M O M S M O N E Y I D
Santai

Studi FedEx-JA: Anak Muda Indonesia Percaya Diri, tapi Butuh Pengalaman Kerja Nyata

Studi FedEx-JA: Anak Muda Indonesia Percaya Diri, tapi Butuh Pengalaman Kerja Nyata
Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - Anak muda Indonesia memiliki tingkat kepercayaan diri yang termasuk paling tinggi di kawasan Asia Pasifik. Namun, mayoritas dari mereka merasa masih membutuhkan lebih banyak pengalaman langsung di dunia kerja.

Hal tersebut terungkap dalam laporan studi bertajuk Shaping Tomorrow’s Workforce – Asia Pacific Youth Insights yang diinisiasi oleh Federal Express Corporation (FedEx) bersama Junior Achievement (JA) Asia Pacific.

Studi ini melibatkan lebih dari 4.200 responden berusia 15 hingga 22 tahun di sepuluh negara dan wilayah Asia Pasifik termasuk 552 responden dari Indonesia.

Studi tersebut meneliti seberapa siap generasi muda menghadapi dunia kerja di masa depan, khususnya menyoroti tentang kemampuan praktis, kewirausahaan, pemahaman tentang perdagangan global, hingga adopsi kecerdasan buatan (AI).

Riset ini mengungkapkan, di Indonesia sebesar 99% responden berharap pendidikan mereka memberikan lebih banyak pemahaman tentang bagaimana dunia kerja beroperasi, angka yang secara signifikan lebih tinggi dibanding rata-rata Asia Pasifik sebesar 97%.

Kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis menjadi keterampilan yang paling dianggap penting di Indonesia untuk 10 hingga 15 tahun ke depan.

Baca Juga: 10 Kesalahan Keuangan yang Sering Dilakukan Anak Muda dan Cara Menghindarinya

“Anak muda Indonesia memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Mereka tidak hanya ingin mempelajari teori, tetapi juga ingin mendapatkan kesempatan untuk menerapkan kemampuan mereka dalam lingkungan bisnis yang nyata,” ujar Garrick Thompson, Managing Director FedEx Indonesia, dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8).

Dia juga mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi seperti AI dan perdagangan lintas negara yang membentuk masa depan, para pelajar membutuhkan keterampilan praktis yang tidak hanya diperoleh di dalam kelas.

Lebih lanjut temuan riset menunjukkan, generasi muda di Indonesia memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan. Sebanyak 78% responden Indonesia merasa percaya diri dalam menghasilkan ide atau solusi baru, di atas rata-rata Asia Pasifik yang berada di angka 61%.

Selain itu, 72% responden merasa percaya diri untuk mengambil inisiatif tanpa harus diarahkan, berbeda dengan angka di kawasan Asia Pasifik yang sebesar 60%.

Lalu, 73% merasa dapat beradaptasi cepat saat terjadi perubahan rencana, dibandingkan kawasan Asia Pasifik sebesar 62%. Tak hanya itu, 69% pun merasa percaya diri bekerja secara mandiri dan mengambil keputusan tanpa banyak arahan, sementara di Asia Pasifik sebesar 59%.

Meski generasi muda Indonesia memiliki fondasi yang kuat dalam hal inisiatif dan kemampuan adaptasi, rasa percaya diri tersebut tidak selalu berarti mereka nyaman bekerja dalam situasi yang kurang terstruktur.

Baca Juga: Soft Saving: Strategi Menabung Fleksibel yang Cocok untuk Gaya Anak Muda

Hanya 43% responden Indonesia yang merasa nyaman bekerja tanpa rutinitas yang tetap, dibandingkan dengan 56% responden di Asia Pasifik.

Bukan hanya itu, riset ini juga menunjukkan bagaimana cara anak muda Indonesia memandang pola pikir kewirausahaan. Sebanyak 95% responden setuju bahwa pola pikir kewirausahaan dapat membantu seseorang meraih kesuksesan dalam pekerjaan apa pun, dibandingkan dengan 85% di Asia Pasifik.

Responden Indonesia juga memberikan penilaian yang cukup tinggi terhadap peran pendidikan formal dalam mempersiapkan mereka untuk berkarier.

Rata-rata, mereka memperkirakan bahwa pendidikan formal akan memberikan sekitar 81% dari bekal yang mereka butuhkan untuk sukses dalam karier di masa depan, dibandingkan dengan 69% di Asia Pasifik.

Selain kemampuan kewirausahaan, studi ini juga menyoroti pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi ekonomi yang didukung AI dan semakin terhubung secara global.

Studi ini mencatat, 94% generasi mudah Indoensia percaya bahwa memahami bagaimana bisnis berjalan di berbagai negara akan relevan dengan karier mereka di masa depan.

Tapi, hanya 69%yang mengatakan, sekolah atau universitas mereka telah mengajarkan bagaimana perdagangan lintas negara berlangsung.

Baca Juga: Beli Rumah atau Sewa? Acuan Masuk Akal untuk Anak Muda agar Keuangan Aman

84% percaya bahwa mereka akan perlu bekerja berdampingan dengan AI, tetapi hanya 70% yang merasa pendidikan mereka telah mempersiapkan mereka untuk menggunakan AI dalam lingkungan kerja nyata.

Anak muda Indonesia juga lebih banyak memprioritaskan keterampilan digital dan teknologi dalam kurikulum dibandingkan rata-rata kawasan, yaitu 18% berbanding 12% di Asia Pasifik.

Di kawasan Asia Pasifik, eksperimen secara mandiri menjadi sumber pembelajaran AI yang paling banyak disebut, yaitu sebesar 42%. Hal ini menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga mencari cara sendiri untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Sementara itu, Vivek Kumar, President and Chief Executive Officer JA Asia Pacific mengatakan, temuan paling menarik dari studi ini adalah bahwa anak muda menginginkan lebih banyak kesempatan untuk mengenal dunia kerja dan mendapatkan pengalaman nyata.

“Saat ini, tingkat pengangguran anak muda di Asia Pasifik mencapai hampir 14%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran orang dewasa, sementara kesenjangan dalam adopsi AI juga terus melebar.

“Kita tidak bisa berasumsi bahwa bakat saja akan cukup bagi anak muda untuk meraih kesuksesan. Mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun keterampilan praktis, meningkatkan kepercayaan diri, dan memahami bagaimana dunia kerja terus berkembang,” katanya.

Temuan ini juga menunjukkan area di mana dukungan dapat memberikan dampak terbesar, yaitu membantu anak muda menggunakan AI secara bertanggung jawab, menghadapi tantangan bisnis yang kurang terstruktur, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dalam situasi nyata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tayang 16 Oktober, Heartlake The Musical Jadi Live-Action Pertama Lego Friends

Lego Friends: Heartlake The Musical, tayangan live-action pertama Lego Friends hadir secara lengkap pada 16 Oktober.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/10) di Jabodetabek Hujan Lebat di Sini

Peringatan dini BMKG cuaca besok Senin (12/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.​

Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Senin 12 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Halodoc Catat Konsultasi Kesehatan Mental Naik 8,1% Sejak 2022, Didominasi Perempuan

Data internal Halodoc mencatat, jumlah konsultasi kesehatan mental di platformnya naik 8,1% dibanding 2022.​

Promo HokBen Double Chicken Vibes Oktober, Buy 3 Get 1 & Buy 2 Get 1

Nikmati Simple Set Teriyaki dan HokBen Fried Chicken lewat promo HokBen terbaru. Mulai Rp 29 ribuan per orang.

Ramalan Zodiak Besok Senin 12 Oktober 2026, Evaluasi Hubungan dan Pribadi

Ramalan zodiak besok Senin 12 Oktober 2026 membahas cinta, karier, keuangan, dan kesehatan. Simak prediksi Aries hingga Pisces.

Spesial Oktober, Nikmati Promo Burger Bangor Paket Hemat Mulai Rp 35 Ribuan

Cek deretan promo Burger Bangor terbaru edisi Oktober 2026 yang bisa dipesan lewat ShopeeFood, GoFood, hingga GrabFood.

Ramalan Shio Besok Senin 12 Oktober 2026, Kuda Berpeluang Paling Beruntung

Simak ramalan shio besok Senin 12 Oktober 2026, Kuda diprediksi beruntung, sementara Kerbau, Tikus, dan Anjing perlu lebih waspada.

Picu Obesitas, Ketahui Dampak Terlalu Sering Main Ponsel bagi Orang Dewasa Ini

Simak beberapa dampak buruk terlalu banyak main ponsel bagi orang dewasa yang juga penting untuk diketahui.​  

Bukan Cuma Cuci Darah, Gula Darah Tinggi Picu Komplikasi Amputasi & Stroke!

Gula darah tinggi merusak penyaring ginjal secara permanen. Pahami pemicu komplikasi fatal ini sebelum berujung cuci darah rutin.