MOMSMONEY.ID - Desainer ini menata rumah tua tahun 1933 selama 10 tahun dan membuktikan hunian nyaman tak harus selesai sekaligus lo.
Rumah yang nyaman ternyata tidak selalu harus selesai direnovasi atau didekorasi dalam waktu singkat. Caroline Levenson justru menjalani proses menata rumah keluarganya secara perlahan selama 10 tahun.
Rumah bergaya Garrison Colonial yang dibangun pada 1933 di Knoxville, Tennessee, Amerika Serikat, itu terus berubah mengikuti kebutuhan keluarganya.
Melansir dari Southern Living, perubahan tersebut dilakukan tanpa menghilangkan karakter asli rumah yang sudah berdiri puluhan tahun.
Bagi Caroline, rumah bukan proyek yang harus cepat selesai, melainkan ruang hidup yang terus berkembang bersama penghuninya.
“Ini bukan tentang satu momen penyelesaian, tetapi proses bertahap dari waktu ke waktu,” ujar Caroline Levenson, seorang desainer interior dan pendiri Caroline Levenson Design.
Baca Juga: Desain Rumah 7 x 10 Meter dengan Halaman, Solusi Hunian Tropis yang Lega
Rumah tua yang dipilih karena lingkungannya
Ketertarikan Caroline terhadap lingkungan Sequoyah Hills sudah muncul sejak lama. Kawasan tersebut memiliki banyak rumah tua, pepohonan rindang, taman, dan jalur pejalan kaki yang membuatnya mengingat suasana tempat ia tumbuh.
Sebelum membeli rumah yang sekarang ditempatinya, Caroline dan suaminya pernah tinggal di rumah lain di kawasan yang sama. Namun, ketika keluarga mereka bertambah besar, mereka mulai membutuhkan ruang yang lebih luas tanpa ingin meninggalkan lingkungan tersebut.
Kesempatan datang ketika mereka melihat sebuah rumah tahun 1933 yang pemiliknya sedang bersiap pindah. Pasangan itu kemudian memutuskan membeli rumah tersebut dan mulai menyesuaikannya dengan kebutuhan keluarga.
Renovasi tanpa menghilangkan karakter rumah
Caroline tidak ingin mengubah rumah secara berlebihan. Ia dan keluarganya memilih mempertahankan struktur utama sambil melakukan beberapa pembaruan agar lebih nyaman digunakan. Beberapa perubahan yang dilakukan meliputi:
- Membuka area dapur dan ruang makan.
- Tetap mempertahankan kesan ruangan yang terpisah.
- Memindahkan ruang cuci ke lantai atas.
- Memperbarui kamar mandi.
- Mempertahankan marmer Tennessee yang sudah ada.
Cara tersebut bisa membuat rumah tetap memiliki identitas lama, tetapi mampu memenuhi kebutuhan keluarga modern.
Fungsi dulu, baru keindahan
Caroline memiliki prinsip sederhana dalam menata rumah, yaitu sebuah ruang harus berfungsi terlebih dahulu sebelum terlihat indah.
Prinsip ini terlihat dari pemilihan sofa yang lebih tahan digunakan sehari-hari, karpet tebal di ruang bermain, hingga furnitur antik dan vintage yang bisa dipindahkan ke ruangan lain.
Menurutnya, furnitur yang fleksibel akan lebih berguna dalam jangka panjang. Ketika kebutuhan penghuni berubah, barang-barang tersebut tetap dapat digunakan tanpa harus selalu membeli yang baru.
Rumah tidak harus mengikuti satu tren
Menariknya, Caroline tidak sepenuhnya mengikuti konsep rumah terbuka yang menghilangkan banyak sekat. Ia justru menyukai ruangan yang tetap memiliki fungsi dan karakter masing-masing.
Keberadaan dinding, misalnya, tetap dianggap penting karena memberikan tempat untuk menaruh furnitur, karya seni, maupun lemari. Ruang yang terpisah juga menciptakan transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Hal ini menjadi pengingat bahwa desain rumah terbaik bukan selalu yang sedang populer. Yang lebih penting adalah apakah desain tersebut benar-benar sesuai dengan cara penghuninya menjalani kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Selimut Perca Kembali Populer? Ini Cara Menatanya biar Rumah Tetap Personal
Warna rumah ikut berubah bersama keluarga
Ketika pertama kali tinggal di rumah tersebut, Caroline lebih banyak menggunakan warna netral. Saat itu, anak-anaknya masih kecil dan berbagai mainan berwarna cerah sudah memenuhi banyak sudut rumah. Namun, seiring bertambahnya usia anak-anak, pilihan warna rumah pun berubah.
Kamar tamu mulai menggunakan warna yang lebih cerah dan terinspirasi dari lingkungan sekitar. Kamar anak-anak juga dibuat lebih personal sesuai karakter masing-masing.
Rumah tersebut akhirnya menjadi gambaran bahwa dekorasi tidak harus berhenti setelah semuanya selesai ditata. Selera dan kebutuhan bisa berubah, begitu juga dengan suasana sebuah rumah.
Rumah yang digunakan tidak harus selalu sempurna
Bagi Caroline, rumah memang dibuat untuk digunakan. Karena itu, ia tidak terlalu khawatir jika beberapa bagian mengalami tanda pemakaian.
Dapur, misalnya, dirancang sebagai ruang yang nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Goresan kecil pada permukaan atau perubahan akibat penggunaan dianggap sebagai bagian dari kehidupan rumah tersebut.
Cara pandang ini terasa dekat dengan banyak keluarga. Rumah yang benar-benar dihuni tentu tidak selalu terlihat seperti ruang pamer, tetapi justru memiliki cerita dari berbagai aktivitas penghuninya.
Pelajaran dari 10 tahun menata rumah
Ada beberapa hal yang bisa dipetik dari perjalanan Caroline dalam menata rumahnya. Pertama, tidak semua dekorasi harus diselesaikan sekaligus. Menjalani rumah terlebih dahulu dapat membantu penghuni memahami apa yang benar-benar dibutuhkan.
Kedua, pilih furnitur dan material yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari, bukan hanya karena terlihat menarik. Ketiga, jangan terburu-buru mengubah seluruh karakter rumah lama. Beberapa bagian asli justru bisa menjadi nilai yang membuat hunian terasa berbeda.
Keempat, rumah boleh berubah. Selera penghuni, kebutuhan keluarga, hingga fungsi ruangan dapat berkembang seiring waktu.
Rumah nyaman adalah rumah yang terus berkembang
Selama 10 tahun, rumah tahun 1933 milik Caroline Levenson terus mengalami perubahan kecil maupun besar. Setiap pembaruan dilakukan berdasarkan kebutuhan keluarga dan pengalaman mereka selama tinggal di dalamnya.
Kisah ini membuktikan bahwa rumah tidak harus selesai dalam satu kali renovasi atau dekorasi. Hunian bisa tumbuh perlahan, berubah mengikuti kehidupan, dan mendapatkan karakternya sedikit demi sedikit.
Pada akhirnya, rumah yang nyaman bukan tentang seberapa cepat semuanya selesai. Rumah yang paling terasa hidup adalah rumah yang terus mampu beradaptasi dengan orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News