M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Anak Susah Makan? Begini Cara Mengatasinya

Anak Susah Makan? Begini Cara Mengatasinya
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Makan merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi untuk memenuhi gizi dan nutrisi harian. Tidak boleh telat, kegiatan yang satu ini harus rutin dilakukan pada jam-jam yang seharusnya.

Melansir Hello Sehat, sering telat makan dapat menyebabkan sulit berkonsentrasi, mudah lelah, mampu membuat porsi makan bertambah banyak, meningkatkan risiko tungkak lambung, memperparah gejala sindrom iritasi usus, meningkatkan risiko diabetes, menambah berat badan, hingga gampang sakit.

Selain sibuk, telat makan juga bisa terjadi karena tidak nafsu makan.

Bagi orang dewasa, permasalahan telat makan tentu akan lebih mudah ditangani mengingat adanya kesadaran dari diri sendiri.

Namun, hal tersebut akan terasa lebih sulit jika yang enggan untuk makan adalah bayi atau anak-anak.

Merangkum dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, berikut penjelasan tentang anak yang susah makan beserta solusi yang bisa para orang tua terapkan untuk mengatasi susah makan pada anak.

Baca Juga: 5 Makanan dan Minuman yang Berisiko Merusak Gigi Anak

Penyebab susah makan pada anak

Faktor penyebab susah makan pada anak sangatlah beragam. Anak yang susah makan bisa disebabkan karena adanya penyakit atau kelainan organik, interaksi biologis, hingga faktor lingkungan khususnya keluarga.

Susah makan pada anak juga bisa terjadi karena terganggunya proses makan akibat gigi, geligi, dan mulut yang bermasalah. Bisa juga karena kemampuan menelan yang kurang baik dan adanya gangguan neurologis pada anak.

Adapun penyebab susah makan pada anak yang paling sering dijumpai yakni pemberian nutrisi yang kurang tepat pada komposisi makanan, tekstur maupun tata cara pemberiannya.

Tak jarang ditemui orang tua yang memaksa anaknya untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mereka anggap baik seperti minuman herbal. Padahal, si anak tidak mau.

Faktanya, paksaan-paksaan yang demikian justru dapat menimbulkan trauma mendalam pada psikologis anak. Jika sudah trauma, anak pun akan menjadi semakin susah makan.

Akibat jika anak susah makan berkepanjangan

Susah makan berkepanjangan pada anak dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi mereka.

Jika terus-terusan susah makan, asupan kalori yang dibutuhkan anak akan menurun sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak pun bisa terganggu.

Anak yang susah makan berat badannya akan cenderung tetap atau bahkan turun. Selain itu, susah makan pada anak juga dapat memengaruhi tinggi badan dan status gizi mereka.

Cara mengatasi susah makan pada anak

Terdapat beberapa hal yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi susah makan pada anak.

Berikut beberapa cara menangani kesulitan makan pada anak sesuai dengan Feeding Rules menurut Bonnin dalam tulisannya yang berjudul Feeding Problems of Infants and Toddlers:

1. Jadwal

  • Jadwal makanan utama dan makanan selingan (camilan) yang teratur.
  • Pemberian makan sebaiknya tidak lebih dari 30 menit.
  • Tidak menawarkan camilan lain saat anak sedang makan, kecuali minum.

2. Lingkungan

  • Lingkungan yang menyenangkan (tidak boleh ada paksaan untuk makan).
  • Siapkan serbet untuk alas makan agar tidak berantakan.
  • Tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat permainan elektronik) saat makan.
  • Tidak memberikan makanan sebagai hadiah.

3. Prosedur

  • Beri makanan dalam porsi kecil.
  • Berikan makanan utama dulu, baru diakhiri dengan minum.
  • Dorong anak untuk makan sendiri.
  • Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, atau pun menangis), tawarkan kembali makanan secara netral yaitu tanpa membujuk atau memaksa.
  • Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri proses makan pada saat itu juga.
  • Hanya boleh membersihkan mulut anak jika anak sudah benar-benar selesai makan.

Apabila anak tetap susah makan walaupun Moms sudah menerapkan Feeding Rules, maka sangat disarankan bagi Moms untuk berkonsultasi secara langsung kepada ahli gizi atau dokter spesialis anak terdekat.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Olahraga Hyrox Lagi Digemari, AirAsia Jalin Kerjasama Dengan Hyrox APAC

Dorong Wisata Olahraga dan Gaya Hidup di Asia Pasifik, AirAsia Jalin Kemitraan dengan Hyrox APAC        

Dapur Putih Ditinggalkan? Ini Warna Netral yang Lebih Hangat dan Disukai Desainer

Dapur putih Anda mulai bergeser? Simak warna netral baru yang lebih hangat, fleksibel, dan tetap cocok untuk rumah masa kini.  

Cara Cerdas Pakai Voucher Promo QRIS di MyBCA biar Transaksi Makin Hemat

Membeli dengan QRIS myBCA pekan ini ternyata bisa lebih hemat. Simak panduan lengkap memanfaatkan voucher promo agar pengeluaran lebih bijak.  

Desainer Ungkap! Permadani Klasik Bikin Rumah Modern Anda Lebih Berjiwa

Permadani klasik kembali jadi tren dekorasi 2026, simak cara menatanya agar rumah kamu terasa hangat, estetik, dan sesuai gaya masa kini.  

Sertifikat Rumah Belum Balik Nama? Awas, Sengketa Mengintai!

Simak panduan biaya balik nama rumah Anda di 2026 ini agar tidak salah hitung, legalitas aman, dan keuangan tetap terkendali.  

Angpao Digital & Uang Tunai: Mana Lebih Bermakna di Imlek Tahun 2026 Ini? Simak Yuk

Cek panduan isi angpao yang wajar, etis, dan cocok dengan kondisi keuangan Anda saat ini agar tradisi tetap bermakna dan tidak memberatkan.  

10 Jus yang Paling Cepat Turunkan Kolesterol Tinggi, Mau Coba?

Ini, lho, beberapa jus yang paling cepat turunkan kolesterol tinggi. Cek ada apa saja di sini!                 

8 Manfaat Kesehatan Diet Mediterania yang Tak Banyak Diketahui

Ada beberapa manfaat kesehatan diet Mediterania yang tak banyak diketahui, lo. Cek pembahasan lengkapnya di sini!

6 Daftar Jus Sayur untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi secara Alami

Intip sejumlah daftar jus sayur untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi secara alami berikut, yuk! 

8 Jenis Sayur yang Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi dengan Cepat

Mari intip beberapa jenis sayur yang bisa turunkan kolesterol tinggi dengan cepat berikut ini, yuk! Ada apa saja, ya?