MOMSMONEY.ID - Setelah Lebaran berlalu, rutinitas harian kembali berjalan. Namun, banyak keluarga di Indonesia masih harus beradaptasi karena asisten rumah tangga (ART) belum kembali dari kampung halaman.
Di tengah rutinitas yang mulai kembali normal, mulai dari aktivitas kerja, membereskan rumah, hingga urusan dapur pun harus ditangani sendiri.
Kondisi ini mendorong kebutuhan akan solusi praktis, terutama dalam penyediaan makanan sehari-hari.
Produk makanan yang mudah diolah, memiliki daya simpan panjang, dan tetap bernutrisi menjadi pilihan yang semakin relevan.
Baca Juga: Warna Kabinet Dapur yang Terlihat Kuno di 2026, Begini Cara Ubah Tampilannya
Berikut tiga produk UMKM lokal yang bisa menjadi andalan selama masa transisi selepas Lebaran:
1. Abon
Sebagai lauk siap santap, abon menjadi pilihan praktis ketika waktu memasak terbatas. Bonpy menghadirkan abon khas Lombok dengan cita rasa autentik dalam kemasan modern yang mudah disimpan.
Produk ini dapat digunakan sebagai pelengkap nasi, isian roti, hingga taburan berbagai hidangan sederhana, tanpa perlu pengolahan tambahan.
2. Bawang goreng
Meski sederhana, bawang goreng mampu meningkatkan cita rasa berbagai masakan. KUKEBI, UMKM asal Garut, menghadirkan bawang goreng kemasan dengan tekstur renyah dan aroma khas.
Produk ini siap digunakan tanpa perlu digoreng ulang, sehingga dapat mempercepat penyajian makanan, mulai dari nasi, sup, hingga mi instan.
3. Makanan beku/frozen food
Produk ini menjadi pilihan utama bagi keluarga yang membutuhkan kepraktisan. Maryam Snack and Frozen dari Jakarta menyediakan berbagai camilan dan lauk siap olah yang cukup digoreng atau dipanaskan
Dengan daya simpan yang panjang di freezer, produk ini memungkinkan penyajian makanan dalam waktu singkat.
Baca Juga: Ide Tata Letak Dapur Efisien untuk Menjamu Tamu Bikin Rumah Makin Nyaman
Ketiga produk tersebut menunjukkan peran UMKM lokal sebagai bagian dari solusi kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya pada masa transisi setelah Lebaran.
Seluruhnya merupakan pemenang program SisBerdaya dan DisBerdaya 2025, inisiatif pemberdayaan perempuan dan perempuan disabilitas dari DANA.
Director of Communications DANA Indonesia Olavina Harahap mengatakan, momentum setelah Lebaran kerap menghadirkan tantangan tersendiri bagi keluarga.
“Melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya, kami melihat banyak pelaku UMKM perempuan yang mampu menghadirkan produk berkualitas dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujar Olavina dalam keterangannya, dikutip Senin (30/3/2026).
Meski berbasis di berbagai daerah, produk-produk tersebut dapat dipesan dan dikirim ke seluruh Indonesia. Proses pembayaran pun semakin mudah melalui QRIS, seiring para pelaku usaha yang telah tergabung dalam DANA Bisnis.
Dukungan terhadap produk UMKM tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha perempuan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News