, dan tenor.
Memahami konsep ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima angka cicilan, tetapi juga tahu bagaimana angka tersebut terbentuk.
Contoh sederhana menghitung bunga anuitas
Misalnya, seseorang membeli perangkat kerja dengan kredit Rp15.000.000 selama 6 bulan dan bunga 12% per tahun.
Bunga bulan pertama dihitung dari saldo pokok awal dan menghasilkan bunga sekitar Rp150.000. Dengan bunga per bulan 1%, cicilan tetap per bulan berada di kisaran Rp2.545.000.
Perlu dicatat, angka ini adalah simulasi. Nilai sebenarnya dapat berbeda tergantung kebijakan dan kesepakatan kredit.
Kenapa anuitas membantu keuangan jangka panjang?
Keunggulan utama anuitas terletak pada konsistensi. Saat cicilan tidak berubah, tekanan psikologis akibat ketidakpastian pengeluaran bisa ditekan. Dari sinilah kebiasaan finansial yang sehat mulai terbentuk.
Melalui pengeluaran rutin yang terkontrol, peluang untuk menyisihkan dana, menyiapkan dana darurat, dan merencanakan tujuan keuangan jangka panjang menjadi lebih besar.
Baca Juga: Kesalahan Finansial Ini Bikin Tabungan Rp50 Juta Anda Mustahil Tercapai
Anuitas bukan sekadar metode cicilan, tetapi alat bantu untuk menjaga keseimbangan keuangan di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Setelah Anda memahami cara kerja, jenis, dan perhitungannya, masyarakat dapat mengambil keputusan kredit secara lebih bijak.
Ketika cicilan terkendali, stabilitas keuangan pun lebih mudah dicapai, baik untuk kebutuhan hari ini maupun rencana masa depan.
Selanjutnya: Liburan Hemat Jutaan ke Australia, Promo Traveloka dan BCA Bikin Mimpi Terwujud
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News