MOMSMONEY.ID - Anak yang sehat tercermin bila ibu sehat dan memiliki edukasi kesehatan yang baik. Pasalnya, Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan ibu dan anak yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup.
Tantangan ini mencakup pemenuhan gizi, akses layanan kesehatan, hingga edukasi kesehatan sejak dini. Khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak.
Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH bilang, anak yang dapat gizi cukup selama 1.000 hari pertama kehidupan dan masa awal kehidupan akan 10 kali lebih besar terhindar dari penyakit dan infeksi berulang.
“Anak juga 4,6 lebih banyak menyelesaikan tingkat pendidikannya. Dan 21% lebih tinggi mendapat penghasilan lebih tinggi,” ucap dr. Ray dalam forum dialog Aksi Nyata untuk Indonesia Lebih Sehat melalui Inovasi Berbasis Sains dan Kolaborasi di Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Sejalan dengan prioritas nasional dalam percepatan penurunan stunting, termasuk target hingga 14,2% pada 2029, upaya penanganan anemia dan penguatan kesehatan saluran cerna menjadi bagian penting dari pendekatan kesehatan yang komprehensif.
CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia Joris Bernard menjelaskan, melalui Danone Impact Journey, Danone menjadikannya sebagai panduan untuk mengintegrasikan kesehatan, tanggung jawab lingkungan, dan kemajuan sosial dalam setiap lini bisnis.
Selama puluhan tahun hadir di Indonesia, Joris Bernard mengatakan, Danone berupaya mendampingi keluarga dan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Pendekatan ini didukung oleh riset yang kuat, publikasi ilmiah, serta kolaborasi dengan para ahli dan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Edukasi Gizi dak Kesehatan Cara Optimalkan Tumbuh Kembang Balita
Melalui program DanCares, termasuk inisiatif kesejahteraan karyawan dan kesehatan mental Be Well, serta kebijakan yang mendukung peran orang tua dan kesehatan ibu seperti cuti melahirkan selama enam bulan, Danone disebutnya berupaya membangun lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.
“Pendekatan ini kemudian menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat, mulai dari pencegahan stunting, peningkatan kesehatan saluran cerna, pencegahan anemia, hingga penguatan edukasi gizi keluarga,” kata Joris.
Dalam sesi diskusi, dibahas sejumlah tantangan kesehatan utama yang masih dihadapi Indonesia, khususnya pada kelompok ibu dan anak turut dibahas, mulai dari anemia, kesehatan saluran cerna (gut health), hingga stunting.
Ketiga isu ini dipahami sebagai tantangan yang saling berkaitan dan memerlukan perhatian sejak dini.
Pada isu anemia, defisiensi zat besi masih menjadi salah satu penyebab utama yang berdampak pada kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak, sehingga membutuhkan pendekatan nutrisi dan edukasi yang tepat sejak awal kehidupan.
Presiden Indonesian Nutrition Association (INA), Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK (K), menyebutkan, penanganan anemia perlu didukung oleh bukti ilmiah yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia.
Dia meyakini kolaborasi riset menjadi penting untuk menghasilkan pemahaman yang lebih kuat mengenai intervensi nutrisi yang dapat membantu meningkatkan kecukupan zat besi dan mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
“Temuan dari berbagai studi intervensi, termasuk kolaborasi riset INA bersama Danone SN Indonesia, menunjukkan intervensi nutrisi melalui susu pertumbuhan terfortifikasi dapat membantu meningkatkan kecukupan zat besi pada anak usia 1–3 tahun, yang masih menjadi tantangan di Indonesia,” jelas Luciana.
Baca Juga: Cegah Stunting Lewat Pendamping Edukasi Gizi
Dari sisi pelayanan kesehatan, bidan memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendampingi ibu dan anak, termasuk dalam upaya pencegahan sejak dini. Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM, menyoroti peran edukatif bidan dalam praktik sehari-hari.
Menurut Ade, bidan memiliki peran penting dalam edukasi gizi seimbang kepada ibu hamil, ibu menyusui dan anak serta mendorong kepatuhan konsumsi suplemen zat besi sebagai langkah pencegahan anemia.
Lebih lanjut, kesehatan saluran cerna yang optimal juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh. Apabila tantangan seperti anemia dan gangguan saluran cerna tidak ditangani sejak dini, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap masalah gizi kronis, termasuk stunting.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K), menjelaskan bahwa nutrisi yang lengkap dan seimbang berperan penting dalam mendukung kesehatan saluran cerna sebagai fondasi tumbuh kembang anak.
Dr. Diana menilai keragaman diet dan asupan serat yang cukup menjadi kunci untuk mendukung mikrobiota usus, proses pencernaan, dan penyerapan nutrisi secara optimal.
Asupan nutrisi yang seimbang tidak hanya mencegah gangguan saluran cerna, tetapi juga mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif pada anak, termasuk pencegahan stunting.
Sayangnya, keterbatasan akses masyarakat pedesaan dan kebiasaan pangan rendah serat menjadi hambatan utama.
“Butuh riset lokal dan kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, serta industri untuk menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selanjutnya: IHSG Ditutup Menguat ke 8.936,7 Hari Ini (9/1), Top Gainers LQ45: MEDC, MDKA, INCO
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News