MOMSMONEY.ID - Infobip, salah satu platform komunikasi cloud global, bakal menghadirkan platform AI-native terbarunya, AgentOS pada April mendatang. Platform ini disebut bisa memudahkan brand untuk menetapkan langkah yang baikuntuk berinteraksi dengan pelanggan.
Kukuh Prayogi, Enterprise Business Director Infobip menjelaskan, AgentOS ini akan menyatukan fungsi marketing, sales dan customer support dalam satu platform berbasis Artificial Intelligence (AI).
"Kami memang sudah mengimplementasikan AI di dalam tools kami masing-masing, tapi sekarang kami jadikan satu. Supaya ini jadi satu ekosistem yang terintegrasi," ujar Kukuh beberapa waktu lalu di Jakarta.
Menurut Kukuh, salah satu tantangan terbesar dalam implementasi AI adalah data yang terpisah-pisah dan kompleksitas sistem internal perusahaan. Banyak proyek AI gagal diimplementasikan secara penuh karena data tersebar di berbagai departemen.
Platform AgentOS ini akan menghubungkan data pelanggan, channel komunikasi, dan tujuan pelanggan dalam satu ekosistem terpadu. Dengan demikian, brand dapat merancang interaksi yang lebih kontekstual dan berbasis tujuan, di mana AI menentukan langkah terbaik berikutnya dan berinteraksi dengan pelanggan secara real time melalui berbagai channel seperti WhatsApp, RCS, SMS, email, hingga voice.
Baca Juga: ART Belum Kembali Usai Lebaran? Ini 3 Produk UMKM Penyelamat Dapur Anda
Meski sudah menghadirkan AgentOS, Kukuh juga mendorong setiap brand agar mengintegrasikan data yang mereka miliki. "Karena punya AI sehebat apapun, kalau datanya masih silo, nanti ada ketidaksinambungan. Tapi kalau datanya dijadikan satu, nanti akan mendapatkan benefit masing-masing," ujar Kukuh.
Namun, Kukuh juga memastikan bahwa pendekatan AgentOS ini tetap mengedepankan konsep human-in-the-loop. Dia bilang, AI membantu brand beroperasi dengan skala dan kecepatan yang lebih tinggi, tetapi peran manusia tetap penting dalam menangani situasi kompleks serta memastikan sistem terus berkembang dengan baik.
Kukuh juga menyebut, nantinya konsumer Infobip bisa memilih layanan yang mereka sediakan termasuk AgentOS. Menurutnya, perusahaan yang bisa memanfaatkan layanan ini adalah mereka yang memiliki end customer, seperti perusahaan yang bergerak di bidang retail, transportasi, logistik, kesehatan, hingga layanan keuangan atau perbankan.
"Jadi tools-tools AgentOS nantinya akan lebih bermanfaat digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang seperti itu," kata Kukuh.
Menurut Kukuh, adopsi AI dalam memahami perilaku dan kebutuhan konsumen makin meningkat. Dia menjelaskan, AI memungkinkan brand untuk membaca pola perilaku konsumen dan mengidentifikasi niat belanja lebih awal, sehingga brand dapat beralih dari pendekatan reaktif menjadi lebih proaktif dalam berinteraksi dengan pelanggan.
Saat ini, sekitar 50% implementasi AI dalam messaging telah didukung oleh teknologi Generative AI, yang memungkinkan brand menciptakan konten, penawaran, dan rekomendasi produk yang lebih personal dalam skala besar.
Dia melanjutkan, penggunaan AI ini dapat membantu pelanggan untuk berbelanja dengan pertimbangan value dan perencanaan yang lebih matang, dibandingkan berbelanja secara impulsif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News