M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Anda yang Mana, Investor Konservatif, Moderat, atau Agresif? Kenali Profil Risikonya

Anda yang Mana, Investor Konservatif, Moderat, atau Agresif? Kenali Profil Risikonya
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Dalam dunia investasi dikenal istilah, high risk, high return. Semakin produknya berisiko, keuntungan di baliknya juga menggiurkan. Ungkapan ini mengingatkan, investor harus lebih dulu mengenali profil risikonya dalam berinvestasi. 

Setiap orang memiliki karakter dan cara berbeda menghadapi risiko investasi. Inilah yang dikenal dengan profil risiko. Ada yang cenderung berhati-hati, ada juga yang berani mengambil risiko untuk mendapat keuntungan besar. Ada pula yang di tengah-tengah. 

Produk saham biasanya dikaitkan dengan instrumen investasi berisiko karena fluktuasi harga di pasar. Saham menjadi pilihan bagi investor yang cukup agresif. Meski berpotensi memberikan keuntungan besar, potensi kehilangan karena penurunan harga saham tetaplah ada. 

Sedangkan instrumen investasi seperti obligasi negara ritel (ORI) biasanya menjadi pilihan investor dengan profil risiko konservatif, termasuk para pensiunan dan ibu rumah tangga. Namun, potensi keuntungan terbatas dan sudah ditentukan sejak awal.  

PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas), Perusahaan Anak dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), mengajak para investor untuk mengenali tiga tipe utama investor berdasarkan profil risiko: konservatif, moderat, dan agresif.

Yuk simak ulasannya

1. Investor Konservatif: Mengutamakan Kestabilan 
Investor konservatif cenderung memilih investasi yang stabil dan minim risiko. Mereka kurang nyaman melihat nilai portofolio berfluktuasi tajam, dan lebih fokus pada hasil yang pasti meskipun pertumbuhannya lambat. 

Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi mengatakan bahwa investor dengan profil konservatif lebih cocok berinvestasi pada instrumen berisiko rendah seperti reksa dana pasar uang, obligasi pemerintah, atau deposito berjangka. Profil ini biasanya sesuai untuk tujuan jangka pendek hingga menengah, di mana kestabilan dan keamanan modal menjadi prioritas utama. 

2. Investor Moderat: Seimbang antara Keamanan dan Pertumbuhan Portofolio 
Tipe moderat berada di antara konservatif dan agresif. Mereka bersedia mengambil risiko, namun tetap mengutamakan keseimbangan dan kehati-hatian. Investor moderat umumnya memiliki tujuan jangka menengah hingga panjang, tetap tenang menghadapi fluktuasi pasar, dan siap menanggung risiko selama peluang keuntungannya masih terukur. 

“Investor moderat dapat mempertimbangkan instrumen seperti reksa dana campuran, obligasi korporasi, atau saham blue chip yang memiliki fundamental kuat,” ujar Teddy, Jumat (14/11). 

3. Investor Agresif: Mengejar Pertumbuhan Maksimal 
Investor agresif berani mengambil risiko tinggi demi potensi imbal hasil yang lebih besar. Mereka tidak mudah panik menghadapi volatilitas pasar dan biasanya memiliki dana darurat yang kuat sebagai penyangga. Instrumen yang cocok untuk profil ini meliputi saham, reksa dana saham, hingga ETF (Exchange Traded Fund). 

Mana yang Lebih Baik?

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa risiko tinggi selain memiliki potensi keuntungan yang tinggi, juga selalu sejalan dengan potensi kerugian yang juga tinggi. Oleh karena itu, disiplin dan strategi yang matang sangat dibutuhkan. 

Teddy menegaskan, tidak ada profil yang lebih baik dari yang lain, semuanya tergantung pada karakter, tujuan, dan toleransi risiko masing-masing individu. Apapun profil risikonya, yang terpenting adalah berinvestasi dengan informasi yang cukup. Investor perlu memahami instrumen yang dipilih agar keputusan investasi bisa dilakukan secara bijak dan terukur. 

Teddy juga mendorong investor untuk memanfaatkan platform investasi digital seperti New BIONS by BNI Sekuritas, yang secara konsisten memberikan edukasi dan insight pasar bagi para Nasabahnya. 

“Investasi bukan hanya soal siapa yang paling cepat untung, tetapi siapa yang paling konsisten, bijak, dan terinformasi,” ujar Teddy. 

Selanjutnya: Bank Mandiri Buka Livin’ Fest Palembang 2025, Dorong UMKM dan Industri Kreatif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ide Ngabuburit Ramadan, Lego Gelar Main Bareng di Bintaro Jaya Xchange

Lego menggelar kegiatan main bareng selama Ramadan di Bintaro Jaya Xchange. Kegiatan ini menjadi salah satu alternatif aktivitas ngabuburit.

Jadwal Buka Puasa Kota Probolinggo Ramadan 7 Maret 2026 dari Kemenag

Cek jadwal buka puasa Kota Probolinggo Ramadan 7 Maret 2026 dari Kemenag berikut ini, yuk!                 

Maret-April, Ini Waktu Liburan Korea Selatan Terbaik dan Berkesan

Ingin menikmati salju atau keindahan sakura di Korea? Cek panduan waktu paling tepat untuk liburan, agar pengalamanmu tak terlupakan.

Jangan Tunda Liburan, Traveling Ternyata Obati Stres

Pikiran stres? Sebuah studi menunjukkan 80% orang merasa lega setelah 2 hari traveling. Temukan rahasia di balik manfaatnya!

Xiaomi 17 Ultra: Desain Baru Mirip Apple, Lengkap dengan Kamera 200 MP

Kamera telefoto 200MP dan zoom 120x Xiaomi 17 Ultra memang memukau. Namun, ada satu hal yang mungkin membuat Anda ragu. Cek di sini!

Promo Paket Bukber A&W: Hemat Makan Ayam Ramai-Ramai Mulai Rp 100 Ribuan

Promo A&W Sharing Meal tawarkan paket bukber mulai Rp 100.000. Dapatkan Aroma Chicken lengkap dan nikmati hematnya sebelum berakhir.

Semangat Hilang? Ini 5 Kebiasaan Ampuh Redakan Gejala Depresi

Stres dan kecemasan memperparah depresi. Mulai rutinitas ini dan temukan 5 cara relaksasi yang bisa membantu Anda merasa lebih baik. Cek di sini!

Promo JSM Alfamart Terbaru Periode 6-8 Maret 2026, Aneka Sirup Diskon Besar!

Promo JSM Alfamart periode 6-8 Maret 2026 tawarkan Diskon hingga 50% untuk biskuit, sirup, dan kurma. Cek daftarnya di sini.

Kenali 8 Tanda Depresi Ini Sebelum Gejala Semakin Parah

Banyak yang tidak menyadari depresi, padahal dampaknya fatal. Jika 5 gejala muncul 2 minggu, segera cek 8 tanda ini!

Sajian Spesial Lebaran: Resep Putri Salju Tanpa Cetakan, Gurih Manisnya Pas

Ingin putri salju seenak buatan toko kue? Temukan cara praktis membuat kue lebaran klasik ini renyah di luar, lembut di dalam, tanpa cetakan.