MOMSMONEY.ID - Buat yang belum tahu, simak, yuk, perbedaan aki mobil listrik dan aki mobil konvensional berikut ini.
Mobil listrik cukup identik dengan penggunaan baterai besar sebagai tempat penyimpanan daya. Biasanya baterai ini disusun dan diletakkan sedemikian rupa di bagian bawah mobil.
Tapi, belum banyak yang tahu, meski sudah menggunakan baterai, kendaraan listrik tetap membutuhkan aki dengan kapasitas daya 12 volt.
Fungsinya untuk menyimpan daya tegangan rendah agar bisa menghidupkan sistem kontrol awal dan berbagai perangkat pendukung seperti lampu, wiper, klakson dan perangkat audio.
Justru, perannya menjadi cukup penting bagi operasional kendaraan listrik. Apabila terjadi gangguan pada aki, maka mobil listrik tidak bisa dihidupkan meski baterainya dalam kondisi penuh.
Lantas pertanyaan, apakah aki mobil listrik juga bisa menggunakan aki mobil konvensional?
Baca Juga: Cerdas Beli Mobil Listrik, Cek Beragam Perlindungannya
Walaupun tegangannya sama, ternyata tidak bisa sembarangan menggunakan aki 12 volt untuk mobil konvensional. Secara fungsi saja sudah berbeda.
Pada mobil konvensional, aki membutuhkan kapasitas sangat besar untuk memutar mesin pembakaran internal. Kerja paling berat terjadi di awal saat menyalakan mesin.
Sementara aki pada mobil listrik, tidak memerlukan lonjakan arus besar di awal karena sudah memiliki baterai traksi bertegangan tinggi. aki 12 volt hanya bekerja menjaga kestabilan komputer dan perangkat pendukung lainnya.
“Kalau menggunakan aki yang tidak sesuai spesifikasi, masalahnya bukan berarti mobil langsung rusak, tetapi performa dan usia baterai menjadi tidak optimal,” ujar Satriawan Agung Prabowo, Corporate Public Relations Officer PT Wacana Prima Sentosa (Massiv Batteries).
Ia yakin, di Indonesia, aki berkapasitas 12 volt khusus untuk kendaraan listrik masih dibutuhkan. Apalagi sekarang ini mobil listrik menjadi tren yang tengah diminati masyarakat dan populasi akan terus berkembang.
Baca Juga: 5 Cara Jaga Suhu Mobil biar Tetap Sejuk saat Gelombang Panas Siang Hari
Muhammad Faisal, Operation Lead Bengkel Fast, pun mengamininya. Di bengkelnya, belakangan cukup banyak yang melakukan penggantian aki 12 volt pada kendaraan listrik.
“Sejauh ini bengkel Fast sudah beberapa kali melakukan penggantian aki 12 volt untuk mobil listrik seperti Ioniq5, Wuling Air-ev dan BYD M6,” bebernya.
Namun, ia tak menampik edukasi mengenai penggunakan aki 12 volt khusus kendaraan listrik masih perlu ditingkatkan. Banyak pengguna kendaraan listrik yang beranggapan penggunaan aki 12 volt tidak terlalu penting.
Adapun produk aki EV yang dipasarkan Faisal adalah aki merek Massiv Thunder EV.
"Kalau diambil rata-rata kendaraan listrik yang ganti aki EV di sini sekitar 24 bulan atau 30.000 kilometer," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News